[ad_1]
Apresiasi adalah landasan hubungan yang berkembang. Ketika seorang wanita merasa usaha, cinta, dan kehadirannya diremehkan, dia mulai yakin terdapat sesuatu yang salah.
Meski demikian pria dan wanita tak henti-hentinya kali mempunyai cara yang berbeda dalam menyampaikan cinta, ada tanda-tanda bahwa pria mungkin saja tidak menghargai pasangannya seperti yang diharuskan. Beberapa contohnya ada di bawah, tetapi daftar ini masih jauh dari lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andai seorang pria tidak benar-benar menghargai wanita yang dia cintai, dia akan melakukan 11 hal kecil ini:
1. Dia berhenti merayunya
Bahkan setelah bertahun-tahun bersama, wanita dapat merasa tidak dihargai ketika pasangannya berhenti berusaha. Sikap yang tadinya memperkuat kedekatan mungkin saja akan memudar, membuatnya merasa tidak terlihat dan diremehkan. Ketika pacaran menghilang, hal itu bisa mengirimkan pesan bahwa dia dan hubungan mereka tidak lagi menjadi prioritas.
Pacaran tidak perlu rumit atau mahal. Jalan-jalan setelah makan malam, menonton movie, atau berbagi video lucu memperlihatkan padanya bahwa dia senang bersamanya dan ingin membina hubungan mereka. Melalui upaya penuh perhatian ini, dia lihat bahwa pasangannya menghargai dirinya dan cinta yang mereka bagikan.
Selain itu, observasi memperlihatkan bahwa menyampaikan cinta membantu kedua pasangan mengalami lebih sejumlah besar cinta. Pacaran bisa mendorong tumbuhnya cinta, dan andai seorang pria berhenti, hal itu bisa menjadi siklus yang terus berlanjut yang bisa dikarenakan berakhirnya suatu hubungan.
2. Dia berhenti mendengarkan
Nataliya Dmytrenko melalui Shutterstock
Saat pria mengabaikan atau mengabaikan perasaan wanita, wanita dapat merasa tidak terlihat. Laki-laki tak henti-hentinya kali fokus menghentikan masalah, sementara waktu perempuan berbagi agar merasa dipahami. Tanpa empati atau perhatian, dia mungkin saja merasa pikiran dan emosinya tidak penting.
Mendengarkan dengan sabar dan hormat adalah kunci penghargaan. Berhenti sejenak, tetap memperhatikan, dan mencoba lihat sudut pandangnya, meski demikian pria tidak setuju, akan membuatnya merasa diperhatikan. Bunyi atau frasa sederhana seperti “mm-hmm”, “ahh”, “Saya mengerti”, atau “Oh, benarkah!” memperlihatkan kehadiran dan keterlibatan. Menyampaikan “Saya mengerti mengapa hal hal itu akan membuat Anda kesal” mengubah perhatian yang tulus menjadi ekspresi cinta.
3. Pria berharap istrinya berpikir seperti dirinya
Dengan jumlah besar pria berasumsi bahwa wanita harus segera berpikir dan bereaksi seperti mereka. Ketika dia merasakan dan memproses emosi secara berbeda, hal itu bisa menimbulkan frustrasi atau kesalahpahaman dan membuatnya merasa bahwa sudut pandangnya diremehkan.
Apresiasi datang dari menghormati cara-caranya yang berbeda dalam memandang dunia. Mendengarkan cara seorang wanita memandang suatu situasi bisa mengungkap nuansa yang mungkin saja terlewatkan. Perspektifnya bisa membuka matanya terhadap cara yang lebih kaya dan lebih berempati dalam lihat situasi, yang menghargai pemahaman dibandingkan dengan pemecahan masalah.
4. Dia tidak merespons saat wanita membutuhkannya
Ketika seorang wanita meminta bantuan, menunda, mengabaikannya, atau bertindak seakan-akan dia menyela, hal ini mengirimkan pesan yang kuat bahwa kebutuhan dan keinginannya bisa menunggu dan membuatnya merasa tidak penting dan diabaikan. Observasi dari The Gottman Institute memperlihatkan bahwa pasangan yang membalas permintaan perhatian satu sama lain cenderung mempunyai ikatan yang lebih kuat, dan tanggapan tersebut memprediksi pernikahan akan bertahan lebih lama.
