KBB | SEKITARKITA.id – Komitmen memperluas akses dan kesempatan belajar bagi masyarakat kembali diwujudkan DPW Brigez Indonesia Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bandung Barat KBB.
Kerja sama tersebut ditandai dengan kembali dilaksanakannya Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait kesiapan kegiatan belajar mengajar Program Pendidikan Nonformal Kesetaraan SD, SMP, dan SMA Tahun Ajaran 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, bersama para peserta didik dan bertempat di Sekretariat DPD KNPI KBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Brigez Bandung Barat, Erid Sabtaginarya mengatakan, program pendidikan kesetaraan ini menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan belajar bagi masyarakat yang karena berbagai kondisi belum dapat menyelesaikan pendidikan melalui jalur formal.
“Melalui pendidikan kesetaraan, masyarakat diberikan ruang untuk kembali memperoleh hak dan kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi serta kualitas sumber daya manusia,” kata Erid Senin 14 September 2026.
Ia menyebut, pentingnya penguatan program pendidikan nonformal di Kabupaten Bandung Barat semakin relevan jika melihat indikator pendidikan daerah.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk KBB pada 2025 tercatat 8,34 tahun, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 8,24 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Bandung Barat pada 2025 mencapai 12,26 tahun.
Data tersebut, kata Erid, menunjukkan adanya perkembangan positif dalam sektor pendidikan. Namun, di sisi lain, masih terdapat tantangan untuk memastikan masyarakat dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Karena itu, keberadaan pendidikan nonformal dan program pendidikan kesetaraan menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan pada jenjang SD, SMP, maupun SMA.
“Konfederasi Pelajar Mahasiswa Brigez Indonesia Bandung Barat memandang persoalan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat,” jelasnya.
Organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai memiliki peran penting dalam mendorong terbukanya akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif.
“Kami ingin organisasi tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan pendidikan. Data RLS Kabupaten Bandung Barat menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan bersama untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan belajar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan SKB, kami ingin ikut membuka ruang tersebut,” ungkapnya.
Melalui MoU tersebut, Brigez Indonesia Kabupaten Bandung Barat dan SKB Kabupaten Bandung Barat berkomitmen mendukung kesiapan proses belajar mengajar Program Pendidikan Nonformal Kesetaraan Tahun Ajaran 2026.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata. Lebih dari itu, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan pendidikan kesetaraan juga diharapkan mampu membantu masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk mendapatkan kesempatan belajar kembali.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, program pendidikan nonformal diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung Barat.
“Kerja sama Brigez Indonesia dan SKB Bandung Barat menjadi salah satu bentuk nyata bahwa penguatan sektor pendidikan membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama dari berbagai elemen masyarakat,” tandasnya
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







