Eksistensi Jurnalisme di Era Digital: Ancaman atau Peluang? Kajian dari HPN 2025 Riau

- Penulis

Minggu, 9 Februari 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.ID –Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Panitia HPN Riau menyelenggarakan Sarasehan Nasional Media Massa dengan tema “Preservasi Jurnalisme Sebagai Pilar Demokrasi Digital”.

Acara yang berlangsung di sebuah hotel di Pekanbaru pada Sabtu, 8 Februari 2025 ini mengumpulkan sejumlah tokoh penting dari dunia jurnalisme untuk mendiskusikan tantangan dan peluang jurnalisme di era disrupsi digital.

Tantangan Jurnalisme di Era Digital

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam era digital yang semakin pesat, eksistensi jurnalisme menghadapi berbagai tantangan, mulai dari serangan siber hingga fenomena berita hoaks.

Hilman Hidayat, Ketua PWI Jawa Barat sekaligus Direktur Promedia Teknologi Indonesia, menyampaikan kekhawatirannya terkait masa depan jurnalisme.

Ia menyoroti bahwa banyak media online yang kerap mendapat serangan siber, sehingga berdampak negatif pada integritas penyebaran informasi.

“Tugas kita merawat marwah jurnalisme. Apakah jurnalisme di era digital masih cerah atau makin suram? Data yang saya kumpulkan menunjukkan kondisi semakin suram,” ujarnya.

Hilman mengungkapkan bahwa sebanyak 40 ribu konten kreator dan wartawan menghasilkan 15 ribu berita per hari, namun ribuan berita tersebut pernah menjadi sasaran serangan hacker.

Baca Juga:  Prabowo Umumkan THR ASN, TNI-Polri, dan Pensiunan Cair Mulai 17 Maret 2025  
Related Posts

Ancaman ini dinilai dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap prinsip objektivitas dan verifikasi fakta dalam jurnalisme.

Dominasi Media Digital dan Tantangan Ekonomi Iklan

Dalam pemaparannya, Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pengawas TVRI dan mantan anggota Dewan Pers, menyampaikan fakta mengejutkan mengenai belanja iklan di Indonesia pada 2024.

Ia menyebut, data menunjukkan total belanja iklan mencapai Rp 107,291 triliun, di mana iklan digital mendominasi sebesar 44,1%.

Dominasi platform seperti Google dan Facebook yang menguasai 75-80% dari total belanja iklan digital nasional semakin menantang eksistensi media mainstream.

“Di tengah fenomena ini, kita perlu mempertanyakan ke mana arah jurnalisme pers? Meskipun tantangannya besar, kebutuhan akan informasi berkualitas dan bertanggung jawab justru semakin besar,” kata Agus.

Baca Juga:  Dinamika Musda Golkar KBB Dinilai Wajar, Daniel Mutaqien: Bidik Kemenangan Pileg 2029

Fenomena ini menekankan bahwa meski media sosial dan platform digital telah mengubah lanskap penyebaran berita, keberadaan media tradisional tetap esensial untuk memastikan informasi yang akurat dan terverifikasi.

Peluang Inovasi melalui Teknologi dan AI

Tak hanya mengungkap tantangan, acara ini juga menyentuh peluang yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Disisi lain, Nurjaman Mochtar, Sekretaris Dewan Pakar PWI Pusat, mengungkapkan bahwa 80% sumber berita konvensional kini berasal dari media sosial.

Bahkan, instansi-instansi kini mulai memproduksi konten berita secara mandiri melalui portal dan akun media sosial mereka.

“Peran media mainstream ke depannya jangan-jangan hanya berfokus pada verifikasi konten dan pertanggungjawaban terhadap Dewan Pers,” ungkap Nurjaman Mochtar.

Menurut Nurjaman, perkembangan AI memudahkan pembuatan narasi dan video berita, sehingga media harus beradaptasi dengan teknologi baru untuk tetap relevan dalam menyajikan informasi yang berkualitas.

Sementara itu, Dhimam Abror, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, menekankan pentingnya preservasi jurnalisme sebagai salah satu pilar demokrasi.

Menurutnya, ruang digital saat ini merupakan arena strategis untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi, terutama melalui penyampaian informasi yang mendorong masyarakat untuk berpikir kritis.

Baca Juga:  Viral! Ibu-Ibu di Padalarang Protes Jembatan Ambruk, Desak Gubernur dan Bupati KBB Tepati Janji

“Ruang digital memungkinkan masyarakat untuk berpikir lebih kritis terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Namun, kita harus memastikan kualitas informasi yang beredar tetap terjaga,” ujar Dhimam.

Dhimam juga menegaskan bahwa media baru harus tetap mempertahankan prinsip independensi, akuntabilitas, dan keberagaman.

Dengan demikian, jurnalisme yang berbasis pada etika dan fakta tetap memiliki peran yang tak tergantikan, meskipun menghadapi disrupsi digital yang signifikan.

Acara Sarasehan Nasional Media Massa dalam HPN 2025 Riau membuka diskursus penting mengenai eksistensi jurnalisme di era digital.

Di satu sisi, tantangan seperti serangan siber, dominasi iklan digital, dan penyebaran hoaks mengancam integritas jurnalisme.

Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi dan AI memberikan peluang untuk inovasi dalam verifikasi dan penyebaran informasi.

Preservasi nilai-nilai jurnalisme, akuntabilitas, objektivitas, dan verifikasi fakta menjadi kunci untuk menjaga demokrasi digital yang sehat.

“Di tengah persaingan dan transformasi digital, peran media tradisional yang adaptif tetap penting untuk menyajikan informasi yang mendalam dan dapat dipercaya,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Humas PWI Jabar

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 
Tanpa Sentuh Anggaran Pemerintah, Warga Padalarang Swadaya Sulap Pemukiman Jadi Lorong Merah Putih dan Mural 

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB