Tolak dicium, pedangdut cantik di Purworejo ditendang Kepala Sekolah sampai tersungkur

- Penulis

Rabu, 17 Juli 2024 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolak dicium, pedangdut cantik di Purworejo ditendang Kepala Sekolah sampai tersungkur

Viral, SekitarKita.id – Baru-baru ini warganet dibuat heboh dengan potongan video seorang penyanyi dangdut (pedangdut) ditendang oleh pria gara-gara menolak dicium diatas panggung.

Belakangan diketahui, biduan cantik bernama Ester Oktavia (28) mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa pelecehan seksual dari oknum kepala sekolah (Kepsek) berinsial S (43).

Insiden pelecehan itu terekam video amatir warga dalam acara hiburan organ tunggal hajatan khitanan di Desa Roworejo, Kecamatan Grabag, Purworejo, pada Senin (1/7/2024) sekitar pukul 21.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilihat video itu, dengan penuh semangat dan percaya diri, S mencoba mencium leher penyanyi yang sedang bernyanyi. Penyanyi itu marah dan mencoba memukulnya.

Tak lama kemudian, kepala sekolah menendang penyanyi lantaran gagal mencium. Akibat tendangan ini, Ester sang biduan pantura sempat jatuh dari panggung. Kasus ini pun sempat heboh dan viral di jejaring media sosial.

Para penonton pun turut memberikan bantuan kepada sang penyanyi yang merasakan nasib malang saat menyanyikan lagu tersebut.

Keterkaitan kejadian tersebut, kepala sekolah pun meminta maaf, “Ketika itu saya dalam keadaan mabuk, saya mohon maaf,” tutur kepala sekolah dalam video tersebut.

Baca Juga:  Polres Karawang atur arus Mudik Lebaran 2024 di sejumlah titik salah satunya Pospam Tanjungpura

Warganet pun berbondong-bondong mengecam kepala sekolah, mereka mengharapkan agar kepala sekolah tersebut dipecat.

“Daripada membersihkan guru honorer, lebih baik membersihkan kepala sekolah seperti ini,” tutur akun @atti_pr.

“Kepala sekolah macam apa itu? Moralnya sudah sepertinya tidak sama lagi. Lebih baik dia dicopot saja dari jabatannya,” ujar Akun@iyan23noegraha.

Sementara waktu, akun @andreaopa menuliskan, akan lebih baik andai dirubah dengan guru honorer karena itu guru honorer dalam jumlah besar yang otaknya bagus dan akhlaknya baik.

“Bagaimana mungkin saja murid sepertinya tidak berkelahi kalau kepala sekolahnya mabuk,” ujar @ahmad_isa16 tulus.

Pemilik akun @susi ridwan mempertanyakan kenapa akhir-akhir ini kita dalam jumlah besar diperlihatkan pejabat yang berperilaku dan berkata-kata sepertinya tidak pantas.

Video tersebut mendapat 12,7 ribu like dan 1.835 komentar dari warganet saat diunggah pada Rabu, 17 Juli 202.

Kepala Sekolah Dalam Kondisi Mabuk

Kepala sekolah (S) mengaku saat melakukan aksi bejadnya dengan mencium biduan dan menendang itu dalam keadaan mabuk terpengaruh minuman alkohol.

Baca Juga:  Fasset Dorong Literasi Kripto di Indonesia Lewat Diskusi Panel "Crypto untuk Semua Orang: Dari Hype ke Tipe"

Keterkaitan kejadian tersebut, kepala sekolah pun meminta maaf kepada korban EO (28) penyanyi dangdut dan juga mantan peserta Kontes Primadona Pantura.

“Ketika itu saya dalam keadaan mabuk, saya mohon maaf,” tutur kepala sekolah dalam video keterangannya.

Kasus Pelecehan Seksual Berujung Damai

Dilansir dari Kompas.com, kepala sekolah (S) dan Ester Oktavia sudah dipertemukan untuk melakukan mediasi. Dari hasil mediasi yang dilakukan di Polsek Grabag pada Selama (2/7/2024) malam, EO memilih memaafkan S.

Keduanya pun menandatangani surat pernyaaan damai bermaterai. S sendiri mengaku jika dirinya dalam kondisi tidak sadarkan diri saat melakukan insiden tersebut.

Ia meminta maaf kepada seluruh pelaku organ tunggal atau hiburan di Purworejo. S juga tak membantah jika dirinya menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SD di Purworejo.

Atas kejadian itu, S pun mengaku pasrah mendapatkan sangsi dari Dinas Purworejo Kabupaten Purworejo.

 

[ad_2]

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri
Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 09:54 WIB

Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terbaru