Pasca Bencana Longsor Cisarua, Wamensos: Pemerintah Pusat Siapkan Anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

situasi terkini di pengungsian aula kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

situasi terkini di pengungsian aula kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia (Wamensos) Agus Jabo Priyono memastikan pemerintah pusat siap mengalokasikan anggaran untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kesiapan tersebut akan direalisasikan setelah masa tanggap darurat bencana resmi dinyatakan berakhir. Pemerintah pusat, kata Agus Jabo, akan terlibat secara bertahap dan berjenjang sesuai mekanisme penanganan bencana nasional.

“Keterlibatan pemerintah pusat dimulai setelah masa tanggap darurat selesai. Pemkab Bandung Barat akan melakukan evaluasi dan asesmen sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Agus Jabo saat meninjau lokasi longsor Pasirlangu, Jumat (6/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus menjelaskan, hasil asesmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan menjadi pijakan utama untuk menentukan kebutuhan pembangunan pascabencana, mulai dari hunian warga hingga infrastruktur dasar.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat meninjau Posko Pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu, Jumat (6/2/2026). foto: Abdul Kholilulloh
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat meninjau Posko Pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu, Jumat (6/2/2026). foto: Abdul Kholilulloh

Apabila dalam proses tersebut Pemkab Bandung Barat mengalami keterbatasan anggaran maupun infrastruktur, penanganan akan ditingkatkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya, pemerintah pusat akan turun tangan jika provinsi juga menghadapi kendala.

Baca Juga:  SPBU Swasta Nurut Bahlil, Shell hingga Vivo Sepakat Beli BBM dari Pertamina

“Kalau di Pemkab ternyata anggarannya dan infrastrukturnya tidak cukup, akan dinaikkan ke provinsi. Demikian juga kalau di provinsi masih ada masalah, pemerintah pusat akan mengambil peran,” tegasnya.

Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, lanjut Agus, mencakup berbagai aspek fundamental kehidupan masyarakat terdampak.

situasi terkini di pengungsian aula kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
situasi terkini di pengungsian aula kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Pemerintah akan melakukan kajian mendalam terkait pembangunan rumah warga, sarana prasarana umum, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Mulai dari pembangunan rumah, apakah tetap di lokasi semula atau dilakukan relokasi, kemudian akses jalan, listrik, hingga jaringan air bersih akan dikaji secara detail,” jelasnya.

Kementerian Sosial RI tidak hanya terlibat pada fase tanggap darurat bencana, tetapi juga akan memberikan dukungan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan warga, khususnya bagi masyarakat yang telah menempati hunian tetap.

“Setelah rehabilitasi dan rekonstruksi, Kemensos juga akan memberikan bantuan lanjutan seperti lauk pauk dan isian rumah,” kata Agus.

Di akhir kunjungannya, Wamensos Agus Jabo Priyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan.

Baca Juga:  Ngeri, kronologi penemuan mayat di Waduk Saguling Bandung Barat

“Periode Desember sampai April memiliki risiko bencana yang cukup besar karena curah hujan sangat tinggi. Masyarakat harus terus waspada,” imbaunya.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi bencana dan deteksi dini, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.

“Kita harus waspada dan mampu memitigasi. Jika ada tanda-tanda bencana, masyarakat harus segera menjauh dari titik rawan untuk meminimalkan risiko,” pungkasnya.***

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa
Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola
Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah
Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan
Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin
Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas
Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah
DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:11 WIB

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:08 WIB

Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin

Berita Terbaru