Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan ke  rumah sakit (foto: RS IMC Abdul Kholilulloh)

i

Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan ke  rumah sakit (foto: RS IMC Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan ke  rumah sakit setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.

Para siswa mulai mendapatkan penanganan medis pada Jumat (11/9/2026) malam. Mereka dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, diare hingga demam.

Salah seorang orang tua siswa yang ditemui di RS Indra Medical Center (IMC) Cimareme mengatakan, anaknya sudah mengalami keluhan sejak Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hari Rabu, anak saya sudah gejala mual, pusing. Bahkan setelah renang kegiatan sekolah, langsung kami bawa ke klinik terdekat,” ujar orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan ke  rumah sakit (foto: RS IMC Abdul Kholilulloh)
Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan rumah sakit tersebar ke tiga titik (foto: RS IMC Abdul Kholilulloh)

Meski demikian, ia mengaku belum dapat memastikan apakah kondisi yang dialami anaknya tersebut disebabkan oleh makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami orang tua murid belum bisa memastikan penyebabnya apa, karena memang kejadian itu bersamaan dengan kegiatan sekolah tambahan, apakah karena kecapean kelelahan ditambah cuacanya yang panas,” katanya.

Mendapat laporan adanya sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan makanan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung melakukan pemantauan ke rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, bersama jajaran pelayanan kesehatan (Yankes) dan Kepala Puskesmas Padalarang turun memantau kondisi para siswa.

Baca Juga:  Pembongkaran Bangli di Sukamulya Padalarang, Warga RW 25 Pertanyakan Keadilan
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, saat meninjau langsung pasien di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, saat meninjau langsung pasien di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)

Laporan awal diterima sekitar pukul 19.00 WIB. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan penanganan di RS IMC Cimareme, Jalan Raya Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, serta RS Cibabat, RS Dustira Kota Cimahi.

Dinkes KBB menyebut berdasarkan data sementara terdapat 14 orang yang masuk dalam laporan penanganan terkait kejadian tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 pasien dibawa ke RS IMC, sementara 3 pasien di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Laporan yang kami terima ada sejumlah siswa diduga keracunan dari makanan salah satu SPPG yang ada di daerah Cipeundeuy. Kami langsung menindaklanjuti dengan menugaskan kepala puskesmas dan kabid ke lokasi,” ujar dr. Lia.

Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan rumah sakit tersebar ke tiga titik (foto: RS IMC Abdul Kholilulloh)
Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilarikan rumah sakit tersebar ke tiga titik (foto: RS IMC Abdul Kholilulloh)

Untuk mengantisipasi adanya penambahan pasien, Dinkes KBB mengoptimalkan RS IMC sebagai posko sementara bagi pasien dari wilayah Cipeundeuy.

Pihak rumah sakit telah menyiapkan ruangan dan sembilan tempat tidur (bed) untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan pasien.

“Kami ingin mengoptimalkan Rumah Sakit IMC karena berada di wilayah Bandung Barat untuk dijadikan posko sementara bagi korban pasien yang ada di wilayah Cipeundeuy,” jelasnya.

Ia menyebut, Dinkes KBB berharap tidak terjadi penambahan pasien dalam jumlah signifikan dan seluruh siswa yang saat ini mendapatkan perawatan dapat segera pulih.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, bersama jajaran saat meninjau langsung pasien di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana, bersama jajaran saat meninjau langsung pasien di RS IMC Cimareme (foto: Abdul Kholilulloh)

Terkait dugaan keracunan MBG, Dinkes KBB menegaskan belum dapat memastikan makanan yang dikonsumsi para siswa sebagai penyebab munculnya keluhan kesehatan.

Baca Juga:  Regulasi Baru Terbit, Ratusan Kepala Sekolah di Bandung Barat Segera Menjabat

Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

“Belum bisa memastikan apakah ini dari menu MBG. Kami fokus kepada pasien agar segera ditangani dan lekas pulih,” ungkapnya.

Menurut Dinkes KBB, dalam kasus dugaan keracunan makanan, petugas idealnya mengambil sampel makanan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas).

Namun, pada kejadian kali ini, petugas belum sempat mengambil sampel makanan karena laporan diterima ketika para pasien sudah berada di rumah sakit dan menjalani penanganan di ruang IGD.

