SEKITARKITA.id – Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali membuahkan hasil pada hari ke-12 pelaksanaan, Rabu (4/2/2026).
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh bodypack (kantong jenazah) hingga pukul 17.00 WIB. Dengan temuan terbaru tersebut, total korban yang berhasil diangkat dari material longsor kini mencapai 92 bodypack sejak hari pertama operasi.
Berdasarkan data Pos Komando SAR, tujuh bodypack yang ditemukan hari ini tersebar di beberapa titik pencarian, yakni, 1 bodypack di worksite A2, 4 bodypack di worksite A3, 2 bodypack di worksite B2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Area worksite A3 masih menjadi fokus utama pencarian karena ketebalan timbunan material longsor yang cukup ekstrem.
“Sehingga dengan penambahan tujuh bodypack yang ditemukan sampai hari ke-12 ini, total ditemukan 92 bodypack sejak hari pertama sampai hari ini,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana.
Seluruh bodypack yang berhasil dievakuasi langsung diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Ade mengungkapkan, hingga saat ini 68 bodypack telah teridentifikasi, 21 bodypack masih dalam proses identifikasi
Proses tersebut membutuhkan waktu karena kondisi jenazah yang tidak utuh serta adanya temuan potongan tubuh yang diduga berasal dari korban yang sama.
“Ada beberapa bodypack yang ditemukan, itu identitasnya tunggal ke bodypack yang sudah diidentifikasi sebelumnya,” jelas Ade.
Operasi Tetap Dilanjutkan Hingga 6 Februari
Meski jumlah bodypack yang ditemukan telah melampaui daftar awal warga yang dilaporkan hilang, operasi SAR longsor Cisarua dipastikan tetap dilanjutkan sesuai prosedur dan masa tanggap darurat.
Diketahui, korban bencana longsor tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga sekitar 23 prajurit Marinir yang ikut terdampak. Berdasarkan data awal, total korban tertimbun diperkirakan mencapai 108 jiwa.
“Untuk proses pencarian, kami akan berpatokan pada masa tanggap darurat sampai tanggal 6 Februari 2026,” tandas Ade.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








