[ad_1]
Apakah Anda seorang manajer proyek yang baik? Apakah Anda tahu cara memperkirakan? Apakah Anda tahu tentang estimasi proyek? Tentu saja, Anda melakukan estimasi proyek. Tetapi ada teknik tertentu untuk melakukan estimasi dalam suatu proyek. Tahukah Anda teknik-teknik tersebut? Ini semua adalah pertanyaan yang sangat valid untuk seorang manajer proyek. Organisasi merekrut manajer proyek untuk mengelola proyek dengan bijaksana dan salah satu tuntutan penting dari organisasi bagi manajer proyek adalah memperkirakan proyek. Secara umum, sangat mudah bagi manajer proyek untuk memperkirakan atau memperkirakan suatu proyek andai proyek tersebut merupakan proyek yang lebih kecil, tetapi hal ini tidak berlaku ketika mengelola proyek yang lebih besar sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendapatkan pemahaman luas tentang manajemen proyek dan pelajari cara mengelola proyek yang kompleks dengan program pelatihan Manajemen Proyek kami sekarang!
Faktanya adalah, pada tahapan awal proyek, Anda membuat perkiraan, bukan perkiraan. Ini sebab pada awalnya, Anda tidak akan dapatkan informasi lengkap tentang proyek tersebut. Perkiraan Anda harus segera mendekati akurat. Harus segera ada standar organisasi untuk menerima penyimpangan dalam estimasi. Awalnya, sebab informasi proyek yang tidak lengkap, Anda mungkin saja mengira perkiraannya dan mungkin saja ada penyimpangan ±10% atau ±15% tergantung pada sifat proyek. Sebagai manajer proyek, Anda harus segera sangat analitis saat memperkirakan harga proyek. Perhatikan bahwa, sebab perencanaan bersifat berulang dan dijabarkan secara progresif, seiring dengan kemajuan pekerjaan, estimasi Anda akan diperbarui sesuai dengan itu.
Sekarang Anda bisa memikirkan faktor-faktor apa saja yang menyelesaikan perkiraan proyek pada awalnya? Di bawah ini adalah beberapa alasan/faktor untuk memperkirakan pada awalnya atau memperkirakan proyek di kemudian hari:
Lingkup proyek:
Anda perlu mengetahui ruang lingkup proyek dan pekerjaan pada kenyataannya dari proyek tersebut. Khususnya, Anda perlu fokus pada pekerjaan yang tidak diinginkan; bagaimanapun hal itu tidak boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan pada kenyataannya dari proyek tersebut. Anda perlu memahami apa pada kenyataannya yang akan Anda hasilkan dan bagaimana caranya? Ini sepenuhnya merupakan tugas Anda bersama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk menyelesaikan cakupan pada kenyataannya. Anda harus segera memperkirakan proyek Anda berdasarkan pekerjaan yang perlu Anda lakukan.
Quantity pekerjaan yang diperlukan:
Sebagai manajer proyek, Anda perlu mengetahui entire quantity pekerjaan. Andai sudah selesai dan sepenuhnya jelas bagi Anda, Anda bisa dengan mudah memperkirakan proyek tergantung pada entire quantity pekerjaan. Perhatikan baik-baik piagam proyek untuk dapatkan entire quantity pekerjaan dengan begitu asumsi estimasi Anda setidak-tidaknya akurat.
Jadwal kerja:
Sekali lagi, andai Anda mengetahui quantity pekerjaan dan tanggal pencapaian pengiriman, sangat mudah untuk memperkirakan atau memperkirakan perkiraan pada awalnya. Anda perlu mengetahui kapan Anda bisa mengakhiri proyek ini. Pada ketika itu Anda harus segera memiliki informasi yang akurat mengenai quantity dan jadwal pekerjaan. Kemudian, Anda bisa memperkirakan pekerjaan secara akurat.
Kumpulan sumber daya keterampilan:
Sangat penting untuk mengetahui keahlian yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan proyek yang ditugaskan kepada Anda. Berdasarkan keahlian dan keahlian yang Anda perlukan untuk mengakumulasikan biaya untuk sumber daya tersebut dan ini harus segera tercermin dalam estimasi proyek. Jadi, pada awalnya, andai Anda mempunyai informasi tentang keahlian sumber daya, Anda bisa memperkirakan proyek secara akurat. Tetapi andai beberapa aspek lain ditambahkan di sela-sela proyek dan andai Anda memerlukan sumber daya baru yang mempunyai keahlian baru, estimasinya harus segera diperbarui sebab adanya penambahan sumber daya baru.
Risiko yang keterkaitan dengan proyek:
Selalu bijaksana dan penting untuk memasukkan biaya-biaya yang keterkaitan dengan risiko seperti kontinjensi dan cadangan manajemen. Perlu diperhatikan bahwa kontinjensi adalah untuk risiko yang diprediksi terjadi, sedangkan cadangan manajemen adalah untuk risiko yang tidak terduga seperti bencana alam. Sebagai manajer proyek, Anda harus segera mempertimbangkan risiko yang keterkaitan dengan proyek Anda dan Anda harus segera mencerminkan nilai-nilai tersebut sambil memperkirakan keseluruhan anggaran untuk proyek tersebut.
Estimasi Analog: Estimasi ini dilakukan berdasarkan information historis yang tersedia dalam database organisasi (information arsip proyek). Andai jenis proyek yang sama pernah dilakukan oleh organisasi dengan keahlian serupa di masa lalu, Anda bisa dengan mudah memperkirakan perkiraan proyek tersebut. Ingat, ini mungkin saja tidak selalu akurat.
Estimasi Parametrik: Estimasi ini dilakukan kembali berdasarkan information historis dengan beberapa perhitungan statistik. Anda bisa memperkirakan penghitungan berdasarkan satuan, misalkan saja yang perlu Anda jalankan X unit yang akan memakan biaya kamu maka perkiraan totalnya adalah xy. Ini lebih akurat daripada perkiraan analog namun lebih memakan waktu.
Estimasi Heuristik: Ini dikenal sebagai aturan praktis. Manajer proyek dan UKM lainnya berdasarkan keahlian mereka memperkirakan tahap proyek; misalkan saja konstruksi akan menelan biaya 36% dari entire biaya proyek dan seterusnya.
Estimasi dari Bawah ke Atas: Estimasi ini dilakukan berdasarkan WBS (Paintings Breakdown Construction) yang telah dibuat. Anda perlu menggabungkan biaya setiap tingkat WBS (Paket Kerja) yang lebih rendah untuk mengembangkan perkiraan yang lebih besar sekali untuk keseluruhan proyek. Sifatnya sangat akurat.
Apakah Anda menantikan untuk membuat prestasi di bidang Manajemen Proyek? Andai ya, daftarlah di Program Sertifikat Manajemen Proyek sekarang dan selangkah lebih dekat dengan tujuan karier Anda!
Kami menyediakan pelatihan kelas PMP di kota-kota berikut:
[ad_2]
Sumber: simplilearn-com







