Selain Brenton Tarrant, Ini Makna 8 Istilah Kontroversial Senjata Mainan Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR-TASIKMALAYA.COM– {Peristiwa} ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara (Jakut) pada Jumat, 7 November 2025, mengejutkan masyarakat. Ledakan yang terjadi di enviornment sekolah tersebut dikarenakan beberapa penderita luka, termasuk tersangka pelaku yang diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.

Di lokasi kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian menemukan senjata mainan atau replika yang permukaannya terdapat beberapa frasa asing yang mencurigakan. Beberapa tulisan tersebut menarik fokus perhatian masyarakat sebab mirip dengan istilah yang tak henti-hentinya ditemukan dalam kasus kekerasan memakai senjata di negara lain.

Polisi menyatakan bahwa semua temuan di lokasi masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut dan akan diumumkan setelah hasil pemeriksaan lengkap. Tulisan-tulisan yang terdapat pada senjata tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengungkap motif di balik tindakan yang dikarenakan sejumlah besar penderita luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa istilah yang tercantum pada senjata mainan dalam kasus ledakan SMAN 72 Jakarta Utara:

For Agartha

Tulisan “For Agartha” mengacu pada mitos Agartha, kerajaan legendaris yang diyakini berada di pusat bumi. Dalam teori konspirasi paling kekinian, Agartha tak henti-hentinya dianggap hal itu sebagai simbol dunia bawah permukaan yang dianggap “lebih bersih” dan dihuni makhluk yang lebih unggul.

Konsep ini berkaitan erat dengan teori Bumi Kosong yang populer sejak abad ke-19 dan kemudian diadopsi oleh komunitas okultis serta kelompok ekstrem kanan. Dalam sejarah, beberapa tokoh Nazi disebutkan menghubungkan Agartha dengan sumber kekuatan ras Arya. Bahkan, beredar teori konspirasi yang menyatakan bahwa setelah kalah, Hitler dan pasukannya melarikan diri ke Antartika untuk bersembunyi di Agartha.

Sekarang, istilah ini tak henti-hentinya muncul dalam komunitas web sayap kanan ekstrem sebagai lambang penolakan terhadap keragaman dan sistem dunia fashionable.

Muncul dalam bentuk meme, kode forum, sampai ajakan tersembunyi dalam manifesto kekerasan yang dilengkapi senjata. Simbol ini juga digunakan sebagai wujud ekspresi imajinasi tentang melarikan diri ke dunia baru yang dianggap lebih murni dibandingkan keragaman dan nilai demokratis.

Baca Juga:  Infografis Samsung di Galaxy Z Fold memperlihatkan Z Fold6 yang lebih tipis dan ringan

Brenton Tarrant

Pada tanggal 15 Maret 2019, Brenton Tarrant, seorang ekstremis sayap kanan asal Australia, melakukan penembakan mengerikan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang bisa mengakibatkan kematian 51 orang dan melukai sejumlah besar orang lainnya. Serangan tersebut disiarkan langsung melalui Fb memakai kamera di helmnya, dengan begitu menciptakan istilah “terorisme dengan gaya online game”.

Sebelum tindakannya, Tarrant memposting manifesto berjudul The Nice Substitute di forum 8chan yang berisi teori konspirasi rasialis mengenai “penggantian ras dan tradisi” oleh para imigran. Video selama 17 menit itu menyebar dengan cepat sampai terlepas dari segalanya dilarang oleh pemerintah Selandia Baru.

Tarrant menargetkan jamaah salat Jumat di Masjid Al Noor dan musala Linwood. Ia mendapat hukuman penjara selamanya tanpa kesempatan pembebasan pada tahun 2020, yang merupakan vonis terberat dalam sejarah hukum Selandia Baru. Tetapi, pada tahun 2021 ia menyatakan bahwa dirinya dipaksa mengaku bersalah dan berencana untuk mengajukan banding. Klaim tersebut memicu rasa kecewa dari masyarakat, khususnya komunitas Muslim, yang merasa tindakan tersebut hanya memperdalam luka yang dialami para penderita dan keluarga mereka.

14 Phrases

Frasa “14 Ujar” adalah slogan utama kelompok keunggulan kulit putih, terdengar seperti:Kita harus segera memastikan keberlangsungan hidup orang-orang kita dan masa depan bagi anak-anak kulit putih.(Kita perlu menjaga keberlangsungan hidup bangsa kita serta masa depan anak-anak berkulit putih).

Ujar ini berasal dari David Lane, anggota kelompok radikal “The Order” di AS. Frasa ini tak henti-hentinya dikaitkan dengan angka 88 (singkatan dariHeil Hitler), menjadi kode “14/88” yang tak henti-hentinya digunakan dalam simbol, grafiti, dan senjata oleh kelompok ekstremis global.

Slogan tersebut diikuti oleh slogan kedua:

Sebab keindahan wanita kulit putih keturunan Arya tidak boleh hilang dari permukaan bumi.

Baca Juga:  Apakah Standar TOGAF® merupakan prasyarat untuk Sertifikasi Arsitektur?

