SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima melakukan sidak ke SPPG Padalarang Cipeundeuy (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima melakukan sidak ke SPPG Padalarang Cipeundeuy (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB  | SEKITARKITA.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspend selama 20 hari terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Keputusan tersebut diambil setelah muncul laporan puluhan siswa mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, penyebab pasti keluhan kesehatan para siswa hingga kini masih dalam pemeriksaan. BGN dan tim terkait belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi penyebab kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima, mengatakan suspend terhadap SPPG Padalarang mulai berlaku pada Senin (14/9/2026).

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima, sidak SPPG Padalarang usai puluhan siswa diduga keracunan pada Senin (14/9/2026).
Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima, sidak SPPG Padalarang usai puluhan siswa diduga keracunan pada Senin (14/9/2026).

“Kalau suspend, dari BGN sudah dilakukan. Jadi, per hari ini sudah suspend selama 20 hari ke depan. Suratnya juga sudah sampai kepada pihak SPPG,” kata Fauzan saat ditemui sekitarkita.id di SPPG Padalarang Cipendeuy, Senin (14/9/2026).

Selama masa suspend, pihak SPPG diminta melakukan evaluasi dan memperbaiki sejumlah persoalan yang ditemukan dalam pemeriksaan.

Tim Satgas MBG Bandung Barat bersama Dinas Kesehatan, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta sejumlah unsur terkait telah melakukan inspeksi ke dapur SPPG.

Baca Juga:  Update Gempa Garut 5,3 M Terasa sampai Bandung Barat

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa catatan terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP).

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima (foto: Abdul Kholilulloh)

Fauzan menyebut temuan tersebut terbagi dalam kategori mayor dan minor. Temuan mayor menjadi persoalan yang wajib diperbaiki sebelum dapur dapat kembali menjalankan operasional.

“Beberapa SOP belum maksimal dilakukan. Ada beberapa catatan, baik yang sifatnya mayor maupun minor. Mayor artinya wajib diperbaiki,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian tim pemeriksa adalah proses pencucian ompreng atau wadah makanan.

Menurut Fauzan, pencucian ompreng masih dilakukan di lokasi yang terpisah. Kondisi tersebut dinilai memiliki risiko terhadap aspek kebersihan dan kesehatan apabila tidak dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Salah satunya terkait pencucian ompreng yang masih dilakukan di tempat terpisah. Hal tersebut berisiko terhadap kesehatan dan kebersihan ompreng,” tuturnya.

Selain pencucian ompreng, tim juga menemukan beberapa catatan lain terkait penerapan SOP di lingkungan dapur SPPG.

Pihak pengelola kemudian diminta melakukan pembenahan terhadap seluruh temuan tersebut selama masa suspend berlangsung.

Di sisi lain, Satgas MBG Bandung Barat masih memantau kondisi siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Baca Juga:  Nucholish Madjid Terima Lifetime Achievement IKALUIN Jakarta Award 2024, Kang Ace Berikan Apresiasi untuk Alumni Berprestasi
Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima melakukan sidak ke SPPG Padalarang Cipeundeuy (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima melakukan sidak ke SPPG Padalarang Cipeundeuy (foto: Abdul Kholilulloh)

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan yang diterima Fauzan, terdapat 30 orang yang telah terkonfirmasi mengalami keluhan kesehatan dalam kejadian tersebut.

Lima orang di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sementara 25 korban lainnya masih menjalani perawatan di dua rumah sakit dan satu klinik.

Meski para siswa disebut mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG, hubungan langsung antara makanan tersebut dengan kondisi kesehatan para korban masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan.

Fauzan mengatakan makanan yang diduga dikonsumsi korban merupakan menu yang disajikan pada Rabu. Sementara keluhan kesehatan mulai muncul pada Jumat.

“Semua masih dalam pemeriksaan dari sisi kesehatan untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang akibat mengonsumsi menu MBG atau bukan,” katanya.

Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima bersama Dinkes KBB dan perangkat Kecamatan Padalarang melakukan sidak ke SPPG Padalarang Cipeundeuy (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima bersama Dinkes KBB dan perangkat Kecamatan Padalarang melakukan sidak ke SPPG Padalarang Cipeundeuy (foto: Abdul Kholilulloh)

Dengan adanya suspend tersebut, dapur SPPG Padalarang untuk sementara tidak menjalankan pelayanan seperti biasa.

Pihak pengelola diminta memanfaatkan masa penghentian operasional untuk memperbaiki seluruh temuan, khususnya yang masuk kategori mayor.

Setelah perbaikan dilakukan, evaluasi kembali akan menjadi salah satu pertimbangan sebelum operasional SPPG dilanjutkan.

Baca Juga:  Even Sepatu Roda Nasional Goyang Karawang Oven 2024

Fauzan menegaskan bahwa pengawasan terhadap dapur SPPG dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan MBG memenuhi standar keamanan dan kebersihan.

“Kami lebih fokus kepada dapur atau SPPG. Intinya, jangan sampai kejadian seperti ini kembali terjadi. Itu yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

Dengan langkah suspend dan evaluasi tersebut, BGN bersama Satgas MBG Bandung Barat berharap kualitas pengelolaan dapur SPPG dapat diperbaiki sehingga distribusi makanan program MBG tetap memenuhi standar keamanan pangan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran
Dinkes KBB Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Tak Tersedia
Tragis! Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Gudang Warung Sembako Bandung Barat
Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:57 WIB

Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 

Minggu, 13 September 2026 - 21:57 WIB

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Minggu, 13 September 2026 - 15:54 WIB

Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terbaru

Sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) malam. Foto: istimewa

Bandung Barat

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:57 WIB