SEKITARKITA.id – Ruas utama di Jalan Raya Cililin, tepatnya di Kampung Sukatani RT03/RW05, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami amblas parah akibat longsor pada Jumat malam 7 November 2025 lalu.
Kerusakan ini menimbulkan lubang besar di tengah badan jalan dan mengancam keselamatan warga serta mobilitas pengendara yang melintas setiap hari.
Dipantau melalui video yang diterima redaksi, pada Senin (10/11/2025) menunjukkan kondisi jalan yang nyaris putus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah badan jalan, tampak jurang menganga dan puluhan rumah warga berdiri di tepi tebing yang rawan runtuh bila hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Dedi (47), warga sekitar mengatakan, gorong-gorong di bawah jalan tersebut dibangun sejak tahun 1984 dan sudah beberapa kali mengalami kerusakan serupa.
Namun, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara.
“Sudah sering amblas, tapi cuma ditambal. Sekarang makin parah,” ujar Dedi kepada wartawan.
Hal serupa disampaikan pengendara yang melintas di lokasi. Ia mengaku harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang sangat berbahaya.
“Kalau salah injek saat melintas bisa ambruk, tidak ada rambu-rambu sama warga dipasang papan pembatas seadanya. Tujuannya biar pengendara lebih berhati-hati,” ujarnya pengendara yang enggan disebutkan namanya.
“Kami hanya berharap pemerintah Bandung Barat cepat tanggap memperbaiki. Jangan sampai ada korban dulu baru bergerak,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, menegaskan bahwa penanganan permanen jalan amblas tersebut bukan lagi menjadi kewenangan BPBD.
“Ini sudah masuk ranah teknis infrastruktur. Kami sudah berkoordinasi, dan ini menjadi tugas Dinas PUPR,” ujarnya kepada wartawan.
Merespons situasi genting itu, seolah saling tuding antara BPBD KBB dan Dinas PUPR KBB, pemerintah Desa Cililin bergerak cepat dengan mengirimkan surat resmi permohonan bantuan kepada Kementerian PUPR Wilayah IV.
Dalam surat bernomor 500/209-Pemdes, Kepala Desa Cililin Tedi Kusniadi meminta bantuan berupa tiga unit box culvert berukuran 80×100 untuk memperkuat struktur jalan di lokasi longsor.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Dinas PUTR Provinsi Jawa Barat, Kementrian PUPR wilayah IV dan Dinas PUPR KBB.
“Kami selaku Pemerintah Desa Cililin mengajukan permohonan bantuan (hibah) Box Culvert ukuran 80×100 sebanyak tiga unit untuk dipasang di lokasi longsor tersebut. Mohon dapat direalisasikan,” tulis Tedi Kusnaedi dalam suratnya dikutip sekitarkita.id.
Tedi menyebut, langkah cepat Pemdes dan warga menunjukkan bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi ancaman longsor ini.
Mereka menuntut tindakan nyata dari instansi teknis agar jalan penghubung vital tersebut segera diperbaiki.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.
Informasi sementara menyebutkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan utama lambatnya penanganan.
Dengan curah hujan yang diprediksi meningkat dalam beberapa pekan ke depan, warga berharap agar perbaikan dapat segera dilakukan.
Jika tidak, akses utama menuju Cililin bisa terputus, dan puluhan rumah warga di tepi jurang terancam ambruk.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








