[ad_1]
Fakta Perkembangan TikTok di Indonesia
Dalam tiga tahun terakhir, TikTok telah memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia.
Aplikasi ini kini mempunyai lebih dari 125 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, menjadikannya pasar terbesar kedua setelah AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiktok sendiri memecahkan rekor sebagai aplikasi non-game pertama dengan belanja konsumen hingga US$10 miliar (sekitar Rp156,3 triliun).
Tiktok Shop juga hingga GMV sebesar USD 4,4 miliar di Asia Tenggara pada tahun 2022, dan USD 20 miliar pada tahun 2023
Transformasi Bisnis TikTok
TikTok sepertinya tidak hanya berkembang sebagai platform sosial, namun juga sebagai para pemain utama di sektor e-commerce.
Transformasi cepat ini memperlihatkan memperlihatkan ambisi mereka untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih luas.
TikTok telah mulai merambah ke industri journey dengan menawarkan voucher penerbangan, resto, dan lodge yang dapat diperoleh melalui aplikasi.
Ini dapat membuka potensi, TikTok akan menyaingi Gojek sebagai aplikasi dengan ekosistem dan fitur pengguna terlengkap sementara waktu.
Gojek: Pesaing Kuat dalam Ekosistem Bisnis
Gojek, sebagai salah satu unicorn terbesar di Indonesia, telah memperlihatkan pertumbuhan pesat dalam sepuluh tahun terakhir.
Dengan valuasi yang hingga $10 miliar dan pendapatan yang terus meningkat. Gojek berhasil mengukuhkan diri sebagai pemimpin dalam layanan transportasi, pengiriman makanan, dan pembayaran virtual.
Gojek juga mempunyai lebih dari 3 juta mitra motive force dan ratusan ribu mitra service provider
Inovasi-inovasi bisnis Gojek, seperti layanan GoPay dan GoFood, telah menjadi bagian integral dari ekosistemnya.
Pentingnya Membangun Ekosistem Bisnis
Bisnis besar yang bertahan lama adalah mereka yang mampu membentuk ekosistem pelanggan yang kuat.
Dalam ekosistem seperti ini, pelanggan akan sulit berpindah ke pesaing akibat mereka merasa nyaman dan dapatkan sejumlah manfaat di satu platform.
Konsep ini dikenal sebagai CRM (Buyer Dating Control), di mana perusahaan menciptakan pengalaman pelanggan yang unik dan sulit ditiru oleh pesaing.
Strategi Lautan Hitam
Strategi membangun ekosistem ini juga dikenal sebagai strategi “samudra hitam”, di mana perusahaan menciptakan ruang pasar baru yang belum terjamah oleh pesaing.
TikTok dan Gojek adalah contoh nyata dari perusahaan yang berhasil membangun ekosistem ini.
Di Indonesia, masih minim bisnis yang hingga kondisi ekosistem matang seperti ini. Tetapi, Anda para pengusaha bisa mulai mengembangkan ekosistem ini dengan bantuan praktisi dan ekspertise CRM dan ekosistem black ocean
UMKM Dibantu Praktisi CRM dan Black Ocean
Ketika inovasi dan transformasi bisnis mampu fokus pada pengalaman pelanggan, perusahaan bisa menciptakan ekosistem yang membuat pelanggan tetap setia dan sulit dipengaruhi oleh pesaing.
Untuk membantu para pengusaha mengembangkan ekosistem bisnis, praktisi dan keahlian CRM seperti Arisdiansah, Jeffry Yusnata, dan Wahyu Teguh menawarkan solusi yang efektif melalui workshop Penguasaan Pelanggan bersama Meta dan Bisnishack.
Workshop ini dirancang untuk membekali UMKM dengan pengetahuan dan strategi membangun ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang tepat, Anda juga bisa membangun ekosistem bisnis yang kuat dan mengungguli pesaing di pasar yang semakin kompetitif ini.
Kami mengundang Anda untuk mematuhi lokakarya ini dan mendapatkan manfaat dari kesempatan untuk mengembangkan bisnis Anda.
Secepatnya daftarkan diri Anda ke Mba Reny di nomor berikut:
wa.me/6281392077733
renybisnishack@gmail.com
[ad_2]
Sumber: vritimes
https://vritimes.com/{id}/articles/269400ac-23b7-11ef-ae09-0a58a9feac02/2039ac7a-43f6-11ef-8132-0a58a9feac02








