Soal THR, Buruh KBB Menjerit Jelang Idulfitri, FSPMI soroti Lemahnya Pengawasan Disnaker 

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.ID– Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerima banyak laporan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak sesuai aturan menjelang Idulfitri 1446 Hijriyah.

Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima sejumlah aduan dari pekerja mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan dalam pembayaran THR Lebaran 2025.

“Pertama, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dibuat-buat oleh perusahaan, dan kedua, masalah THR yang tidak sesuai aturan,” ujar Dede melalui sambungan seluler, Jumat (21/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

THR Tidak Dibayarkan Penuh dengan Alasan Order Sepi

Menurut Dede, berdasarkan regulasi yang berlaku, pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah. Namun, masih banyak perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban tersebut dengan berbagai alasan.

Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

“Ada beberapa pekerja yang mengadukan bahwa tunjangan hari rayanya tidak mencapai satu bulan gaji. Alasannya, perusahaan sepi order,” ungkapnya.

Selain permasalahan THR, kata Dede, FSPMI KBB juga menyoroti praktik PHK sepihak yang dilakukan oleh beberapa perusahaan menjelang Lebaran.

Baca Juga:  Laga persahabatan, Tim PWI KBB FC ditahan imbang Cikalongwetan FC 4-4

“Ada laporan PHK yang dibuat seolah-olah diada-adakan, dan dilakukan sebelum Lebaran. Pokoknya sebelum Lebaran mereka dipecat,” tambahnya.

Lemahnya Pengawasan Disnakertrans KBB

FSPMI KBB menilai lemahnya pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB menjadi salah satu faktor utama maraknya pelanggaran hak pekerja.

“Dalam hal ini, lemahnya pengawasan dan tidak adanya sanksi tegas dari pemerintah KBB membuat masalah ini terus berulang setiap tahun,” tegas Dede.

Ia menambahkan, jika pemerintah tegas dalam menangani keluhan pekerja dan menindak pelanggaran yang dilakukan perusahaan, maka kasus serupa tidak akan terus terjadi.

Posko Pengaduan THR Dinilai Tidak Maksimal

Dede juga menyoroti efektivitas posko pengaduan THR yang dibuka oleh Disnakertrans KBB. Menurutnya, minimnya sosialisasi membuat banyak pekerja tidak mengetahui keberadaan posko tersebut.

“Tidak semua buruh tahu ada posko pengaduan. Justru mereka lebih memilih mengadu ke teman-teman serikat,” tutupnya.

FSPMI KBB mendesak pemerintah dapat segera bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan terkait THR dan PHK, sehingga hak pekerja dapat terlindungi dengan baik.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Rilis humas FSPMI KBB

Berita Terkait

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029
Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga
Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas
Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:58 WIB

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:25 WIB

Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:24 WIB

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:58 WIB

Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

Berita Terbaru