KBB | SEKITARKITA.id — Puluhan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan pada Jumat, 11 September 2026.
Hingga Sabtu, 12 September 2026, sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Bandung Barat.
Di tengah penanganan para siswa dan warga yang mengalami keluhan kesehatan tersebut, muncul sorotan terhadap jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Cipeundeuy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perangkat desa bersama Kepala Desa Cipeundeuy dan sejumlah keluarga dikabarkan justru tengah melakukan perjalanan berlibur ke wilayah Pangandaran, Jawa Barat.
Informasi mengenai keberangkatan tersebut menjadi perbincangan di tengah masyarakat setelah sebuah video perjalanan menggunakan bus pariwisata beredar melalui status WhatsApp.
Salah seorang warga yang anaknya mengalami gangguan kesehatan mengaku kecewa dengan keberangkatan jajaran perangkat desa ke Pangandaran di tengah kondisi sejumlah warga yang sedang mendapatkan perawatan medis.
Menurutnya, anaknya mulai mengalami sakit sejak Rabu. Setelah sempat mendapatkan pemeriksaan di klinik setempat pada Kamis, kondisi anaknya disebut semakin memburuk sehingga kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Anak saya merasakan sakit sejak hari Rabu, Kamis ke klinik setempat tapi malah demam makin tinggi sehingga inisiatif untuk dilarikan ke RS terdekat. Sore dibawa ke RS, nah pas itu bareng sama perangkat desa mau liburan ke Pangandaran,” kata warga tersebut saat ditemui di RS IMC Cimareme.
Ia menyebut rombongan perangkat desa bersama keluarga berangkat menggunakan bus pariwisata.
“Anak saya masuk ke RS jam 07.00 lewat, kebetulan tadi bus pariwisata datang jam 10.00 kalau tidak salah,” ujarnya.
Warga tersebut menilai seharusnya pemerintah desa menunjukkan empati kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Harusnya perhatiin dulu warga yang terkena musibah, minimal perangkat desa mewakili kami (warga) yang sedang kesusahan. Meskipun sudah dijadwalkan berangkat liburan, rasa empatinya enggak ada, hanya satu perangkat desa unit siaga yang stanby, ” keluhnya.
Video Rombongan Liburan Viral di WhatsApp
Sorotan terhadap Pemdes Cipeundeuy semakin ramai setelah video keberangkatan rombongan beredar melalui status WhatsApp dan menjadi perbincangan masyarakat.
Dalam video yang diterima redaksi, terlihat puluhan orang yang diduga merupakan keluarga perangkat desa memenuhi kursi sebuah bus pariwisata.
Seorang pria mengenakan baju putih dan topi hitam tampak berdiri di bagian depan bus yang diduga berperan sebagai pemandu perjalanan.
Dalam video itu juga terdengar atau tertulis ungkapan keberangkatan menuju Pangandaran.
“Bismillah menuju Pangandaran,” demikian tulisan yang tercantum dalam video tersebut.
Beredarnya video itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sikap jajaran pemerintah desa terhadap kondisi warga yang sedang mendapatkan perawatan medis akibat dugaan gangguan kesehatan.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Cipeundeuy terkait keberangkatan tersebut maupun alasan perjalanan ke Pangandaran.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan warga.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia Nurliana, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Investigasi dilakukan dengan menelusuri seluruh rangkaian penyediaan makanan, mulai dari bahan makanan tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), proses pengolahan, distribusi, hingga makanan dikonsumsi oleh para siswa.
Kendati demikian, proses pemeriksaan mengalami kendala karena sampel makanan yang dikonsumsi para siswa sudah tidak tersedia di dapur SPPG.
“Terus terang sampel kami tidak dapat karena kejadian hari Rabu, kami baru mendapatkan laporan hari Jumat, ada jeda berapa hari sedangkan makanan sudah tidak ada di dapurnya,” ujar perwakilan Dinkes KBB.
Meski tidak memperoleh sampel makanan, Dinkes KBB tetap melakukan investigasi dengan menggali informasi dari pasien dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui kronologi serta kemungkinan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Berdasarkan data sementara Dinkes KBB, sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Rinciannya, sembilan orang ditangani di RS IMC Cimareme, satu orang di Graha Padalarang, tujuh orang di Klinik Harapan Sehat, dua orang di RS Karisma, serta 14 orang di RS Cibabat.
Dari 14 pasien yang mendapatkan penanganan di RS Cibabat, empat orang telah diperbolehkan pulang dan satu orang dirujuk ke RS IMC Cimareme. Sementara pasien lainnya masih menjalani penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
“Data yang masuk sementara 34 orang, RS IMC Cimareme 9 orang, Graha Padalarang 1 orang, Klinik Harapan Sehat 7, RS Karisma 2, RS Cibabat 14, pulang 4, rujuk 1 masuk ke IMC Cimareme,” jelasnya.
Dinkes KBB menyatakan data tersebut masih bersifat sementara dan pihaknya masih menunggu rekapitulasi dari seluruh fasilitas kesehatan.
“Kami masih menunggu rekapan. Data ini satu pintu melalui ketua satgas,” ujarnya.
Kasus dugaan keracunan atau gangguan kesehatan yang dialami siswa SDN 2 Cipeundeuy tersebut hingga kini masih dalam proses investigasi.
Penyebab pasti keluhan kesehatan juga belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut selesai.
Sementara itu, sikap dan klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Cipeundeuy mengenai keberangkatan rombongan ke Pangandaran masih ditunggu.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