Seorang pria memperlihatkan penghargaan ketika dia menanggapi dengan hati-hati dan menindaklanjutinya dengan secepatnya atau sesegera mungkin saja. Andai dia tidak bisa secepatnya bertindak, pesan singkat untuk dirinya sendiri menandakan niatnya untuk membantu. Tindakan kehadiran dan tanggung jawab memperlihatkan bahwa kebutuhan wanita sangat penting dan pria ada untuknya.
5. Dia mengabaikan upaya dan kontribusi istrinya
Wanita tak henti-hentinya kali secara diam-diam memperhatikan element yang membuat hidup lebih lancar: mengingat hari ulang tahun, merencanakan waktu berkualitas, dan mengawasi janji temu. Ketika seorang pria tidak lagi mengakui upaya-upaya ini atau berasumsi bahwa hal-hal tersebut akan terjadi secara otomatis, wanita akan merasa terbebani secara berlebihan atau dianggap remeh. Observasi yang dilansir oleh Harvard Well being memperlihatkan bahwa orang yang menyatakan penghargaan merasa lebih positif terhadap pasangannya!
Perhatikan perhatiannya. Apresiasi tidak memerlukan tindakan yang besar. Saat dia berhenti sejenak dan berkata, “Kamu membuat hidup kami lebih baik,” hal ini meyakinkan bahwa kontribusinya penting.
6. Dia tidak memberi dukungan pertumbuhannya
PeopleImages.com – Yuri A melalui Shutterstock
Pria yang tidak mendorong minat, persahabatan, atau tujuannya bisa membuatnya merasa dibatasi dan diremehkan. Mengabaikan individualitasnya memperlihatkan bahwa pertumbuhan pribadinya adalah hal yang sepele.
Apresiasi merayakannya sebagai pribadi seutuhnya. Seorang pria yang menghargai istrinya akan bersukacita atas kesuksesan istrinya. Memberi dorongan untuk pertumbuhannya memperlihatkan rasa hormat terhadap individualitasnya dan kepercayaan pada penilaiannya, sementara waktu menyemangati dan menghargai pencapaiannya akan memperkaya hubungan dan memperlihatkan kepercayaan diri dan cinta.
7. Dia membuatnya merasa seperti sebuah renungan
Ketika seorang pria terus-menerus memprioritaskan pekerjaan, teman, olahraga, atau telepon sebelum pasangannya, wanita akan merasa seakan-akan dia bersaing untuk dapatkan perhatian pria tersebut. Seiring berjalannya waktu, hal ini membuatnya merasa bahwa dirinya tidak sepenuhnya dihargai, dengan begitu secara diam-diam melemahkan hubungan emosional mereka.
Kepastian melalui kehadiran adalah salah satu cara terkuat untuk memperlihatkan cinta. Mematikan telepon saat makan malam, menanyakan harinya, atau luangkan waktu bersama tanpa gangguan akan membuat dia tahu bahwa dia adalah prioritasnya. Tindakan yang sederhana dan konsisten mengungkapkan penghargaan, memperkuat kepercayaan, dan membuatnya merasa diperhatikan, dicintai, dan aman.
8. Dia membuatnya merasa kecil
Kritik, lelucon yang merugikan dirinya, atau membandingkannya dengan orang lain perlahan-lahan bisa mengikis rasa yakin diri seorang wanita. Bahkan ketika seorang pria bermaksud bercanda, menggoda, atau mengejek, hal itu bisa membuatnya merasa diremehkan. Mark Travers, seorang terapis, menjelaskan bahwa lelucon sinis bisa dengan mudah mencerminkan rasa jijik, yang merupakan salah satu kekuatan paling merusak dalam hubungan apa pun.
