SEKITARKITA.id — Riuh bercampur haru memenuhi teras sebuah masjid di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tempat ibadah itu kini berubah menjadi posko pengungsian darurat bagi puluhan anak-anak dan lansia korban bencana longsor yang menimbun tempat tinggalnya.
Teriakan dan jeritan tawa polos anak-anak menggema di sudut ruang sempit, menyayat hati siapa pun yang menyaksikan langsung kondisi pascabencana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah suasana duka itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat (TP-PKK KBB), Syahnaz Sadiqah, hadir meninjau langsung para pengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, Selasa (27/1/2026).
Mata Syahnaz tampak berkaca-kaca melihat kondisi anak-anak dan lansia yang masih diselimuti trauma akibat ganasnya longsor yang meluluhlantakkan dua kampung sekaligus.
Bencana tanah longsor di wilayah tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 rumah di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda serta puluhan warga yang tertimbun longsor yang tersebar di RW 11 dan 10.
Pantauan SEKITARKITA.id di lokasi, longsor terjadi di lereng kaki gunung Burangrang dengan panjang area sekitar 3 kilometer dari mahkota longsor. Area longsor meliputi lahan hutan, pemukiman penduduk, dan area petanian.
Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di tengah medan yang sulit.
Suasana sempat mencair saat kunjungan Syahnaz ke posko pengungsian. “Cantiknya ibu bupati,” celetuk beberapa emak-emak pengungsi yang disambut tawa kecil.
“Ibu juga cantik pisan,” timpal Syahnaz sambil tersenyum, berusaha menguatkan hati para korban di tengah keterbatasan.
Namun, suasana haru kembali menyelimuti posko saat seorang anak perempuan korban longsor menghampiri Syahnaz.
Tatapan polos itu membuat istri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail tersebut terdiam. Air matanya nyaris jatuh, seolah teringat buah hatinya di rumah.
Dalam kunjungannya, Syahnaz tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak pengungsi.
Ia juga meninjau operasional dapur umum yang melayani kebutuhan konsumsi warga terdampak.
“Trauma healing ini penting supaya anak-anak tidak menyimpan trauma berkepanjangan akibat kejadian ini,” ujar Syahnaz adik Sultan Andara Raffi Ahmad di lokasi, Selasa.
Ia menjelaskan, kegiatan pemulihan psikologis dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti bermain, membaca dongeng, hingga menggambar bersama anak-anak.
“Di sini saya ajak anak-anak bermain, baca dongeng, dan menggambar. Supaya fokus mereka kembali ke aktivitas anak-anak, bukan ke kejadian yang menakutkan itu,” katanya.
Selain pemulihan psikologis, TP-PKK KBB juga memfokuskan bantuan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan anak-anak, dengan memastikan kebutuhan gizi selama berada di pengungsian tetap terpenuhi.
“Kita juga bagi-bagi makanan, khususnya untuk anak-anak, dan menitipkan perhatian lebih kepada ibu hamil, ibu menyusui, lansia, serta anak-anak,” tambahnya.
Di akhir kunjungan, Syahnaz menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh korban bencana longsor di Cisarua.
Ia berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan tidak terjadi bencana susulan.
“Mudah-mudahan semuanya segera pulih, korban yang belum ditemukan bisa segera ditemukan, dan semoga tidak ada bencana susulan lagi,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pencarian korban, hingga pelayanan di posko pengungsian.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja keras tanpa lelah dalam penanganan bencana ini,” pungkas Syahnaz.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