Luca Traini

Nama Luca Traini merujuk pada pelaku penembakan yang didasari rasa benci rasial di Macerata, Italia, pada 3 Februari 2018. Traini menembak warga kulit hitam dari dalam kendaraannya dan melukai enam orang. Ketika ditangkap, ia menggunakan bendera Italia dan memberikan salam fasis. Tindakannya mendapat kecaman luas sebagai bentuk teror yang berbasis kebencian rasial.

Saat ditangkap, ia membungkus tubuhnya dengan bendera Italia dan sempat memberikan salam fasis. Serangan ini terjadi dalam perjalanan meningkatnya ketegangan politik keterkaitan isu imigrasi menjelang pemilu Italia pada masa itu, dan sejumlah besar pihak mengkritik tindakan Traini sebagai bentuk teror rasialis yang didasari ideologi ultranasionalis. Menurut penyelidikan, polisi menemukan senjata api di dalam kendaraannya.

Welcome to Hell

Frasa “Welcome to Hell” mempunyai makna “Selamat Datang di Neraka.” Kalimat ini tak henti-hentinya digunakan dalam tradisi pop dan komunitas web yang ekstrem sebagai bentuk pernyataan kekerasan atau penolakan terhadap otoritas.

Alexandre Bissonnette

Alexandre Bissonnette, seorang mantan mahasiswa ilmu politik berusia 29 tahun, dihukum penjara selamanya tanpa kesempatan pembebasan bersyarat sepanjang 40 tahun sebab tindakan penembakan yang kejam di Masjid Kota Quebec, Kanada, pada Januari 2017.

Serangan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat, mengakibatkan kematian enam jamaah dan melukai 19 orang lainnya, termasuk satu penderita yang merasakan kelumpuhan tetap.

Dalam penyelidikan, Bissonnette ditemukan mempunyai obsesi terhadap Presiden AS Donald Trump, ideologi sayap kanan, serta memiliki rasa benci yang sangat terhadap umat Muslim. Pada saat kejadian, sekitar 40 orang sedang berada di dalam masjid ketika Bissonnette menembakkan senjata sepanjang kurang dari dua menit, dikarenakan kekacauan dan kepanikan di tempat ibadah tersebut.

Herbal Variety

Tulisan “Herbal Variety” juga ditemukan pada senjata mainan tersebut. Frasa ini terkenal sebab tercantum pada kpakaian yang dipakai Eric Harris. Salah satu pelaku penembakan di Columbine Top College, Colorado, AS. Tulisan tersebut mencerminkan pandangan negatif Harris mengenai seleksi alam, keyakinan bahwa hanya yang kuat yang layak bertahan hidup.

Baca Juga:  Okay-Pop: Gempa Baru dalam Dunia Mode Global

Bersama teman dekatnya, Dylan Klebold, Harris melakukan salah satu serangan paling mengerikan dalam sejarah sekolah di AS, yang bisa mengakibatkan kematian 13 orang dan melukai 24 orang lainnya sebelum keduanya melakukan bunuh diri.

Kedua individu tersebut dikenal sebagai orang yang diam dan tertutup, namun mempunyai minat kuat terhadap senjata, game video kekerasan, serta ideologi ekstrem. Berdasarkan penyelidikan, mereka mulai merencanakan serangan sejak Mei 1998, hampir setahun sebelum peristiwa tragis terjadi yang jatuh pada hari ulang tahun Adolf Hitler.

Sepanjang beberapa bulan, Harris dan Klebold mempersiapkan bahan peledak serta senjata api, sambil membuat video dan jurnal harian yang menggambarkan kebencian mereka terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam catatannya, Harris memperlihatkan rasa kagum terhadap gagasan “pemilahan alami” dan menyatakan hasrat untuk “menghilangkan yang lemah”. FBI kemudian menyimpulkan bahwa Harris memperlihatkan gejala psikopat dengan sifat narsistik dan agresif, sedangkan Klebold digambarkan sebagai remaja yang depresif dan penuh dendam.

1189

Nomor 1189 tertera di bagian grip depan senjata mainan. Angka ini dikaitkan dengan Brenton Tarrant, yang menulis “Acre 1189” pada senjatanya sebagai acuan terhadap Perang Salib Ketiga, simbol persaingan antara dunia Kristen dan Muslim.

Pelaku pengebom di musala ini sengaja menyertakan nama-nama pertempuran dan tahun yang berkaitan dengan konflik antara Eropa dan dunia Muslim, seperti Vienna 1683 serta Malta 1565. Angka 1189 diduga mengacu pada awal Perang Salib Ketiga, ketika pasukan Kristen Eropa berupaya memperoleh kembali Yerusalem dari penguasaan Muslim di bawah Sultan Salahuddin al-Ayyubi.

Pihak kepolisian sampai sementara waktu belum memberikan pernyataan resmi keterkaitan makna dan tujuan dari tulisan-tulisan tersebut. Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara masih dalam proses penyelidikan mendalam, termasuk pengungkapan motif di balik tindakan pelaku.***



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru