Puluhan Anggota DPRD KBB Bolos Paripurna LKPJ, BK: Memalukan dan Cederai Marwah Lembaga

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Gedung DPRD Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Ketidakhadiran puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam rapat paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati menuai sorotan tajam publik.

Rapat strategis tersebut sejatinya dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, Sekretaris Daerah, hingga jajaran kepala dinas.

Namun, absennya sedikitnya 21 anggota dewan justru dinilai mencoreng citra dan marwah lembaga legislatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD KBB, Koswara, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menegaskan BK tidak akan tinggal diam dan tengah melakukan pendalaman terkait ketidakhadiran para legislator.

Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tuai sorotan Selasa (31/3/2026), foto: Abdul Kholilulloh
Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tuai sorotan Selasa (31/3/2026), foto: Abdul Kholilulloh

“Kami terus berkomunikasi dengan pimpinan DPRD menyikapi paripurna kemarin, terutama terkait ketidakhadiran sejumlah anggota. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Koswara, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, dalam rapat tersebut kehadiran anggota Panitia Khusus (Pansus) VIII tercatat lengkap. Namun, sejumlah anggota lain diketahui tidak hadir dengan berbagai alasan, termasuk agenda partai.

Meski begitu, Koswara menilai alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan bahwa rapat paripurna merupakan forum resmi dan memiliki kedudukan penting dalam mekanisme pemerintahan daerah.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

“Paripurna adalah rapat istimewa. Semua anggota dewan wajib hadir, tidak hanya yang tergabung dalam pansus. Tidak ada pembenaran untuk tidak hadir,” tegasnya.

Sebagai lembaga yang bertugas menjaga kode etik, BK DPRD KBB akan menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil anggota yang mangkir untuk dimintai klarifikasi.

Gedung DPRD Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Gedung DPRD Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami akan mengundang rekan-rekan dewan yang tidak hadir untuk dimintai keterangan. Harus jelas alasannya, apakah bisa diterima atau tidak,” katanya.

Koswara menjelaskan, BK masih dapat mempertimbangkan ketidakhadiran jika disebabkan oleh kondisi mendesak, seperti urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, jika tanpa alasan kuat, hal tersebut akan menjadi catatan serius dalam penegakan etik.

Ia juga menyoroti alasan kegiatan partai yang dinilai seharusnya dapat diantisipasi. Menurutnya, agenda partai masih bisa diwakilkan, berbeda dengan kewajiban menghadiri rapat paripurna.

“Paripurna jauh lebih penting. Kegiatan partai bisa diwakilkan, tapi kehadiran di paripurna adalah kewajiban utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koswara menekankan bahwa BK tidak hanya berperan sebagai pemberi sanksi, tetapi juga mengedepankan pendekatan pembinaan dan dialog antaranggota dewan.

Baca Juga:  Prabowo Usai Hadiri APEC 2024: Jaga Perdagangan Bebas, Adil, Teratur

Meski demikian, ia berharap peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh anggota DPRD KBB agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah rakyat.

“Kami tidak ingin kejadian memalukan seperti ini terulang kembali. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, rapat paripurna LKPJ yang sempat mengalami penundaan berulang kali baru dimulai sekitar pukul 16.30 WIB.

Namun suasana sidang dinilai jauh dari kesan serius lantaran banyaknya kursi kosong yang mendominasi ruang rapat.

Situasi semakin menjadi sorotan ketika di tengah jalannya sidang, Ketua Komisi III, Pither Tjuandys, terlihat meninggalkan ruang rapat sebelum agenda selesai.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen wakil rakyat dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Publik pun menilai fenomena ini bukan sekadar persoalan absensi, melainkan mencerminkan problem mendasar dalam kinerja lembaga legislatif di daerah.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 
Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Berita Terbaru