Rumah Warga di Padalarang Ambruk Diterjang Hujan dan Angin, Penghuni Mengungsi

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menunjukan kondisi rumah Endang pasca ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Warga menunjukan kondisi rumah Endang pasca ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id | Sebuah rumah milik warga di Kampung Pos Kulon RT02/RW04, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kerusakan parah setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang, Jumat (3/4/2026).

Pemilik rumah, Endang (54), mengungkapkan peristiwa tersebut bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Padalarang sejak Kamis (2/4/2026) malam hingga dini hari.

“Terjadinya malam Jumat sekitar pukul 03.00 WIB, atap genteng bergeser karena angin. Lalu Jumat pagi sekitar jam 09.00 WIB, atap langsung ambruk,” ujar Endang saat ditemui di lokasi, Sabtu (4/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi atap rumah yang sudah lapuk menjadi salah satu penyebab utama ambruknya bangunan tersebut. Material genteng dan kayu yang roboh menimpa sebagian ruang kamar tidur serta ruang makan.

Rumah milik Endang warga Kampung Pos Kulon RT02/RW04, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)
Rumah milik Endang warga Kampung Pos Kulon RT02/RW04, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Saat peristiwa terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena anggota keluarga sedang berada di luar.

“Saya lagi ambil kopi, pas lihat ke kamar sudah ambruk, kasur tertutup material kayu. Untungnya tidak ada orang di dalam,” jelasnya.

Baca Juga:  Evaluasi Pasca Pilkada, DPC PDIP KBB Rombak Struktur, Hengky Kurniawan Pindah ke Jabar

Endang memperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Rumah berukuran 5×8 meter itu dihuni dua kepala keluarga dengan total lima jiwa.

Ia juga mengaku sebelumnya sudah mengajukan bantuan program rumah tidak layak huni (rutilahu), namun hingga kini belum terealisasi.

Warga menunjukan kondisi rumah Endang pasca ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)
Warga menunjukan kondisi rumah Endang pasca ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)

“Sebelumnya sudah ada firasat karena atap bolong. Saya sudah ajukan rutilahu, tapi belum ada realisasi sampai akhirnya ambruk,” katanya.

Saat ini, Endang bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang tidak lagi aman untuk ditempati. Untuk sementara, bagian atap yang rusak hanya ditutup menggunakan terpal.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera merealisasikan bantuan rutilahu, mengingat dirinya tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri.

Endang pemilik rumah meratapi rumahya pasca ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)
Endang pemilik rumah meratapi rumahya pasca ambruk bagian atap (foto: Abdul Kholilulloh)

“Untuk makan sehari-hari saja pas-pasan. Penghasilan dari narik sampah paling Rp150 ribu sekali angkut, seminggu dua kali,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW04, Tedi Ridwan, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa Kertamulya.

Menurut Tedi, pengajuan bantuan rutilahu sebenarnya sudah dilakukan, namun masih terkendala regulasi dan keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  Awali tahun 2024, Pj Bupati Arsan Latif ajak ASN Bandung Barat lebih disiplin dalam bekerja

“Sudah diajukan, tapi dari desa bilang belum ada anggaran rutilahu tahun 2026 ini,” ujarnya.

Ketua RW04, Tedi Ridwan saat ditemui dilokasi (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua RW04, Tedi Ridwan saat ditemui dilokasi (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menambahkan, terdapat tiga rumah di wilayahnya yang masuk dalam kategori tidak layak huni dan telah diajukan dalam program tersebut. Namun, upaya swadaya masyarakat belum bisa dilakukan karena dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial.

“Bukan tidak mau swadaya, tapi ada beberapa rumah lain yang kondisinya juga hampir ambruk. Takut terjadi kesalahpahaman,” jelasnya.

Pihaknya kini masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah desa hingga tingkat kecamatan dan kabupaten. Tedi berharap program rutilahu segera direalisasikan agar warga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya.

“Mudah-mudahan segera terealisasi, bukan hanya rumah Pak Endang, tapi juga warga lain yang kondisinya memprihatinkan,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029
Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga
Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas
Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:58 WIB

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:25 WIB

Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:24 WIB

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:58 WIB

Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

Berita Terbaru