SEKITARKITA.id — Sebuah pohon mahoni raksasa tumbang dan menimpa bangunan rumah yang juga berfungsi sebagai kantor Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) 1987 DPD Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi tepatnya di jalan Cihapit no.23, RT004/RW001, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (11/12/2025) pagi.
Insiden ini menuai sorotan lantaran warga mengaku telah berulang kali melapor, namun respons dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung dinilai lambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pohon mahoni berusia lebih dari seratus tahun dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameter mencapai satu meter itu roboh secara tiba-tiba saat Bandung tengah dilanda hujan berintensitas tinggi.
Usia pohon yang sudah renta diduga menjadi penyebab utama tumbangnya batang besar tersebut.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan berat pada bangunan rumah dan dua unit mobil yang terparkir di halaman.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Nilai kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Suara dentuman keras saat pohon tumbang sempat membuat warga sekitar panik dan langsung berhamburan keluar rumah untuk melihat kondisi sekitar.
Pemilik rumah, Muhammad Bobby Nugraha (26), mengungkapkan bahwa kondisi pohon sudah lama menunjukkan tanda miring dan membahayakan.
Ia mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada dinas terkait, namun belum menerima tindak lanjut hingga akhirnya kejadian ini tak terhindarkan.
“Saya sudah lapor lebih dari sekali. Kondisinya memang sudah miring dan mengkhawatirkan. Sayangnya belum ada tindak lanjut sampai akhirnya kejadian ini terjadi,” ujar Boby kepada SEKITARKITA.id.
Akibat tumbangnya pohon tersebut, pagar, kanopi, dan sebagian atap rumah mengalami kerusakan parah. Dua mobil yang tertimpa juga mengalami kerusakan meski tidak separah bangunan utama.
“Kalau kerugian ditaksir ratusan juta rupiah, kerusakan tembok depan dan mobil belum juga atap rumah,” ujarnya.
Sesaat setelah pohon tumbang, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar) Kota Bandung dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses pemotongan batang pohon memakan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang sangat besar dan posisinya menimpa struktur bangunan.
Kabid Penyelamatan Diskar Kota Bandung, Imanuel, menyebutkan bahwa pihaknya mengutamakan keamanan selama proses evakuasi.
“Kami mengutamakan keamanan agar tidak menambah kerusakan pada bangunan maupun risiko bagi warga,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Kejadian ini menambah daftar insiden pohon tumbang di Kota Bandung selama musim hujan. Sorotan publik kini tertuju pada lambatnya respons DPKP terhadap laporan warga terkait pohon-pohon tua yang berisiko tumbang.
Warga berharap adanya evaluasi cepat, pendataan ulang pohon-pohon besar di kawasan padat penduduk, serta respons yang lebih sigap agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Editor : Abdul Kholilulloh








