[ad_1]
Making an investment.com– Indeks saham berjangka AS naik pada transaksi malam hari Minggu, pulih sedikit dari penurunan tajam minggu lalu karena kekhawatiran konflik Iran-Israel memukul sentimen risiko, sementara musim laporan laba kuartal pertama dimulai dengan catatan buruk.
Tanda-tanda inflasi AS yang kaku juga menyebabkan sebagian besar investor mengabaikan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada paruh pertama tahun 2024, sehingga memberikan prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
naik 0,3% menjadi 5,183.50 poin, sementara naik 0,3% menjadi 18,240.25 poin pada 19:57 ET (23:57 GMT). naik 0,2% menjadi 38.329,0 poin.
Konflik Iran-Israel menjadi fokus
Kekhawatiran atas konflik yang lebih luas di Timur Tengah menjadi yang utama setelah Iran melancarkan serangan massal drone dan rudal ke Israel pada akhir pekan.
Meskipun serangan tersebut dilaporkan hanya menyebabkan kerusakan minimum, namun hal ini meningkatkan kemungkinan pembalasan oleh Israel. Namun para menteri Israel dilaporkan memberi isyarat bahwa pembalasan tidak akan segera terjadi.
Iran juga menyatakan bahwa operasinya telah selesai dan tidak ada rencana tindakan lebih lanjut terhadap Israel. Serangan akhir pekan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus.
Wall Side road mengalami penurunan mingguan di tengah memudarnya harapan penurunan suku bunga
Indeks Wall Side road dilanda badai faktor negatif selama seminggu terakhir, yang juga memicu aksi ambil untung dalam jumlah besar.
Turun 1,5% menjadi 5.123,41 poin pada hari Jumat, sedangkan turun 1,6% menjadi 16.175,09 poin. Selesai turun 1,2% pada 37.983,24 poin.
Ketiga indeks kehilangan antara 0,6% dan 2,5% pada minggu lalu.
Menurunnya optimisme atas penurunan suku bunga AS lebih awal merupakan beban terbesar di pasar saham, karena banyaknya information inflasi membuat investor secara tajam mengurangi taruhan terhadap penurunan suku bunga di bulan Juni.
Lemahnya pendapatan dari beberapa financial institution besar di Wall Side road juga membebani, memberikan dampak buruk pada musim laporan laba kuartal pertama.
Pendapatan Goldman Sachs, Johnson & Johnson siap
Musim laporan laba diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Grup Goldman Sachs Inc (NYSE 🙂 akan melaporkan hasil kuartal pertamanya pada hari Senin, sebagaimana yang akan terjadi Charles Schwab Perusahaan (NYSE :).
Johnson & Johnson (NYSE :), UnitedHealth Team Included (NYSE :), Financial institution of The united states Corp (NYSE 🙂 dan Morgan Stanley (NYSE 🙂 akan melaporkan pendapatan kuartal pertama mereka pada hari Selasa.
Fokusnya akan tertuju pada dampak inflasi yang tinggi dan apakah Wall Side road dapat membenarkan penurunan valuasi sepanjang kuartal pertama.
[ad_2]
2024-04-15 07:56:27
www.making an investment.com