Dengan jumlah besar wanita secara naluriah menganalisis makna terdalam di balik komentar-komentar ini, bertanya-tanya apakah komentar-komentar tersebut mencerminkan bagaimana dia benar-benar memandang atau menghargai komentar-komentar tersebut. Seiring waktu, hal ini bisa melemahkan rasa amannya.
Wanita merasa dihargai ketika pasangannya memperlakukan mereka dengan hormat dan baik hati. Memperlihatkan dukungan tanpa menggoda atau bercanda dengan merugikan pasangannya memperlihatkan bahwa pria menyadari betapa berharganya wanita tersebut. Bagi sejumlah besar wanita, kepastian adalah kebutuhan yang berkelanjutan. Bangga dengan kualitasnya dan memperlihatkan rasa hormat yang konsisten akan meredakan keraguan diri.
9. Dia berhenti berusaha dalam keintiman
Ketika seorang pria berhenti memperlihatkan kasih sayang, memberikan sentuhan, atau menyampaikan hasrat, hal ini bisa membuat wanita merasa tidak diinginkan. Kedekatan emosional tak henti-hentinya kali terganggu ketika keintiman diabaikan.
Wanita perlu merasa aman secara emosional sebelum mereka bisa membuka diri secara fisik. Pria yang luangkan waktu untuk membuatnya merasa disayangi melalui sentuhan, perhatian, dan kasih sayang akan memperkuat keintiman emosional dan fisik. Apresiasi dan keinginan berjalan beriringan.
10. Dia menghindari akuntabilitas
Ketika seorang pria menyalahkan pasangannya atas setiap masalah atau menolak mengambil tanggung jawab, itu menandakan bahwa dia tidak menghargai kontribusi atau hubungan pasangannya. Penghindaran bisa menimbulkan kebencian dan menghilangkan kepercayaan.
Seorang wanita merasa diperhatikan ketika pasangannya mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaikinya, memperlihatkan kematangan emosi dan kesadaran sekaligus memperlihatkan bahwa pasangannya menghargai upaya yang dilakukan istrinya dalam membangun hubungan yang sehat. Apresiasi ini memperkuat kepercayaan, memperkuat rasa hormat dan pengabdian, serta meyakinkan wanita bahwa kontribusinya dan hubungannya dihargai.
11. Dia memperlakukan cintanya sebagai jaminan
Tanda yang paling menyakitkan adalah ketika seorang pria menganggap wanitanya akan selalu ada, tidak peduli seberapa kecil imbalan yang dia berikan. Cinta tidak akan abadi tanpa kepedulian.
Pria dan wanita sama-sama membutuhkan nutrisi emosional yang teratur. Pasangan yang setia muncul secara konsisten melalui gerakan kecil, komunikasi yang penuh perhatian, dan kehadiran emosional. Ketika pria memperhatikan upaya wanita tersebut, menyampaikan rasa terima kasihnya, dan berinvestasi dalam hubungan tersebut, hal ini meyakinkan wanita tersebut bahwa cintanya dihargai dan bahwa pria peduli.
Pikiran terakhir:
Hubungan membutuhkan perawatan dan pemeliharaan rutin agar dapat berkembang. Andai Anda telah mengidentifikasi beberapa tanda-tanda ini dalam hubungan Anda, anggaplah itu sebagai peluang untuk berkembang. Komunikasi terbuka, rasa syukur, dan komitmen untuk memperlihatkan cinta dengan cara yang sesuai dengan pasangan Anda bisa menghidupkan kembali penghargaan dan memperkuat ikatan Anda.
Saat kita menavigasi dinamika cinta yang rumit, ingat bahwa itu penghargaan adalah bahasa yang kita semua perlu ucapkan dengan lancar. Memperlihatkan rasa terima kasih dan menghargai pasangan Anda adalah kunci hubungan yang langgeng dan memuaskan.
Richard Drobnick, LCSW, DCSW, adalah seorang terapis dan Direktur di Mars & Venus Counseling Center di Bergen dan Morris Counties, New Jersey.
[ad_2]
Sumber: yourtango