“Kalau itu keracunan, idealnya sampel makanan diambil untuk dilakukan uji laboratorium. Biasanya dalam kasus terdahulu kami langsung mengambil sampel makanan dan membawanya ke Labkesmas untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Berdasarkan laporan sementara dari Desa Cipeundeuy, sejumlah siswa diduga mengonsumsi menu MBG pada Rabu dan Kamis, 9-10 September 2026.

Kemudian pada Jumat (11/9/2026), sejumlah siswa mulai mengalami keluhan dan secara bersamaan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski demikian, Dinkes KBB masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.

Saat ini, penanganan medis menjadi prioritas utama untuk memastikan kondisi para siswa tetap stabil dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami fokus menyelamatkan pasien agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Intinya kami melakukan pertolongan pertama dan sudah berkoordinasi dengan pihak RS IMC untuk mengoptimalkan penanganan pasien,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Sementara itu, Humas RS IMC Bob Sopyan mengatakan, pihak manajemen rumah sakit siap mendukung penanganan para siswa yang diduga mengalami keracunan.

RS IMC telah menyiapkan sembilan tempat tidur serta sejumlah ruangan yang belum digunakan untuk dijadikan area penanganan sementara sesuai arahan Dinkes KBB.

“Kaitan rumah sakit IMC akan dijadikan posko, pihak manajemen membuka ruang untuk penanggulangan pasien yang diduga terkena keracunan. Kami sudah menyiapkan sembilan bed dan beberapa ruangan yang tidak terpakai untuk dijadikan posko sesuai arahan Dinkes KBB,” kata Bob.

Untuk ketersediaan obat-obatan, Bob memastikan stok saat ini masih mencukupi.

Namun, apabila terjadi lonjakan pasien, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan Dinkes KBB untuk mendapatkan dukungan tambahan obat-obatan maupun kebutuhan medis lainnya.

“Kalau untuk obat-obatan saat ini cukup. Bilamana terjadi lonjakan, kami akan berkoordinasi dengan Dinkes KBB terkait penambahan obat-obatan. Untuk saat ini aman,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa SDN 2 Cipeundeuy masih dalam penanganan dan penelusuran. Dugaan keterkaitan dengan makanan MBG juga masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi lebih  lanjut.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin BKPSDM KBB Era Bupati Jeje, Ini Sosok Dr. Yunita Nur Fadilla
76 Dapur SPPG di KBB Terancam Suspend, Dinkes Pastikan 174 Sudah Kantongi SLHS
Bupati Jeje Resmi Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama KBB, Berikut Nama dan Jabatannya
Perdana di Era Bupati Jeje, 11 Pejabat Tinggi Pratama KBB Dilantik Gunakan SIMATA 
1.999 Dapur SPPG Ditutup BGN, Tak Daftar SLHS Jadi Alasan
36 Tahun Siswa SDN Budiharja Naik Rakit, DPRD KBB Tantang Pemda dan Pemprov Hadirkan Solusi Permanen
Debu Vulkanik Gunung Krakatau Mengarah ke KBB, DLH Perketat Pantauan Kualitas Udara
Diki Rohani Resmi Nahkodai APDESI Merah Putih Bandung Barat 2026-2031

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:15 WIB

Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

Jumat, 11 September 2026 - 20:31 WIB

Pimpin BKPSDM KBB Era Bupati Jeje, Ini Sosok Dr. Yunita Nur Fadilla

Jumat, 11 September 2026 - 13:57 WIB

76 Dapur SPPG di KBB Terancam Suspend, Dinkes Pastikan 174 Sudah Kantongi SLHS

Jumat, 11 September 2026 - 12:49 WIB

Bupati Jeje Resmi Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama KBB, Berikut Nama dan Jabatannya

Jumat, 11 September 2026 - 12:03 WIB

Perdana di Era Bupati Jeje, 11 Pejabat Tinggi Pratama KBB Dilantik Gunakan SIMATA 

Berita Terbaru

Dr. Yunita Nur Fadilla, S.Psi., M.I.P. resmi dilantik menjadi Kepala BKPSDM KBB (foto: istimewa)

Bandung Barat

Pimpin BKPSDM KBB Era Bupati Jeje, Ini Sosok Dr. Yunita Nur Fadilla

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:31 WIB