SEKITARKITA.id – Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia (Wamensos) Agus Jabo Priyono memastikan pemerintah pusat siap mengalokasikan anggaran untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kesiapan tersebut akan direalisasikan setelah masa tanggap darurat bencana resmi dinyatakan berakhir. Pemerintah pusat, kata Agus Jabo, akan terlibat secara bertahap dan berjenjang sesuai mekanisme penanganan bencana nasional.
“Keterlibatan pemerintah pusat dimulai setelah masa tanggap darurat selesai. Pemkab Bandung Barat akan melakukan evaluasi dan asesmen sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Agus Jabo saat meninjau lokasi longsor Pasirlangu, Jumat (6/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agus menjelaskan, hasil asesmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan menjadi pijakan utama untuk menentukan kebutuhan pembangunan pascabencana, mulai dari hunian warga hingga infrastruktur dasar.
Apabila dalam proses tersebut Pemkab Bandung Barat mengalami keterbatasan anggaran maupun infrastruktur, penanganan akan ditingkatkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya, pemerintah pusat akan turun tangan jika provinsi juga menghadapi kendala.
“Kalau di Pemkab ternyata anggarannya dan infrastrukturnya tidak cukup, akan dinaikkan ke provinsi. Demikian juga kalau di provinsi masih ada masalah, pemerintah pusat akan mengambil peran,” tegasnya.
Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, lanjut Agus, mencakup berbagai aspek fundamental kehidupan masyarakat terdampak.
Pemerintah akan melakukan kajian mendalam terkait pembangunan rumah warga, sarana prasarana umum, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Mulai dari pembangunan rumah, apakah tetap di lokasi semula atau dilakukan relokasi, kemudian akses jalan, listrik, hingga jaringan air bersih akan dikaji secara detail,” jelasnya.
Kementerian Sosial RI tidak hanya terlibat pada fase tanggap darurat bencana, tetapi juga akan memberikan dukungan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan warga, khususnya bagi masyarakat yang telah menempati hunian tetap.
“Setelah rehabilitasi dan rekonstruksi, Kemensos juga akan memberikan bantuan lanjutan seperti lauk pauk dan isian rumah,” kata Agus.
Di akhir kunjungannya, Wamensos Agus Jabo Priyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan.
“Periode Desember sampai April memiliki risiko bencana yang cukup besar karena curah hujan sangat tinggi. Masyarakat harus terus waspada,” imbaunya.
Ia juga menekankan pentingnya mitigasi bencana dan deteksi dini, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.
“Kita harus waspada dan mampu memitigasi. Jika ada tanda-tanda bencana, masyarakat harus segera menjauh dari titik rawan untuk meminimalkan risiko,” pungkasnya.***
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








