SEKITARKITA.id – Sebuah video makanan siap santap dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di sejumlah grup WhatsApp, Selasa (23/9/2025). Dalam rekaman tersebut, terdengar suara siswa yang menyebut ada belatung di dalam makanan yang hendak disantap.
“Parah, parah ini Pak ada belatungnya, ih,” ucap seorang siswa yang videonya diabadikan oleh guru.
Menanggapi hal itu, Wakasek Humas SMPN 1 Ngamprah, Sinung Raharjo, membenarkan video tersebut, ia menjelaskan yang mensuplai makanan MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perumahan Cilame Indah, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah KBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pihak sekolah masih melakukan pengecekan. Ia menegaskan dalam video tersebut tidak terlalu jelas terlihat adanya belatung.
“Betul video itu direkam guru kelas 8, sebenarnya di rekaman tidak terlalu jelas apakah ada belatung atau tidak. Dari pihak sekolah belum bisa menyimpulkan,” ujar Sinung saat ditemui sekitarkita.id, di kantor SMPN 1 Ngamprah, Rabu 24 September 2025.
“Hanya ada aduan dari anak-anak yang menyebut ada binatang di dalam makanan. Setelah dicek, nasi dan daging ayam dalam kondisi bagus dan hangat. Kemungkinan justru berasal dari buah jeruk, karena ada sebagian jeruk yang kondisinya kurang bagus,” sambungnya.
Menurutnya, dugaan keberadaan belatung itu menyebabkan sebagian siswa enggan makan. Namun, faktor selera juga menjadi penyebab banyak anak tidak menghabiskan menu MBG.
“Anak-anak sebenarnya bukan karena belatung, tapi soal selera. Kalau ada daging atau rolade mereka makan. Tapi kalau sayur seperti sawi, biasanya tidak dimakan. Telur juga kadang kurang diminati. Jadi bukan hanya soal kualitas makanan, tetapi juga faktor selera siswa,” jelasnya.
Pihak SMPN 1 Ngamprah mengaku selalu melakukan pengecekan terhadap makanan MBG sebelum dibagikan. Ada sampel tiga hingga lima porsi yang dijadikan acuan untuk memastikan kelayakan konsumsi.
“Kalau ada kondisi makanan yang agak mengkhawatirkan, langsung kami ingatkan agar jangan dimakan. Tapi kalau masih relatif aman, diperbolehkan. Ada petugas khusus dari sekolah yang melakukan pengecekan setiap hari sebelum dibagikan,” kata Sinung.
Ia menambahkan, untuk kasus video viral tersebut, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan dapur penyedia MBG agar meningkatkan kualitas.
“Untuk hari ini kondisi makanan bagus, tapi tetap akan kami sampaikan agar kualitas terus ditingkatkan,” tuturnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang menyasar siswa di sekolah.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, program ini menuai sorotan akibat sejumlah kasus dugaan keracunan massal di berbagai sekolah di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Munculnya video viral ini semakin menambah sorotan masyarakat terkait pengawasan dan kualitas makanan MBG yang dibagikan kepada siswa.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








