Olah Sampah Jadi Cuan: Inovasi TPS3R DLH Bandung Barat Buka Peluang Ekonomi Sirkuler

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) DLH di kawasan perkantoran Pemda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) DLH di kawasan perkantoran Pemda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin nyata dengan beroperasinya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan perkantoran Pemda KBB.

Fasilitas ini resmi berdiri pada tahun 2024 setelah melalui proses perencanaan sejak 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Didit Lidia, mengatakan keberadaan TPS3R ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan tata kelola sampah yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, fasilitas ini tak hanya menampung, tetapi juga mengolah dan mendaur ulang sampah yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran Pemda Bandung Barat.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Didit Lidia (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Didit Lidia (foto: Abdul Kholilulloh)

“Harapan kami, TPS3R ini bisa mengolah sampah perkantoran yang volumenya sekitar 500 kilogram per hari. Sampah organik kami olah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan kertas dijual agar memiliki nilai ekonomi,” ujar Didit, Minggu (9/11/2025).

Selain berfungsi sebagai pengolahan sampah, kata dia, TPS3R ini juga dijadikan wahana edukasi lingkungan bagi pegawai Pemda dan warga sekitar, khususnya di Desa Mekarsari.

Baca Juga:  Keracunan Massal MBG di SMPN 1 Cisarua Bertambah 161 Siswa, Bupati Jeje Instruksikan Evaluasi Menyeluruh

Ia menjelaskan, sampah organik yang dikumpulkan dari dapur dan kantin diolah menggunakan mesin pencacah.

Hasil olahan tersebut dicampur dengan EM4 dan kalsium agar tidak berbau, kemudian difermentasi menjadi kompos siap pakai.

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) DLH di kawasan perkantoran Pemda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) DLH di kawasan perkantoran Pemda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kompos hasil olahan ini digunakan untuk tanaman di lingkungan kantor. Jadi selain mengurangi sampah, juga memberi manfaat langsung bagi penghijauan sekitar,” tambah Didit.

Selain itu, TPS3R Pemda Bandung Barat juga menjadi tempat penelitian dan pendampingan akademik. Dosen Unisba, Satori, bersama mahasiswa, turut serta membantu proses pengolahan sampah organik menjadi granul kompos berbentuk pelet yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Meski TPS3R di lingkungan Pemda telah berjalan baik, ia mengungkapkan masih ada sejumlah TPS3R bantuan dari Kementerian PUPR yang belum berfungsi optimal.

Dari total 14 TPS3R yang dibangun di Bandung Barat, kata dia, hanya empat yang aktif, di antaranya Batujajar Barat, Cihampelas, Citapen, Cikahuripan Lembang, dan Pagerwangi.

Seorang operator tengah memasukkan sampah untuk direcah ke mesin di TPS3R DLH KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Seorang operator tengah memasukkan sampah untuk direcah ke mesin di TPS3R DLH KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Sebagian besar TPS3R lain belum berjalan karena kendala SDM dan biaya operasional. Hasil penjualan sampah belum bisa menutupi kebutuhan operasional harian,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Karawang keluhkan tumpukan sampah liar dan bau busuk di jalan Sanca Kusuma

Sementara itu, Koordinator TPS3R Bidang Kebersihan DLH KBB, Agus Hermawan, menjelaskan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diwajibkan menyetorkan sampah terpilah ke TPS3R.

Koordinator TPS3R Bidang Kebersihan DLH KBB, Agus Hermawan (foto: Abdul Kholilulloh)
Koordinator TPS3R Bidang Kebersihan DLH KBB, Agus Hermawan (foto: Abdul Kholilulloh)

Sampah organik seperti sisa makanan akan dikomposkan, sedangkan sampah anorganik bernilai jual seperti botol plastik dan kardus akan dicatat dan ditimbang secara berkala.

“Kami mencatat jumlah setoran sampah bernilai ekonomis dari tiap OPD. Rata-rata per hari ada 3 hingga 5 kilogram sampah dari tiap OPD. Nantinya hasil penjualan akan dikembalikan dalam bentuk insentif,” jelas Agus.

DLH Bandung Barat juga telah melakukan roadshow dan sosialisasinke enam daerah pemilihan (dapil) untuk mendorong pembentukan TPS3R di tingkat kecamatan dan desa.

“Kegiatan ini melibatkan TKK, Pokja 3, Karang Taruna, penggiat lingkungan, hingga komunitas maggot,” lanjutnya.

Alat perecah sampah jenis kompos di TPS3R DLH Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Alat perecah sampah jenis kompos di TPS3R DLH Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia berharap TPS3R Pemda Bandung Barat dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi wilayah lain di KBB.

Dengan sistem yang baik dan partisipasi masyarakat, Bandung Barat diharapkan mampu menuju visi bebas sampah pada tahun 2030.

“Kami ingin TPS3R ini jadi contoh bagi kecamatan dan desa lain. Jika semua wilayah bisa memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya, maka volume sampah ke TPA akan jauh berkurang,” ujarnya.

Baca Juga:  Internalisasi Zona Integritas, upaya tingkatkan pelayanan publik di kantor Pertanahan Jaksel

Dijelaskannya, TPS3R Pemda Bandung Barat menjadi pusat edukasi lingkungan dengan mengolah 500 kg sampah perkantoran per hari.

“Dikelola DLH KBB dan didukung Unisba, fasilitas ini dorong ekonomi sirkular dan jadi percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB