Undang Generasi Z, BPK Wilayah IX Bangkitkan Nilai Cirebon Melalui Sakola Tradisi 2025

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Undang Generasi Z, BPK Wilayah IX Bangkitkan Nilai Cirebon Melalui Sakola Tradisi 2025

PR JABAR –Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat kembali memperlihatkan komitmennya dalam menjaga warisan tradisi dengan melibatkan Generasi Z. Dengan program tahunan “Sakola Tradisi 2025” yang mengusung tema ‘Tradisi Kita, Inspirasi Generasi’, yang berlangsung di Kabupaten dan Kota Cirebon pada tanggal 3–6 November 2025, ribuan siswa SMA/SMK dari seluruh Jawa Barat diajak untuk terlibat langsung dalam kekayaan seni dan tradisi Cirebon.

Program ini bertujuan memperkuat peran siswa dari sekadar pengamat tradisi menjadi pencipta tradisi. Dengan mengembangkan warisan leluhur Cirebon menjadi materi virtual yang fashionable, diharapkan generasi muda bisa menghidupkan kembali nilai lokal secara sesuai zaman.

Kepala BPK Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty, S.S., M.Hum., mengungkapkan tingginya antusiasme peserta pada tahun ini. Dari 302 pendaftar yang berasal dari seluruh Jawa Barat, hanya 100 peserta dari 31 sekolah di 27 kabupaten/kota yang terpilih mengikuti rutinitas tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada 302 pendaftar dari berbagai daerah di Jawa Barat, namun hanya 100 peserta yang diterima. Hal ini memperlihatkan bahwa antusiasme kalangan muda terhadap tradisi cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana menyajikan penyajian yang menarik dan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka,” ujar Retno di Cirebon, Senin, 3 November 2025.

Baca Juga:  Bangkit & Kembangkan Karir Anda

Pendekatan Edukatif dan Kreatif

Sakola Tradisi 2025 dibuat sebagai jembatan antara kalangan muda dan warisan tradisi setempat, dengan pendekatan yang menyenangkan, inovatif, serta bermanfaat.

“Kesenian Tradisi hadir sebagai upaya menghubungkan generasi muda dengan warisan tradisi Jawa Barat, khususnya Cirebon, melalui pendekatan pendidikan dan inovatif,” jelas Retno.

Tujuan utamanya ialah mengembangkan karakter, kreativitas, serta rasa yakin diri terhadap tradisi lokal. Sepanjang empat hari pelaksanaan rutinitas, peserta aktif dalam berbagai aktivitas padat, mulai dari workshop seni, penerapan tradisi, sampai pembuatan karya kreatif.

Mereka juga mempunyai kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Museum Cakrabuana, dan Museum Topeng. Pada hari pertama, peserta diajak menyaksikan Tari Gandamanah di Museum Cakrabuana, dilanjutkan dengan workshop melukis dengan tema Cirebon. Selain itu, mereka juga menikmati pertunjukan khas seperti Tari Sintren dan Topeng Cirebon.

Dari Penonton Menjadi Pembuat Konten

Salah satu perubahan penting dalam pelaksanaan tahun ini adalah pendorongan kepada peserta agar tidak hanya sekadar lihat, namun juga memproses pengalaman tradisi menjadi karya populer dan konten virtual yang relevan dengan kehidupan mereka.

Baca Juga:  Apple Intelligence diluncurkan dengan iOS 18.1 beta, termasuk perekaman dan transkripsi panggilan

“Kami mengharapkan siswa tidak hanya menjadi penonton tradisi, namun juga sebagai kreator yang mampu menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dengan bahasa yang dimiliki oleh generasi mereka,” tutur Retno.

Dengan pendekatan ini, tradisi diharapkan tetap bertahan dan dilestarikan meski demikian menghadapi derasnya arus informasi global.

Penghargaan terhadap program ini datang dari Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Budaya, Restu Gunawan, yang menekankan perlunya meningkatkan kesadaran tradisi di kalangan generasi muda.

“Kabupaten Cirebon mempunyai sejumlah besar potensi tradisi, baik berupa Objek Pemajuan Kebudayaan maupun Cagar Budayanya. Semoga melalui rutinitas ini, anak-anak bisa membaca dan memahami kembali warisan tradisi sesuai dengan pemahaman mereka,” tutur Restu.

Menciptakan Rasa Bangga di Tengah Arus Global

Semangat peserta menjadi bukti nyata keberhasilan program ini. Salah satunya berasal dari Nur Rahma, seorang siswa SMA Negeri Bantar Kalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang juga memperoleh penghargaan dalam kategori artikel terbanyak.

“Dari Sekolah Tradisi muncul rasa bangga bahwa tradisi Cirebon ini mencerminkan nilai luhur para leluhur kita dan bagaimana generasi muda menghadapinya dalam perjalanan arus tradisi asing yang masuk ke kita,” tutur Nur Rahma.

Baca Juga:  Keterampilan Pemasaran Virtual Teratas untuk tahun 2025: Wawasan Webinar

Sakola Tradisi menjadi wadah ekspresi yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperlihatkan bakat mereka, mulai dari menulis, menggambar, sampai membuat konten dengan tema warisan tradisi.

BPK Wilayah IX mengharapkan rutinitas ini mampu menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya menjaga keberlangsungan nilai-nilai tradisi, namun juga mampu menciptakan pemahaman baru yang sesuai dengan perkembangan jaman.



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Proses penyembelihan dilaksanakan langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/5/2026). foto: Abdul Kholilulloh

Tak Berkategori

Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:28 WIB

Ilustrasi pengamen cosplay pocong (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB