Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akses sulit dilalui roda empat, warga terpaksa evakuasi pasien sakit menggunakan tandu menuju Ambulance di 
Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB (foto: tangkapan layar video viral)

i

Akses sulit dilalui roda empat, warga terpaksa evakuasi pasien sakit menggunakan tandu menuju Ambulance di Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB (foto: tangkapan layar video viral)

SEKITARKITA.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan sakit diusung menggunakan tandu darurat oleh warga mendadak viral di media sosial.

Rekaman tersebut membuka kembali persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), yakni minimnya akses jalan menuju permukiman warga.

Belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi di Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga bergotong royong membawa seorang perempuan menggunakan tandu ambulans sederhana yang diikat menggunakan tali tambang dan bambu.

Akses sulit dilalui roda empat, warga terpaksa evakuasi pasien sakit menggunakan tandu menuju Ambulance di Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB (foto: tangkapan layar video viral)
Akses sulit dilalui roda empat, warga terpaksa evakuasi pasien sakit menggunakan tandu menuju Ambulance di
Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB (foto: tangkapan layar video viral)

Perempuan tersebut diketahui bernama Rina Fitri Yulianti (39), yang terpaksa ditandu menuju titik lokasi ambulans karena kendaraan medis tidak dapat menjangkau rumahnya.

Ketua RW 03, Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi.

“Betul, kejadiannya kemarin pagi. Ada warga saya yang sakit terpaksa digotong sampai parkiran ambulans,” kata Setiawan kepada wari, Selasa (16/6/2026).

Related Posts

Menurutnya, Rina baru menjalani operasi sekitar sepekan lalu dan dijadwalkan menjalani kontrol lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu pekan ini.

Baca Juga:  NasDem KBB Rayakan HUT ke-14: Konsisten Membawa Arus Perubahan di Momen Hari Pahlawan Nasional 2025
Akses sulit dilalui roda empat, warga terpaksa evakuasi pasien sakit menggunakan tandu menuju Ambulance di Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB (foto: tangkapan layar video viral)
Akses sulit dilalui roda empat, warga terpaksa evakuasi pasien sakit menggunakan tandu menuju Ambulance di
Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat KBB (foto: tangkapan layar video viral)

Namun, kondisi kesehatannya mendadak memburuk lantaran jahitan pascaoperasi diduga kembali terbuka, sehingga ia harus segera dibawa ke rumah sakit.

“Harusnya Rabu besok kontrol, tapi katanya jahitannya kebuka lagi, jadi kemarin pagi itu dibawa lagi ke rumah sakit,” ujarnya.

Ambulans Tak Bisa Masuk 

Buruknya akses jalan menuju permukiman menjadi penyebab utama ambulans tidak dapat mencapai rumah pasien.

Akibatnya, warga harus menggunakan tandu darurat untuk membawa Rina menyusuri jalan setapak hingga area dekat rel kereta api.

Setelah menempuh jarak lebih dari 500 meter, pasien akhirnya tiba di lokasi ambulans yang terparkir di sekitar Stasiun Sasaksaat.

“Jadi ditandu itu karena memang ke sini enggak bisa diakses ambulans. Ditandunya itu sekitar 500 meter lebih menuju ambulans,” jelas Setiawan.

Setiawan mengungkapkan, keterbatasan akses jalan sudah lama menjadi persoalan yang dihadapi warga Kampung Cipicung.

Setiap kali terjadi kondisi darurat medis, warga kerap bergantung pada tenaga gotong royong untuk mengevakuasi pasien.

“Jadi ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga sudah sering. Apalagi kalau ada warga yang mau melahirkan, ambulans enggak sampai sini, jadi harus digotong,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Jeje Dukung APH Usut Pejabat yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi

Warga mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan akses jalan agar kendaraan roda empat, termasuk ambulans, dapat menjangkau permukiman mereka.

Namun hingga kini, harapan tersebut belum juga terealisasi.

“Sudah diajukan supaya mobil bisa masuk, tapi belum sampai sekarang. Mudah-mudahan ke depannya ada solusi,” tandas Setiawan.

Viralnya video pasien yang ditandu sejauh ratusan meter ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.

Di tengah gencarnya pembangunan dan perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19, masih ada warga yang harus mempertaruhkan keselamatan hanya karena akses jalan belum memadai.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses layanan kesehatan, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Bandung Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hati Ibu Mana Tak Hancur, Rika Dikirimi Video Anaknya Bersimbah Darah di Bandung Barat 
Komisi IV DPRD KBB Sidak Pabrik Kapur yang Viral Disorot Dedi Mulyadi, Ini Temuannya
Jelang Musda V Golkar KBB, Pendaftaran Calon Ketua Resmi Dibuka hingga 1 Agustus 2026
Bangkitkan Seni Religi LASQI, Bupati KDS: Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Festival Qasidah Nasional
Sadis! Pria di Bandung Barat Diduga Aniaya Anak Kandung, Dalih Agar Istri Kembali
Tiga Jongko Pedagang di Pasar Barukai Hancur Diterpa Angin Helikopter, SPN Polda Jabar Siap Ganti Rugi 
Asep Dendih Resmi Menjabat Kadishub Bandung Barat, Plt Kadisdik: Sosok Teladan bagi Kami
Pemkab Bandung Barat Lantik 112 Kepsek, Disdik Targetkan Kekosongan Jabatan Tuntas Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Hati Ibu Mana Tak Hancur, Rika Dikirimi Video Anaknya Bersimbah Darah di Bandung Barat 

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Komisi IV DPRD KBB Sidak Pabrik Kapur yang Viral Disorot Dedi Mulyadi, Ini Temuannya

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:20 WIB

Jelang Musda V Golkar KBB, Pendaftaran Calon Ketua Resmi Dibuka hingga 1 Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:09 WIB

Bangkitkan Seni Religi LASQI, Bupati KDS: Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Festival Qasidah Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:08 WIB

Sadis! Pria di Bandung Barat Diduga Aniaya Anak Kandung, Dalih Agar Istri Kembali

Berita Terbaru