Sadis!! Gerbang di Las Ahli Waris, Ratusan Siswa SDN Bunisari Bandung Barat Terlantar

- Penulis

Senin, 8 Agustus 2022 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Siswa SDN Bunisari, Desa Gedobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB terlantar, ahli waris segel dan las gerbang lantaran sengketa lahan (foto: Abdul)

i

Ratusan Siswa SDN Bunisari, Desa Gedobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB terlantar, ahli waris segel dan las gerbang lantaran sengketa lahan (foto: Abdul)

Bandung Barat, SekitarKita.id – Ratusan siswa SD Negeri Bunisari, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terlantar lantaran sekolah tempatnya belajar disegel pihak ahli waris atas nama Nana Rumantana.

Pasalnya, tanpa pemberitahuan yang jelas gerbang masuk sekolah ditutup dan dilas. Bahkan, disamping gerbang tersebut tertera Surat Keterangan Kepala Desa dengan Nomor: 100/387/2008.DS/IX/Pem.

Dalam DK tersebut tertulis, berdasarkan akta jual beli nomor 73/Pdl/1970 tanggal 20 Januari 1970 yang dikeluarkan oleh PPATS/ Camat Padalarang Sutisna Ariana, SH. Bahwa objek tanah seluas kurang lebih 700 M² Nomor Pasal 89 Kelas D II Nomor Cohir 1390 Blok Cimareme, dengan batas sebelah utara, SDN Bunisari, sebelah timur solokan, sebelah selatan Usup, sebelah barat, Winata. Objek tanah tersebut sampai saat ini adalah milik Nana Rumantana dan bukan tanah aset milik Pemerintah Desa Gadobangkong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang orang tua siswa, Tarmini mengaku pihaknya kecewa lantaran hari pertama masuk sekolah anak-anak tidak bisa masuk sekolah.

Baca Juga:  Laporan Harta Kekayaan Rp1 Triliun,  Raffi Ahmad Akui Pernah Bayar Cicilan Rp2 Miliar per Bulan

“Tidak ada informasi atau pemberitahuan sebelumnya. Sedih juga, kasihan juga sama anak-anak mereka baru masuk,” katanya kepada wartawan, Senin 8 Agustus 2022.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah, SD Negeri Bunisari, Rita Rosita Fadilah mengaku, dirinya baru menjadi kepala sekolah tahun ini, namun sudah terjadi lagi penggembokan gerbang sekolah.

Ia menuturkan, dulu sebelum dimerger dengan SD Negeri Bunisari, SD Negeri Langensari tersebut sempat juga digembok.

“Tahun-tahun terdahulu juga sempat terjadi penggembokan,” katanya saat ditemui.

Ia berharap, dengan kembali terjadinya penggembokan ini ada langkah yang bisa dilakukan Disdik KBB, khususnya untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan masalah pribadi.

“Karena masalah ini berhubungan dengan masalah pribadi. Jadi, ke depan kami berharap kegiatan sekolah ini berjalan dengan kondusif menata ruang atau sekolah di SDN Bunisari,” ujarnya.

Ia mengaku, sementara ini pihaknya belum bisa melakukan penataan dan pembenahan sekolah yang sebelumnya merupakan SD Negeri Langensari.

“Kita saat ini belum bisa mengecat dan memperbaiki tembok karena dikhawatirkan kejadian ini terulang lagi seperti yang saat ini terjadi,” tuturnya.

Baca Juga:  Update ! Kecelakaan kereta Feeder Whoosh di KBB, Polisi sebut 4 orang meninggal dunia

“Makanya, tembok-tembok yang sudah rapuh kami biarkan saja, karena posisinya masih bermasalah,” terangnya.

Ia menilai, seharusnya ada tindakan lebih lanjut dari awal lantaran penggembokan tersebut sudah dilakukan beberapa kali.

“Kalau tidak salah sudah tiga kali ada penggembokan ini. Itu berdasarkan kabar,” ucapnya.

Disinggung solusi untuk para siswa, ia menyebut, untuk saat ini pihaknya bakal tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Anak-anak tetap belajar karena mereka memiliki hak, terlebih sekarang sudah memasuki PTM 100 persen,” sebutnya.

Sebagaimana arahan dari Kasi Kelembagaan dan Sarpras Disdik, KBM bisa tetap berjalan meski anak-anak harus masuk melewati kantor guru.

“Namun, apabila ada hal yang seperti ini terjadi lagi kami serahkan pada Disdik KBB,” ucapnya.

Ia menambahkan, kemungkinan efektif belajar bisa dilakukan esok hari, karena pihaknya hari ini harus berembug dengan para guru untuk teknis pembelajaran yang akan dilakukan.

“Karena kalau lewat gerbang sekolah itu tidak mungkin karena digembok. Bahkan dilas,” pungkasnya.***(Abdul)



Penulis : Abdul Kholilulloh 

Editor : Abdul Kholilulloh

Berita Terkait

Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia
Ketua Viking Tobias Ungkap Alasan Dukung Portugal: Ronaldo Layak Raih Trofi Piala Dunia
Pimpin KONI KBB, Tobias Ditantang Bupati Jeje Ritchie Raih Prestasi di Porprov Jabar 2026
KONI KBB Resmi Dilantik, Tobias Ginanjar Targetkan Tembus 6 Besar Porprov Jabar 2026
Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan
Hari Jadi ke-19: Djamu Kertabudi Kupas Perjalanan Panjang Lahirnya Bandung Barat
Ajang Pembinaan Atlet Voli Putri KBB, DPRD Cup Series 2 Antar Ngamprah Raih Trofi Juara
Panitia Bungkam, Warga Pertanyakan Selisih Suara dan Kejanggalan DPT dalam Pemilihan BPD Singajaya Cihampelas

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:09 WIB

Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

Ketua Viking Tobias Ungkap Alasan Dukung Portugal: Ronaldo Layak Raih Trofi Piala Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:58 WIB

Pimpin KONI KBB, Tobias Ditantang Bupati Jeje Ritchie Raih Prestasi di Porprov Jabar 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:53 WIB

KONI KBB Resmi Dilantik, Tobias Ginanjar Targetkan Tembus 6 Besar Porprov Jabar 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:34 WIB

Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan

Berita Terbaru