Siang Teror di SMAN 72 Jakarta, Ledakan Luka 54 Orang

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, AdinJavaLedakan terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada hari Jumat (7/11/2025).

{Peristiwa} yang terjadi pada pukul 12.05 siang WIB ini mengakibatkan beberapa siswa dan guru merasakan cedera.

Beberapa saksi menyampaikan, ledakan terjadi di berbagai titik di sekitar sekolah masjid saat siswa sedang melaksanakan salat Jumat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi ledakan

Keterangan dari seorang guru SMAN 72 Jakarta yang bernama Totong Koswara menyebutkan, ledakan pertama terjadi tepat setelah azan dikumandangkan.

Tidak lama kemudian, ledakan kedua terjadi di wilayah luar masjid sekolah. Keadaan ini dikarenakan jemaah yang sedang melaksanakan salat Jumat langsung berlarian keluar masjid demi keselamatan diri.

Totong menyampaikan bahwa terdapat tiga titik ledakan yang terjadi secara serentak sekitar pukul 12.00 WIB.

“Di dalam masjid, di masjid, di luar, terdapat tiga titik, mungkin saja tiga,” ujar Totong dilaporkan dari siaran langsung.Kompas TV, Jumat.

Tetapi, Totong tidak tahu secara pasti kapan ledakan itu terjadi sebab ia berada di barisan depan saat shalat Jumat.

Setelah terdengar tiga kali ledakan, jemaah di masjid secepatnya berhamburan bepergian.

 

Sedang melaksanakan shalat Jumat, tiba-tiba saja terjadi ledakan. Sekitar ketika itu langsung berantakan, pecah, semua orang langsung keluar, langsung sebab takut,” ujar Totong.

Baca Juga:  Apa itu perencanaan produk? Proses dan praktik terbaik dijelaskan

54 orang terluka

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan, 54 orang merasakan luka akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta.

“Information awal memperlihatkan sekitar 54 orang (penderita ledakan SMAN 72 Kelapa Gading),” ujar Asep di RS Islam Cempaka Putih, Jumat (7/11/2025).

Asep menyampaikan tak ada penderita jiwa akibat ledakan tersebut. Sementara waktu para penderita sedang dapatkan perawatan di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi.

“54 orang, ada yang merasakan luka ringan, sedang, dan beberapa sudah pulang,” katanya.

Ditemukan senjata

Mengenai ledakan di SMAN 72 Jakarta, beredar sebuah gambar di media sosial yang memperlihatkan seorang anak laki-laki tergeletak dengan senjata berwarna hitam di sampingnya.

Di dalam foto yang diunggah oleh akun Instagram @jakut24jam, terlihat senjata api yang didugaair comfortable gunberwarna hitam dengan beberapa tulisan berwarna putih yang terletak di atas permukaan beton.

Di bagian selongsong senjata tertera, “14 Ujar. Untuk Agartha.” Sementara waktu, pada tubuh senjata juga terukir, “Brenton Tarrant. Selamat Datang di Neraka.”

Di sekitar senjata tersebut, terlihat perabot yang diduga merupakan senjata api berukuran kecil, serta ikat pinggang berwarna hijau tua yang mempunyai dengan jumlah besar bagian penyimpanan.

Baca Juga:  Jam tangan Put on OS mungkin saja akan secepatnya bisa mengirim pesan RCS tanpa bantuan ponsel Anda

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenkopulkam) Lodewijk Freidrich Paulus menyatakan, senjata yang ditemukan di SMAN 72 Kelapa Gading merupakan alat permainan.

“Ya, ada gambar tersebut, namun ternyata senjata mainan. Setelah kami memeriksa, itu adalah senjata mainan,” ujar Lodewijk di SMAN 72 Kelapa Gading, Jumat.

Alternatifnya, mengenai keberadaan seorang pria yang tergeletak di dekat senjata mainan tersebut, Lodewijk masih belum bisa memastikannya.

Terduga pelaku ledakan penderita bullying

Siswa SMAN 72 yang berusia 17 tahun diduga sebagai pelaku ledakan. Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, mengonfirmasi hal ini.

Informasi saat ini masih berasal dari lingkungan sekolah yang bersangkutan. Ya (siswa), kata Listyo di teras Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat.

Seorang siswa dengan inisial Z menyebutkan bahwa tersangka pelaku dikenal sebagai orang yang diam dan tak henti-hentinya menghabiskan waktu sendirian.

Ia juga dikenal mempunyai minat terhadap gambar atau foto yang mengandung nuansa kekerasan.

“Disebutkan dia selalu sendirian, tak henti-hentinya membuat gambar atau foto yang berkaitan dengan darah dan tembakan seperti itu,” ujar Z.

Baca Juga:  Xiaomi 15 Ultra diprediksi akan segera hadir lebih cepat dari pendahulunya

Siswa lain, R (16), menyampaikan beberapa kali mendengar bahwa tersangka pelaku tak henti-hentinya menjadi goalbullying rekan-rekan sekelasnya.

Berdasarkan informasi yang ia dengar, pelaku juga suka menonton video dengan temagore atau kekerasan ekstrem.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengira pelaku ledakan terpengaruh oleh materi di media sosial.

 

“Antara lain mungkin saja akibat pengaruh dari apa yang dilihat di media sosial. Nanti untuk penjelasan lebih lengkap mengenai penyebab-penyebabnya, pihak yang berwenang akan menjelaskannya,” ujar Dasco setelah mengunjungi penderita ledakan yang sedang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat.

Kondisi penderita paling kekinian

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto menyampaikan, dari whole 54 penderita luka, sebanyak 21 orang telah diizinkan pulang setelah menerima perawatan dan dinyatakan menjadi lebih baik.

“Dari 54, tersisa 33. Sebanyak 21 telah kembali dalam keadaan alhamdulillah baik,” ungkapnya.

Sementara waktu, 27 penderita masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Jakarta dan enam orang lainnya berada di Rumah Sakit Yarsi.

Sebagian besar merasakan gangguan pendengaran sebab suara keras yang terdengar, serta luka gores dan luka bakar ringan pada beberapa penderita.



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru