Hari Jadi ke-19: Djamu Kertabudi Kupas Perjalanan Panjang Lahirnya Bandung Barat

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 menjadi momentum untuk mengenang perjuangan panjang lahirnya daerah otonom baru yang resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007.

Pemerhati pemerintahan daerah, Djamu Kertabudi, mengungkapkan bahwa banyak pihak yang saat ini mengaku sebagai pejuang pemekaran Kabupaten Bandung Barat.

Hal itu bermula dari pertanyaan salah seorang tokoh pemuda asal Cililin yang menanyakan siapa saja sosok yang berperan dalam perjuangan hingga KBB resmi terbentuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Djamukertabudi, dirinya terlibat langsung dalam proses awal perumusan penataan wilayah Kabupaten Bandung saat menjabat sebagai Asisten Tata Praja di Pemerintah Kabupaten Bandung.

Pemerhati pemerintahan daerah, Djamu Kertabudi (foto: Abdul Kholilulloh)
Pemerhati pemerintahan daerah, Djamu Kertabudi (foto: Abdul Kholilulloh)

“Saat itu saya menangani penyaluran aspirasi masyarakat di bidang administrasi pemerintahan dan ikut terlibat dalam penyusunan rencana penataan wilayah bersama sejumlah perguruan tinggi,” kata Djamu yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina P4KBB, pada keterangan yang diterima redaksi, Selasa 16 Juni 2026.

Proses tersebut kemudian berlanjut bersama para pejuang pemekaran yang dipimpin Kang Endang Anwar melalui pembahasan dengan DPRD Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat dan DPR RI.

Baca Juga:  Masyarakat Luas Sambut Positif Lagu Indonesia Raya Berkumandang Bersamaan di Televisi

Empat Kelompok Pejuang Pemekaran Kabupaten Bandung Barat

Related Posts

Djamu menjelaskan, perjuangan pembentukan Kabupaten Bandung Barat melibatkan empat kelompok utama.

“Pertama, tokoh pejuang pemekaran. Kedua, para pejuang dari berbagai elemen masyarakat, ketiga, para pendukung yang berasal dari unsur politikus dan birokrasi. Keempat, masyarakat luas yang ikut terlibat langsung dalam berbagai aksi dan gerakan dukungan,” jelasnya.

Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)
Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

“Khusus tokoh pejuang pemekaran, Bupati Bandung Barat pertama, almarhum Abubakar, pernah memberikan penghargaan kepada sekitar delapan orang yang dinilai berjasa dalam perjuangan pembentukan KBB,” sambungnya.

Dikatakan Djamu, beberapa nama yang menerima penghargaan tersebut di antaranya Endang Anwar, Bahrudin, Ade Ratmaja, Helmy, Zaenal Abidin, dan Asep Suhardi Ado.

Dosen Universitas Nurtanio Bandung itu menyebut, nama-nama tersebut merupakan usulan dari Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) yang dipimpin Endang Anwar.

Baca Juga:  Kang Ace Gelar Sunatan Massal Eklusif, Diikuti oleh Ribuan Anak dari Dua Kabupaten 

Dalam perjalanannya, kata dia, proses pemekaran Kabupaten Bandung Barat tidak lepas dari berbagai dinamika.

Saat Pemerintah Kabupaten Bandung berencana melakukan penelitian bersama perguruan tinggi, langkah tersebut sempat mendapat penolakan dari KPKBB karena mereka telah menyiapkan hasil kajian sendiri.

Padahal, sesuai ketentuan, penelitian pemekaran daerah wajib dilakukan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mendapat dukungan masyarakat.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, Djamukertabudi mengaku membentuk Forum Masyarakat 14 Kecamatan (F14) yang bertugas memberikan rekomendasi dukungan terhadap penelitian pemekaran.

Dokumen rekomendasi tersebut, lanjut dia, hingga kini masih tersimpan dalam arsip KPKBB. Namun, dinamika politik yang terjadi kala itu memunculkan anggapan bahwa pembentukan F14 merupakan bentuk penolakan terhadap pemekaran.

“Padahal, langkah itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku agar proses pemekaran dapat berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Berawal dari Kebijakan Gubernur Jawa Barat

Wacana pemekaran Kabupaten Bandung sebenarnya telah muncul sejak terbitnya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 30 Tahun 1990 tentang penataan wilayah.

Kendati itu, langkah konkret baru dilakukan setelah terbit surat Gubernur Jawa Barat Nomor 135/2655/Otda pada tahun 1998 yang ditujukan kepada Bupati Bandung terkait penelitian pemekaran wilayah.

Baca Juga:  Antisipasi Bencana, Kepala BPBD KBB Dorong Kajian Akademis Soal Sesar Lembang

“Surat tersebut menjadi dasar bagi Bupati Bandung saat itu, H.U. Hatta Djatipermana, untuk mulai menyosialisasikan rencana pembentukan Kabupaten Bandung Barat kepada masyarakat di wilayah Bandung bagian barat bersama Endang Anwar dan rekan-rekannya,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2000, pergantian kepemimpinan dari H.U. Hatta Djatipermana kepada H. Obar Sobarna membuat proses pemekaran mengalami berbagai hambatan.

Kondisi tersebut mendorong KPKBB bersama berbagai elemen masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa ke Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Dalam Negeri, hingga DPR RI.

Selain aksi massa, perjuangan juga dilakukan melalui berbagai audiensi di setiap tingkatan pemerintahan.

“Upaya panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan lahirnya Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah otonom baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007,” terang Djamu.

Di usia ke-19 tahun, Djamukertabudi berharap Kabupaten Bandung Barat dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sudah tiba waktunya, sesuai dengan masanya, Kabupaten Bandung Barat berdiri kokoh dan masyarakatnya senantiasa sejahtera,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Rilis

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta
Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa
Kisah Pilu Pelajar di Cililin Bandung Barat, Berangkat Sekolah Harus Naik Rakit Bambu
Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 
Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter
Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan
Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 
Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Kisah Pilu Pelajar di Cililin Bandung Barat, Berangkat Sekolah Harus Naik Rakit Bambu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terbaru