Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Jakara – Financial institution Indonesia (BI) akan melakukan perluasan variasi instrumen dasar dalam transaksirepurchase settlement (repo) dalam operasi moneter. Tindakan ini diharapkan mendorong perusahaan lebih giat menerbitkan surat utang serta memperoleh sumber pendanaan yang lebih efektif.

Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Financial institution Indonesia, Fitra Jusdiman, menyatakan bahwa pengembangan pasar repo akan memperkuat serta memperdalam sistem keuangan, khususnya pasar obligasi korporasi yang menjadi sumber pendanaan ekonomi. Sebelumnya, transaksi repo di BI hanya bisa memakai surat berharga negara (SBN) sebagai aset dasar atau jaminan. Artinya, andai financial institution ingin meminjam dana likuiditas melalui repo, mereka harus segera menyerahkan SBN kepada BI sebagai agunan.

“Kami memperluas underlying repo yang bisa dimanfaatkan oleh financial institution. Pada awalnya, fasilitas ini hanya tersedia bagi Broker Utama (DU). Hanya DU yang diperbolehkan melakukan repo, termasuk dengan memakai surat utang perusahaan sebagai agunan,” kata Fitra dalam acara jumpa pers, Jumat (7/11/2025).

1. BI mempunyai beberapa kriteria keterkaitan obligasi korporasi yang bisa diterima

Ia menjelaskan, dalam praktik repo secara umum, Broker Utama tidak hanya dapat mendapatkan keuntungan dari SBN yang dimilikinya, namun juga obligasi perusahaan sebagaiunderlying. Pada tahapan awal, BI akan menerima surat utang yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagaiunderlying repoFitra menyampaikan, BI mempunyai beberapa kriteria untuk obligasi korporasi yang dapat diterima, seperti peringkat kredit, likuiditas di pasar, serta reputasi penerbit institusi.

BI juga menyampaikan bahwa likuiditas pasar sekunder obligasi dan sukuk SMF lebih tinggi dibandingkan Efek Beragun Aset (EBA) SMF, dengan quantity perdagangan masing-masing sebesar Rp 26,5 miliar dan Rp 11,52 miliar, saat ini EBA SMF hanya sampai Rp 210 juta. Selain itu, 42 persen dari obligasi dan sukuk SMF dimiliki oleh financial institution.

“Harapan kami, andai perusahaan lebih terus menerus menerbitkan obligasi, mereka bisa memperoleh sumber pinjaman yang lebih beragam dengan biaya dana yang lebih optimum,” ujar Fitra.

Baca Juga:  Dolar mendekati stage tertinggi satu minggu karena risalah rapat Fed yang hawkish; pound tidak tergerak oleh berita pemilu Oleh Reuters

Financial institution Indonesia Akan Merilis FRN, OIS Siap Menjadi Alat Perlindungan

2. Perkembangan pasar repo akan memperkuat struktur pasar keuangan

BI mencatat, perkembangan pasar repo akan memperkuat dan memperdalam pasar keuangan khususnya obligasi korporasi sebagai sumber pendanaan ekonomi, perluasanunderlyingoperasi repo Financial institution Indonesia bisa meningkatkan transaksi surat berharga berkualitas tinggi, dengan begitu memicu peningkatan likuiditas di pasar keuangan dan terlepas dari segalanya mengurangi biaya pinjaman perusahaan.

Selanjutnya, pasar obligasi perusahaan di Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara-negara lain di Asia. Menurut information IMF dan Asian Bonds On-line (2024), besarnya utang obligasi perusahaan Indonesia hanya sampai 2,1 persen dari produk domestik bruto (PDB), atau sekitar 29 miliar dolar Amerika Serikat dari whole PDB yang sampai 1,396 triliun dolar Amerika Serikat.

“Rasio ini jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara lain di kawasan, seperti Korea Selatan (60,7 persen dari PDB), Singapura (27,06 persen), dan Jepang (16,84 persen). Sementara, whole rasio utang terhadap PDB Indonesia sampai 40,19 persen, dengan jumlah obligasi pemerintah dan financial institution sentral sampai 387 miliar dolar Amerika Serikat atau 27,72 persen dari PDB,” ujar Fitra.

Baca Juga:  Di tengah keraguan, pejabat Fed mempertahankan keyakinan disinflasi pada pertemuan terakhir Oleh Reuters

3. Tingkatkan arus kas dalam obligasi perusahaan

Pemanfaatan obligasi korporasi secara optimum melalui transaksi repo dianggap mampu memperdalam pasar keuangan dalam negeri serta memperluas sumber pendanaan jangka panjang bagi sektor bisnis. Untuk alasan itu, pengembangan instrumenunderlying repo dengan BI menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat struktur pendanaan nasional serta memberi dorongan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain menawarkan pilihan sumber pendanaan bagi financial institution, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas pasar obligasi perusahaan, dengan begitu para investor lebih tertarik mengalokasikan dana mereka pada instrumen tersebut.

Financial institution Indonesia Menyerap SBN Sebesar Rp269 Triliun Mencapai Akhir Oktober 2025



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi
Libur Panjang, Transera Waterpark Bekasi Dipadati Pengunjung, Wahana Baru Jadi Daya Tarik 

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru