Pajak Daerah Jadi Tulang Punggung Pembangunan, Bapenda Bandung Barat Punya Jurus Jitu 

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rini Sartika saat mendampingi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail meninjau pembayaran pajak (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rini Sartika saat mendampingi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail meninjau pembayaran pajak (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rini Sartika, menegaskan bahwa pajak daerah merupakan aset strategis dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Hal ini dikatakan Rini usai peresmian acara Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 yang digelar di Hotel Novena Lembang, Kecamatan Lembang (KBB), Senin 15 Desember 2025.

Ia menyebut, peran pajak sangat vital karena menjadi sumber utama pembiayaan berbagai sektor pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rini, optimalisasi penerimaan pajak daerah berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan umum, penguatan ekonomi daerah, ketertiban dan keamanan, perlindungan sosial, hingga sektor pendidikan dan kesehatan.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat, Rini Sartika saat mengisi kegiatan Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 di Hotel Novena Lembang, Senin 15 Desember 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat, Rini Sartika saat mengisi kegiatan Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 di Hotel Novena Lembang, Senin 15 Desember 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

Selain itu, kata Rini, pajak juga menopang pembangunan di bidang perlindungan lingkungan hidup, pariwisata, keagamaan, perumahan, serta penyediaan fasilitas umum.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan. Oleh karena itu, kepatuhan wajib pajak menjadi kunci untuk mendorong kemajuan Kabupaten Bandung Barat secara berkelanjutan,” ujar Rini Sartika kepada wartawan mendampingi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Baca Juga:  Bupati Hengky: Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Jelang Idul Fitri di KBB Aman

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Bapenda mengelola 12 jenis pajak daerah yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini merupakan jurus jitu pemkab Bandung Barat untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Jenis pajak tersebut meliputi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan/atau minuman dengan 646 wajib pajak, PBJT jasa perhotelan sebanyak 390 wajib pajak, serta PBJT jasa kesenian dan hiburan dengan 133 wajib pajak,” ujarnya.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan jajaran Forkopimda KBB saat peresmian Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 yang digelar di Hotel Novena Lembang, Kecamatan Lembang (KBB), Senin 15 Desember 2025. (Foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan jajaran Forkopimda KBB saat peresmian Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 yang digelar di Hotel Novena Lembang, Kecamatan Lembang (KBB), Senin 15 Desember 2025. (Foto: Abdul Kholilulloh)

Selain itu, terdapat PBJT jasa parkir dengan 148 wajib pajak, pajak reklame yang mencakup 1.827 titik, serta pajak penerangan jalan yang dikelola dari 2 wajib pajak.

Bapenda KBB, lanjut Rini, juga mencatat pajak air tanah dengan 370 wajib pajak, pajak mineral bukan logam dan batuan sebanyak 42 wajib pajak, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencakup 602.786 objek pajak.

“Jenis pajak lainnya yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dipungut atas setiap perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” terang Rini.

Baca Juga:  Koalisi Enam Serikat Buruh Bandung Barat Desak Supremasi Sipil dan Hapus Sistem Outsourcing

Selanjutnya, terdapat Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (Opsen PKB) sebagai bentuk sinergi pemungutan pajak antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, serta Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (Opsen BBNKB) yang dikenakan atas perolehan hak kepemilikan kendaraan bermotor.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rini Sartika saat mendampingi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail meninjau pembayaran pajak (foto: Abdul Kholilulloh)
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rini Sartika saat mendampingi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail meninjau pembayaran pajak (foto: Abdul Kholilulloh)

Rini Sartika menambahkan, Bapenda Kabupaten Bandung Barat terus berupaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Langkah ini, lanjut Rini, diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

“Dengan pengelolaan pajak yang transparan dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat optimistis pajak daerah akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara resmi membuka kegiatan Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 didampingi ketua DPRD KBB, Bapenda Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan Polres Cimahi, Kodim 0609/Cimahi, Forkompinda KBB dan kolega.

Dengan peluncuran Pekan Panutan Pajak Daerah 2025 itu, upaya strategis Pemkab Bandung Barat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak daerah di tahun mendatang.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB