[ad_1]
Jakarta, 24 Maret 2025 – Pertanian Menjadi Salah Satu Faktor Yang Berkontribusi Pada Deforestasi, Delangan Hiangnya 10% Tutupan Hutan Global Dalam Tiga Dekade Terakhir (Komisi Eropa, 2023). UNTUK MENGATASI HAL INI, UNI EROPA MENGADIRKAN REGULASI DEFORESTASI EU (EUDR) ATAU REGULASI ANTI DEFORESTASI UNTUK MEMASTITA RANTAI PASOK BERKELANJUTAN. Regulasi ini mewajibkan perausaan untuk memastikan Bahwa Bahan Baku Yang Mereka Gunakan Bebas Dari Deforestasi, Memverifikasi Kepatuhan Pemasok, Dan Mengimplementasikan Sistem Ketertelusuran. Awalnya, Regulasi ini Dijadwalkan Berlaku Mulai 30 Desember 2024, Tetapi Sebab Kompleksitas Pemetaan Rantai Pasok Dan Meningkatnya Protes Dari Publik, Tenggat Waktu Diperpanjang 12 Bulan. Berdasarkan Keutusan Dewan Dan Komisi Uni Eropa, Perusak Menengah Dan Besar Haru MEMATUHI Regulasi ini Paling Lambat 30 Desember 2025, Saat ini Usaha Kecil Dan Mikro Mempunyai Tenggat Hinggat 30 Juni 2026. Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu, Selain Itu 2026. Mengklasifikasikan Negara-Negara Berdasarkan Risiko DeForestasi, Ketentuan Khusus Khusus untuk Produk Berbasis Kayu (Berita Pajak, 2025).
Menurut Luca Fischer, Kepala Senior Pasar Indonesia Di KoltivaPenundaan Implementasi Eudr Menciptakan Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Perturahaan. “Jutaan Dolar Peraturanaan Menginvestasikan Jutaan Dolar untuk mempersiapkan rantai pasok mereka, sebab mereka lihat kepatuan sebagai keunjsgulan Kompetitif. Ketiba Kebijakan Ditunda, Munclah Ketiba Regulasi Ini Benar-Benar Akan Diterapkan. Belum Sepenuhya Siap untuk Mengurangi Risiko Ketidatpatuhan Dan Memastikan Transisi Yang Lebih Lancar, ”Jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Luca Menankan Bahwa Perausaan Perlu Berinvestasi Dalam Teknologi Ketertelusuran Yang Akurat Serta Memilisi Pemahaman Mendalam Tentang Rantai Pasok Mereka. “Administratif Kepatahuan Bukan Hanya Tantangan, Namun Sebuah Bolak-balik Yang Mengharuskan Perausaan untuk menerapkan Sistem ketertelusuran Yang Akurat Dan Strategi Mitigasi Risiko Efektif,”.
Sebagai PerTUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI Yang BerfOKUS PAYA KETERTELUSURAN DAN KERBERLANJUTAN, Koltiva telah Mengembangkangkan Berbagai Solusi untuk membrantu bisnis memenuhi persyaratan eudr. DENGAN KOMBINASI TEKNOLOGI BERBASIS DATA DAN KETERLIBATAN LANGSUNG DI LAPIMAN, KOLTIVA MEMBURU PERUSAHAAN UNTUK MEMETAKAN RANTAI PASOK SECARA MERYELURUH DAN MEMORTAN BAHWA BAHAN BABU TIBURE TIBURU AREA BERKORRUSI BAHAN BAHAN TIBURI TIBURUS TIBURI BAJURI.
Salah Satu Teknologi Utama Koltiva Adalah Koltitrace, Sebuah Platform Yang Memungkinkan Pemantauan Rantai Pasok Secara Genuine-Time Dari Hulu Mencapai Hilir. Luca Menjelaskan Bahwa SISTEM INI MEMUGKINKAN PERUSAHAAN MELAKukan PENILAIAN RISIKO, Mengidentifikasi titik rekan Dalam Rantai Pasok Mereka, Serta Mengembangkangki Strategi Mitigasi Yang Lebih Efektif. “Teknologi ini Tidak Hanya Membantu Perturahaan Memenuhi Regulasi, Namun MUGA Meningkatkan Transparansi Dan Membangun Kepercayaan Antara Pemasok, Petani, Dan Konsumen,” Katanya.
LUCA JUGA MERJELASKAN BAHWA TANTIGAN KEPATUHAN BBEBEDA BAGI PELAKU USAHA DI Hulu Dan Hilir. “Pelaku usaha di hulu hulu memetakan rantai pasok mereka secara langsung, untuk saat ini pelaku usaha di hilir hilir memperketat proses uji tunta mereka evaluasi risiko pemasok. Memenuh Persyaratan Sewingga telah banya produk Mereka Yang Lolos Sebagai Patuh eudr. Tetapi, Sekarang Mereka Memilisi Waktu untuk Mengttimalkan Proses Mereka. Mereka Perlu Mensari Cara untuk Mengtkotomatisi Pengumpulan Information, Memastikan Kepatuhan Secara Efektif, Dan Membangun Sistem Uji Tuntas Yang Lebih Andal. “
Selain Solusi Virtual, Verifikasi Langsung Di LaPangan Jaga Menjadi Elemen Kunci Dalam Memastika Kpatuhan Terhadap Eudr. Koltiva Mengahkan Tim Agronomis Yang Bekerja Langsung Delanan Petani Dan Pemasok Untuce Bahwa Standar Keberlanjutan Benar-Benar Diterapkan. Luca Menankan Bahwa Tanpa Pendekatan Ini, Perusak Beriisiko Hanya Hingga Administratif Administratif Tanpa Adanya Verifikasi Nyata Di Tingkat LaPangan. “Kami Yakin Bahwa Keberlanjutan Haru Bersifat Holistik, Bukan Sekadar Kewajiban. Keberlanjutan, ”Tambahnya.
Lebih Lanjut, Luca Menyoroti Bahwa Kepatuhan Terhadap Eudr Bukan Hanya Tentang Menghindari Sanksi, Namun Bua Tentang Mempertahankan Akses Pasar Dan Membangun Reputasi Lignaan Sebagai Bisnis Jang Bernis Bernis Bernis Bernis Bernis Langsa BERTANGAKAGAG JAGAGAJAN BERTANGAGAI Delangatnya Kesadaran Konsumen Terhadap ISU Deforestasi Dan Keberlanjutan, Perausahaan Yang Secara Proaktif Mengadadopsi Standar Keberlanjutan Akan Memilisi Daya Saing Yang Lebih Kuat. “Ke Depan, Transparansi Dan Ketertelusuran Akan Menjadi Faktor Kunci Dalam Memutuskan Keberlanjutan Bisnis Di Sektor Pertanian Dan Kehutanan,” Katanya.
Meski demikian Dengan jumlah besar Peraturanaan Masih Merasa Terbbani Oleh Regulasi ini, Luca Optimis Bahwa Daman Teknologi Dan Strategi Yang Tepat, Kepatauhan Terhadap Eudr Bisa Dicapai Tanpa Mengganggu Bisnis. “Tantangan ini dapat menjadi peluang andai kita mencoba memeriksa sebagai kesempatan untuk membara rantai pasok yang lebih efisien, transaran, dan berkelanjutan,” Pungkasnya.
BAGI BISNIS Yang Sedang Memperssiapkan Diri UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN EUDR, SOLUSI SEPERTI YANG DITAWIRAN OLEH KOLTIVA Majadi Langkah Strategis Dalam Mengelola Risiko Pend Global Parnutan Parnutan JangaJutan. Simak Diskusi Lengkap Bersama Luca Fischer Dalam Past Traceability Membicarakan Paling kekinian Yang Diselenggarakan Oleh Koltiva Di Https://www.koltiva.com/beyond-traceability-talks-vol2.
[ad_2]
Sumber: vritimes







