Dinkes KBB Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Tak Tersedia

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah korban diduga keracunan MBG dirawat di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Sejumlah korban diduga keracunan MBG dirawat di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan warga yang diduga berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB, dr. Lia Nurliana, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Investigasi dilakukan dengan menelusuri seluruh proses penyediaan makanan MBG, mulai dari bahan makanan tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), proses pengolahan, distribusi hingga makanan dikonsumsi oleh para siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, proses pemeriksaan mengalami kendala lantaran sampel makanan MBG yang dikonsumsi korban sudah tidak tersedia di dapur SPPG.

“Terus terang sampel kami tidak dapat karena kejadian hari Rabu, kami baru mendapatkan laporan hari Jumat, ada jeda berapa hari sedangkan makanan sudah tidak ada di dapurnya,” ujar dr. Lia saat dikonfirmasi, Sabtu 12 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, saat meninjau langsung pasien di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, saat meninjau langsung pasien di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)

Meski tidak mendapatkan sampel makanan, Dinkes KBB tetap melakukan investigasi dengan menggali informasi dari pasien maupun pihak terkait untuk mengetahui rangkaian kejadian tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Tiba di Bandara Canberra Australia untuk Kunker, Disambut Jajar Kehormatan

Berdasarkan data sementara yang diterima Dinkes KBB, terdapat 34 orang yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Rinciannya, sebanyak sembilan orang ditangani di RS IMC, satu orang di Graha Padalarang, tujuh orang di Klinik Harapan Sehat, dua orang di RS Karisma, serta 14 orang di RS Cibabat.

Dari 14 pasien yang ditangani di RS Cibabat, sebanyak empat orang telah diperbolehkan pulang, satu orang dirujuk ke RS IMC Cimareme, sementara pasien lainnya masih dalam penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Sejumlah korban diduga keracunan MBG dirawat di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)
Sejumlah korban diduga keracunan MBG dirawat di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)

“Data yang masuk sementara 34 orang, RS IMC Cimareme 9 orang, Graha Padalarang 1 orang, Klinik Harapan Sehat 7, RS Karisma 2, RS Cibabat 14, pulang 4, rujuk 1 masuk ke IMC Cimareme,” jelasnya.

Dinkes menyebut pendataan korban masih terus dilakukan. Rekapitulasi data dilakukan secara satu pintu melalui ketua satuan tugas (satgas) agar jumlah korban yang tercatat tidak tumpang tindih.

“Kami masih menunggu rekapan. Data ini satu pintu melalui ketua satgas,” ujarnya.

Baca Juga:  SPBU Swasta Nurut Bahlil, Shell hingga Vivo Sepakat Beli BBM dari Pertamina

Berdasarkan pemeriksaan medis dan hasil wawancara terhadap pasien, keluhan yang dialami sejumlah korban mengarah pada gangguan kesehatan yang diduga akibat pencemaran.

Namun, Dinkes KBB menegaskan kondisi tersebut belum dapat secara langsung disimpulkan sebagai keracunan akibat makanan MBG.

“Didapatkan bahwa setelah memakan makanan MBG, mereka mengalami keluhan. Tapi baru diduga, karena kita tidak tahu setelah pulang ke rumah mereka makan apa,” katanya.

Dugaan keterkaitan dengan makanan MBG muncul lantaran keluhan serupa dialami oleh lebih dari dua atau tiga orang setelah mengonsumsi makanan yang sama.

Kendati demikian, Dinkes masih membutuhkan hasil investigasi dan data pendukung lainnya sebelum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

Dari sisi penanganan medis, Dinkes KBB memastikan kondisi pasien yang mendapatkan perawatan sejauh ini relatif stabil.

Keluhan yang dialami pasien berada pada tingkat ringan hingga sedang dan belum ditemukan kondisi yang tergolong berat.

“Yang terpenting adalah mencegah pasien jatuh ke keadaan yang lebih berat. Alhamdulillah kemarin kami menangani dari yang ringan sampai sedang, tidak sampai berat. Kemudian memulihkan kondisi pasien supaya cepat pulih dan bisa pulang,” katanya.

Baca Juga:  Tragis, Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Cipatat Bandung Barat

Dinkes KBB juga telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penambahan pasien.

Salah satu rumah sakit bahkan telah menyiapkan sembilan tempat tidur berikut tenaga medis dan obat-obatan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan pasien.

Sementara itu, tim gabungan bersama unsur kecamatan dan pemerintah desa dijadwalkan melakukan investigasi langsung ke lokasi SPPG yang diduga menjadi sumber makanan.

Investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui secara detail proses pengolahan hingga pendistribusian makanan MBG kepada penerima manfaat.

Tim akan mengecek berbagai tahapan penyediaan makanan, termasuk bahan baku, proses memasak, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi makanan.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui apakah terdapat prosedur atau standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan dalam penyediaan makanan MBG.

Dinkes KBB menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut.

“Kepastian penyebab masih menunggu hasil pendalaman tim, rekapan data korban serta hasil investigasi terhadap SPPG yang berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para korban,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 
Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Berita Terbaru