Polres Cianjur Mendesak BKSDA Jawa Barat Secepatnya Merelokasi Buaya dari Kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan

- Penulis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

{Peristiwa}, SekitarKita.id – Polres Cianjur, Jawa Barat mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat untuk secepatnya relokasi buaya dari Kampung Gunung Calung Kawasan Jebrod Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, mengingat kondisi cuaca sudah memasuki musim penghujan.

Diberitakan sebelumnya tembok dinding penangkaran buaya di kmpung tersebut jebol akibat diguyur hujan deras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya sejumlah buaya dari penangkaran milik Pujianto atau Ko Nuyan kabur ke pemukiman penduduk dan persawahan di sekitar lokasi penangkaran, Rabu, 2 Oktober 2024 malam.

Tetapi buaya yang kabur sebanyak 5 ekor Buya dari sebanyak 80 ekor Buya bisa ditangkap kembali dan diamankan di sebuah Penngkaran di Sukabumi.

Kaburnya buya jenis Buya muara itu, sempat menggemparkan Cianjur dan viral di media sosial (medsos) baik Instagram, tiktok maupun fb.

Kapolres Cianjur AKBP Rohman Yonky Dilatha, saat dikonfirmasi jurnalis belum lama ini, membenarknlan, pihaknya mendesak pemilik penangkaran buaya dan BKSDA Jabar agar secepatnya merelokasi buaya tersebut, dari tempat penangkarannya mengingat kondisi cuaca untuk saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan.

Baca Juga:  Jaenal Aripin segera Dilantik DPRD Jabar, 'Fokus Program Prioritas'

Menurutnya yang khawatirkan di musim penghujan ini, bisa memicu kembali jebolnya dinding dengan begitu terjadi lagi buaya-buaya lepas dari tempatnya.

“Tentunya kita harus segera mengambil langkahnya preventif, supaya kekhawatiran itu tidak tejadi,” ungkap AKBP Rohman Yonky Dilatha.

Dikatakan AKBP Yonky Dilatha, sampai untuk saat ini pemilik lahan dan pihak BKSDA telah dimintai keterangan.

Sedangkan permintaan untuk merelokasi tempat tersebut sudah diungkapkan kepada pihak-pihak keterkaitan.

Untuk itu, pihaknya mendesak untuk secepatnya dilakukan relokasi atas buaya-buaya tersebut.

Disebutkan pihaknya pihaknya juga saat iini tengah meneliti seluruh dokumen perizinan, mengingat lokasi penangkaran tersebut tidak jauh dari kawasan permukiman penduduk.

“Sepanjang ini, memang masih didalami, ya. Termasuk yang soal surat berita acara penitip perawatan satwa dilindungi,” terangnya.

Pihaknya juga telah ditempatkan personel keolisian di lokasi penangkaran dan enviornment sekitarnya.

Begitu juga, radius zona berbahaya diperluas dengan pemasangan garis polisi.

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru