SEKITARKITA.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa data anggaran yang digunakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melalui proses pengecekan berulang.
Hal ini disampaikan usai menerima sejumlah protes dari kepala daerah yang menilai adanya perbedaan data keuangan pusat dan daerah.
Pernyataan itu diungkapkan Purbaya dalam pidatonya pada Upacara Hari Pemuda ke-97 dan Hari Oeang ke-79, Jumat (31/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Kemenkeu hanya menggunakan data resmi dan terverifikasi.
“Banyak daerah yang protes dan menyalahkan Kemenkeu dengan data yang tidak akurat. Tapi kita selalu berpegang pada data yang resmi dan sudah dicek berkali-kali,” ujar Purbaya, dikutip dari YouTube Kemenkeu.
Ia juga memastikan bahwa proses pengecekan dilakukan secara ketat, salah satunya oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Askolani.
“Untuk menjaga kredibilitas negara,” tegasnya.
Purbaya kemudian mengimbau seluruh aparatur pemerintahan untuk menerapkan prinsip teliti dalam pengelolaan data. “Saya minta teman-teman semua juga ke depan melakukan hal yang sama, cek dan double cek,” lanjutnya.
Baru menjabat kurang dari dua bulan, Menkeu Purbaya aktif turun langsung ke berbagai kementerian untuk memonitor penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah itu dilakukan untuk memastikan anggaran berjalan efektif.
“Ketika saya datang ke kementerian-kementerian bukan untuk mengganggu kebijakan, tetapi memastikan bahwa uang yang kita alokasikan dipakai semaksimal mungkin,” jelasnya.
Menurutnya, penyerapan anggaran yang optimal akan memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap rupiah harus bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Terkait target ambisius pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, Purbaya mengakui bahwa angka tersebut bukan hal mudah. Meski demikian, ia optimistis bisa dicapai dengan langkah strategis dan kerja sama semua pihak.
“Kita bukan hanya bagi-bagi duit di APBN, tapi memastikan semuanya bisa mendorong ekonomi,” ujarnya.
Purbaya juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi. Menurutnya, investasi yang kuat adalah kunci menuju pertumbuhan tinggi.
“Kalau kita terus memastikan anggaran terserap dengan baik, investasi lebih baik, 8 persen bukan angka di langit. Itu bisa kita capai,” imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, ia menyebut target pertumbuhan tahap awal ada di kisaran 6–6,5 persen, sebelum mendorong angka maksimum di akhir masa pemerintahan. “Akhir pemerintahan bisa mendekati,” tegasnya.
Dengan komitmen pengelolaan APBN yang transparan, akurat, dan efektif, Menkeu Purbaya berharap kerja fiskal pemerintah dapat mendukung stabilitas ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : YouTube Kementrian Keuangan







