Serbuk Diduga Bahan Peledak Diamankan dari Rumah FN Usai Ledakan di SMAN 72

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025), melukai 96 orang; 29 masih menjalani perawatan di rumah sakit.
  • Polisi mengamankan bubuk yang diduga merupakan bahan peledak, catatan pribadi, serta bukti virtual dari rumah FN (17), seorang siswa pelaku.
  • Motif masih dalam penyelidikan, termasuk dugaan bullying di sekolah.
  • Kepala Polisi Republik Indonesia menyatakan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan setelah analisis selesai; kejadian ini memicu peninjauan kembali tentang keamanan sekolah.

AdinJava, Jakarta– Kebakaran di SMAN 72 Jakarta menimbulkan sejumlah besar pertanyaan dari berbagai pihak, khususnya mengenai bagaimana barang yang meledak dapat masuk ke arena sekolah.

Hingga sementara waktu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan keterkaitan alasan di balik ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baru-baru ini, polisi telah menyita beberapa barang bukti dari rumah FN (17), tersangka keterkaitan ledakan di SMAN 72 Jakarta, salah satunya adalah bubuk yang diduga merupakan bahan peledak.

Meledak merupakan kejadian pelepasan energi secara mendadak dan sangat cepat yang menghasilkan gelombang tekanan kuat, suara nyaring, panas, serta umumnya diikuti oleh kerusakan di sekitar arena tersebut.

Pengeluaran energi dapat terjadi akibat reaksi kimia (misalkan saja dari bahan peledak atau gasoline), tekanan tinggi yang tiba-tiba saja meledak, atau korsleting listrik yang dikarenakan api dan perubahan tekanan udara.

Dilansir AdinJavadari dari Tribunnews.com, sementara waktu FN, seorang siswa di SMAN 72 Jakarta, berada dalam standing sebagai anak yang sedang menghadapi proses hukum.

Baca Juga:  Jajak pendapat mingguan: Google Pixel 9 mana yang Anda pilih, andai ada?

Kepala Polisi RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap bahan yang diduga merupakan bahan peledak, catatan pribadi, serta jejak aktivitas di media sosial (medsos) FN.

Pemeriksaan ini dilakukan guna mengungkap latar belakang dan potensi alasan di balik kejadian yang melukai ratusan siswa dan guru.

“Tim sementara waktu juga pasti terus melakukan penyelidikan mengenai kejadian ledakan sehari sebelum ini di SMAN 72. Ditemukan beberapa bukti pendukung,” ujar Listyo setelah mengunjungi penderita di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).

Barang bukti yang diamankan meliputi tulisan tangan, catatan pribadi, serta bubuk yang berisiko dikarenakan ledakan.

Selain itu, pemeriksa juga menginvestigasi rutinitas virtual FN, termasuk komunikasi di media sosial serta kondisi lingkungan anggota keluarga.

“Terdapat tulisan, ada bukti berupa bubuk yang diduga bisa dikarenakan kemungkinan terjadinya ledakan, catatan-catatan lain kami kumpulkan, termasuk juga kami melakukan pemeriksaan terhadap media sosial dan lingkungan keluarga,” jelas Listyo.

Penyelidikan juga mencakup kemungkinan adanya dugaan tindakan perundungan (bullying) yang dialami FN di lingkungan sekolah.

Ini merupakan salah satu aspek yang sedang diteliti untuk membentuk gambaran menyeluruh mengenai motif.

“Itu (dugaan bullying) salah satu yang kita kumpulkan, keterkaitan dengan bagian dari kita untuk mengungkap motif. Artinya informasi-informasi yang berkaitan, yang dapat memberi dukungan proses kita dalam memperoleh gambaran motif, tentunya kita kumpulkan,” tambahnya.

Baca Juga:  OnePlus Nord CE4 Lite diluncurkan hari ini, saksikan siaran langsungnya

Kepala Polisi Republik Indonesia menekankan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses analisis selesai.

Untuk saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88), Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), serta penyidik remaja dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih berada di lapangan.

“Semoga kita secepatnya bisa merilis dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tutup Listyo.

Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta mengakibatkan 96 orang cedera, di mana 29 di antaranya masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit.

{Peristiwa} ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan lingkungan sekolah serta kesehatan psychological para remaja.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap barang bawaan siswa di sekolah harus segera lebih diperkuat.

“Mengapa benda-benda seperti itu dapat masuk ke sekolah,” ujarnya singkat.

{Peristiwa} ini mengingatkan akan pentingnya pengawasan menyeluruh dalam lingkungan pendidikan—bukan hanya terhadap barang bawaan, namun juga terhadap kondisi psikologis siswa.

Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pihak berwajib menjadi kunci untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

Perilaku Berubah

Seorang teman FN, dengan inisial K, mengira bahwa temannya tersebut sedang memperhatikan acara di sekolah.

“Kita pasti berkumpul semua di lapangan. Saya pikir dia (FN) melakukan (meledakkan dugaan bom) pada saat 10 November,” tutur K sebagaimana dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Cumicumi.

K adalah teman FN dari taman kanak-kanak. Saat kecil, menurut K, FN adalah anak yang penuh semangat. Mereka bahkan terus menerus bermain bersama.

Baca Juga:  ASUS AIO M3702 Diluncurkan di India: Harga, Spesifikasi

Tetapi, setelah dewasa, FN disebutkan menjadi seseorang yang pendiam.

Sebelum terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, FN pernah bertemu dengan K. Menurut keterangan K, FN bertanya mengenai sebuah acara yang akan dilaksanakan di sekolah.

“Saya pernah berkomunikasi dengannya, ‘kapan puncak bulan bahasanya?'” ujar K menirukan pertanyaan F.

L adalah salah satu anggota panitia dalam acara tersebut.

“Dulu selalu menyapa, saat saya selesai dari kamar mandi dia bertanya ke saya, ‘bulan bahasanya kapan? Puncaknya kapan?’,” ujar K.

Menurutnya, pertanyaan tersebut terus menerus diajukan oleh FN kepadanya.

“Pada waktu yang berbeda. Dua kali. Tidak pernah curiga sama sekali, tidak pernah terpikir mencapai sepanjang ini,” ujar K.

Complete Penderita 96

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan terdapat 96 penderita dari ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Untuk saat ini masih terdapat 29 penderita yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Jumlah yang masih dalam perawatan sekitar 29 dari 96,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 14 penderita dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, 14 penderita lainnya di RS Yarsi, dan satu penderita lagi di RS Pertamina Jaya.

Menurutnya, penderita yang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih 2 terdapat berapa orang yang menjalani perawatan di ruang ICU.

“Yang tersisa sehari sebelum ini sudah dapat pulang dan mungkin saja juga dilakukan sebagai pengobatan jalan,” ujarnya.



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Ilustrasi pengamen cosplay pocong (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB