[ad_1]
Hubungan terbuka menjadi lebih populer – dan lebih dapat diterima – selama beberapa tahun terakhir. Jadi jika Anda dan pasangan ingin mencobanya, bagus untuk Anda!
Namun pernikahan terbuka atau hubungan terbuka tidak bisa terjadi begitu saja. Tiba-tiba melompat dari monogami ke poliamori, tanpa perencanaan dan pemikiran yang memadai, akan menyebabkan kegagalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, ya — hubungan terbuka bisa berhasil, tetapi hanya jika Anda jujur dengan pasangan Anda dan melakukan pendekatan terhadap hubungan terbuka dengan cara yang benar.
Berikut 3 percakapan penting yang harus Anda lakukan sebelum memulai hubungan terbuka:
1. Jenis hubungan apa yang Anda cari?
Ya, jenisnya berbeda-beda, meski tidak semuanya punya nama. Apakah Anda mencari hubungan poliamori? Jika iya, apakah Anda ingin bertemu dengan “kekasih lain” pasangan Anda?
Dan berapa banyak informasi kontak yang harus diberikan kepada orang-orang ini? Apakah Anda mencari sesuatu yang murni bersifat fisik, seperti pertemuan bertukar pasangan untuk memeriahkan kehidupan cinta Anda, atau mungkin seks bertiga?
Mungkin Anda ingin menerapkan situasi “jangan tanya, jangan beri tahu”, di mana Anda berdua bebas berhubungan intim dengan orang lain saat bepergian selama tidak ada di antara Anda yang mendiskusikannya.
Pastikan Anda berdua mempunyai pemikiran yang sama, sehingga Anda berdua tahu apa yang diharapkan.
2. Tetapkan beberapa aturan
Banyak hal yang bisa terjadi dalam hubungan terbuka yang mungkin tidak terpikirkan oleh Anda. Untuk menghindari perasaan terluka parah,
atau secara tidak sengaja mengkhianati orang yang Anda cintai, buatlah rencana. Tetapkan sejak awal apa yang membuat Anda masing-masing merasa nyaman baik secara emosional maupun intim.
Putuskan apakah hubungan ini harus tetap di kamar tidur, atau diposting di seluruh media sosial.
3. Terakhir, cari tahu apa yang akan Anda sampaikan kepada anak-anak
Jika Anda mempunyai anak, Anda harus mendiskusikan bagaimana/kapan/apakah Anda akan menjelaskan siapa teman istimewa ayah dan ibu.
Dan tidak, Anda tidak bisa menghindari hal ini selamanya. Karena anak-anak jauh lebih jeli daripada yang Anda kira dan mereka akan menganggap orang ini spesial.
Terserah Anda berdua sebagai pasangan – dan sebagai orang tua – untuk mengetahui seberapa banyak yang perlu mereka ketahui
agar tidak terlalu mengekspos mereka pada konsep dewasa atau pribadi sambil menyeimbangkan kebutuhan akan kejujuran.
Dr Lori Beth Bisbey adalah seorang psikolog dan pelatih keintiman yang membantu individu, pasangan, dan kelompok poliamori menciptakan hubungan excellent mereka. Elizabeth Ayers-Callahan adalah seorang penulis lepas yang misinya adalah membantu wanita lain agar tidak merasa sendirian dalam pernikahan mereka. Karyanya berfokus pada masalah keintiman dan hubungan.
[ad_2]
www.yourtango.com








