[ad_1]
TikTok sedang mempersiapkan versi kedua dari kode algoritmanya untuk 170 juta penggunanya di AS, lapor Reuters. Menurut berbagai sumber yang berbicara dengan agensi itu, upaya pemisahan kode itu berawal akhir tahun lalu, sebelum rancangan undang-undang yang disetujui Kongres yang menginginkan ByteDance menjual bisnisnya di AS atau dilarang di negara itu.
Pemilik media sosial itu awalnya menolak berkomentar, tetapi kemudian, sebuah pernyataan diposting di X, menyampaikan bahwa cerita itu “menyesatkan juga secara faktual sepertinya tidak akurat” tanpa memberikan informasi lebih lanjut tentang apa yang sebetulnya tidak akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan itu mengklaim ratusan insinyur ByteDance juga TikTok di AS juga Tiongkok diperintahkan untuk mulai memisahkan “jutaan baris kode”. Tujuannya yaitu untuk membuat foundation kode terpisah yang independen dari sistem yang digunakan oleh Douyin – platform kembar TikTok di Tiongkok.
Kompleksitas tugas ini digambarkan sebagai “pekerjaan kotor” yang membosankan, juga mungkin saja memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk menyelesaikannya. Setiap baris kode harus segera ditinjau untuk menyelesaikan apakah baris itu bisa dimasukkan ke dalam foundation kode Amerika Serikat, sesuai dengan persyaratan hukum.
Setelah proyek ini selesai, TikTok Amerika Serikat akan menjalankan juga memelihara algoritme rekomendasinya secara independen terhadap aplikasi TikTok di wilayah lain. Tetapi, perusahaan menyadari bahwa platform itu mungkin saja sepertinya tidak bisa memberikan tingkat kinerja yang sama, sebab untuk saat ini mereka mengandalkan insinyur ByteDance di Tiongkok untuk memperbarui juga memelihara foundation kode guna memaksimalkan keterlibatan pengguna.
[ad_2]
gsmarena








