SAR Longsor Cisarua Hari ke-12: 87 Jenazah Ditemukan, Sebagian Tak Masuk Daftar Korban Hilang

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

i

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Operasi Search and Rescue (SAR) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali berlanjut pada hari ke-12, Rabu (4/2/2026).

Meski secara angka jumlah jenazah yang ditemukan telah melampaui daftar pencarian, namun sebagian korban ternyata tidak tercatat dalam daftar 80 warga yang dilaporkan hilang sejak awal kejadian longsor pada Sabtu (24/1/2026).

Kerja keras tim SAR gabungan kembali membuahkan hasil. Dua bodypack (kantong jenazah) berhasil ditemukan di satu titik yang sama, yakni worksite A3, lokasi yang diduga menjadi jalur utama aliran longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Progres operasi SAR hari ke-12 ini, dua bodypack ditemukan di worksite A3,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana di Pasirlangu, Rabu (4/2/2026).

Kedua jenazah tersebut langsung dievakuasi menuju posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.

Dengan temuan terbaru ini, total 87 bodypack telah ditemukan sejak bencana longsor melanda kawasan Cisarua. Dari jumlah tersebut, 66 jenazah sudah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.

Baca Juga:  Sambangi Citarum KBB, Menko Marves Luhut: Inovasi Teknologi Pengolahan Sampah untuk Lingkungan Bersih

“Sebanyak 66 bodypack sudah teridentifikasi. Sisanya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Ade Dian.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

Proses identifikasi dilakukan melalui berbagai metode forensik, seperti pemeriksaan medis, sidik jari, properti pribadi, hingga pencocokan DNA.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan fakta lain. Jumlah jenazah yang ditemukan telah melebihi daftar pencarian (DP) 80 korban hilang yang sebelumnya dihimpun oleh Incident Commander (IC).

Ade Dian menjelaskan, kondisi ini sangat mungkin terjadi dalam bencana berskala besar.

“Beberapa jenazah yang sudah teridentifikasi ternyata tidak tercantum dalam daftar 80 korban. Bisa jadi mereka bukan warga setempat atau tidak terdata sejak awal,” ungkapnya.

Satu Kantong Bisa Berisi Lebih dari Satu Identitas

Penjelasan serupa disampaikan Incident Commander longsor Cisarua, Ade Zakir. Ia menyebut, beberapa bodypack berisi lebih dari satu bagian tubuh yang kemudian dirujuk pada satu identitas.

“Sekitar empat kantong jenazah ternyata merujuk pada dua identitas korban. Karena itu, kami harus mencocokkan ulang dengan data 80 warga yang dilaporkan hilang,” jelasnya.

Baca Juga:  Paris Hilton Menari Telanjang di hadapan Ariana Grande di Klip Natal NSFW

Ia menjelaskan, 66 jenazah sudah teridentifikasi hanya 51 orang yang cocok dengan daftar 80 korban hilang sisanya berasal dari luar data awal.

Kendala DNA Hambat Proses Identifikasi

Proses identifikasi, kata Ade, masih menghadapi kendala, terutama dalam pemeriksaan DNA.

“Ada keluarga korban yang tidak memiliki kerabat dekat sehingga sulit mendapatkan sampel pembanding DNA. Ini menjadi kendala utama,” ujar Ade Zakir.

Akibatnya, sejumlah jenazah harus menunggu lebih lama untuk dipastikan identitasnya.

Meski jumlah temuan melebihi daftar awal, posko induk tetap menjadikan 80 warga yang dilaporkan hilang sebagai rujukan utama.

“Di luar data itu, penanganannya akan diserahkan sepenuhnya kepada tim DVI karena kami tidak memiliki data pendukung,” tandas Ade Zakir.

Sementara itu, ruang tunggu posko DVI Polda Jabar masih dipenuhi keluarga korban yang berharap nama orang tercinta segera terkonfirmasi.

Operasi SAR masih terus berlangsung dengan harapan tidak ada lagi korban yang tertimbun dan seluruh keluarga mendapat kepastian.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa
Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola
Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah
Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan
Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin
Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas
Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah
DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:11 WIB

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:08 WIB

Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin

Berita Terbaru