75 Persen Kasus Keracunan MBG di KBB Diduga Akibat Air Bersih, Kepala BGN: Gunakan Air Bersertifikat!

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam, foto: Abdul Kholilulloh

i

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam, foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id — Kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi perhatian nasional.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa 75 persen diduga penyebab kejadian keracunan berasal dari kualitas air bersih yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Kendati gejala keracunan MBG di Bandung Barat masih dalam gajian penyebab utamanya. Ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menggunakan air bersih bersertifikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Dadan, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam.

“Terkait kejadian keracunan 8 kali di Bandung Barat kita sedang melakukan kajian penyebab utamanya apa, sementara dari hasil kajian Kementerian Kesehatan, 50 persen penyebab keracunan itu karena kualitas air. Khusus di Bandung Barat, angkanya mencapai 75 persen,” ujar Dadan dalam sambutannya dihadapan ratusan kepala SPPG dikutip Sekitarkita.id dilokasi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam, foto: Abdul Kholilulloh
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam, foto: Abdul Kholilulloh

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dadan menegaskan agar seluruh mitra dan tenaga ahli gizi menggunakan air bersertifikat, baik air kemasan maupun isi ulang yang memiliki standar kualitas resmi.

Baca Juga:  Tim SAR temukan 4 jasad tertimbun, Bey Machmudin: Pemprov Jabar siapkan santunan

“Jangan ragu soal biaya operasional. Berapa pun kebutuhan air bersih akan dibayar. Tolong jangan gunakan air mentah, karena E.coli bisa menular dari situ,” tegasnya.

Dadan juga memberi contoh kebiasaan yang harus dihindari, seperti mencuci buah dan sayuran harus diperhatikan.

“Di rumah saja, setelah buah dikupas, harus dicuci dengan air bersih (mateng). Begitu pun di dapur SPPG,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dadan mengumumkan pembatasan jumlah penerima manfaat MBG di setiap SPPG. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas layanan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam, foto: Abdul Kholilulloh
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menghadiri Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Sabtu (1/11/2025) malam, foto: Abdul Kholilulloh

Maksimal 2.000 siswa, Ditambah penerima ibu hamil & balita menjadi 2.500 orang. Bisa maksimal 3.000 penerima, jika memiliki juru masak bersertifikat.

Untuk mendukung standar layanan, kata Dadan, insentif mitra sebesar Rp6 juta per hari tetap dipertahankan.

“Kita jamin enam juta per hari supaya investasinya bisa balik dalam waktu 16 bulan dan kita akan melakukan selama 2 tahun setelah itu kita akan sesuaikan dan tahun depan kita akan melakukan sertifikasi akreditasi sehingga insentifnya bisa menyesuaikan dengan kualitas bangunan yang ada,” kata dia.

Setelah menyampaikan evaluasi, Dadan meminta seluruh mitra dan kepada SPPG berdiri dan menyatakan komitmen agar Bandung Barat tidak mengalami kejadian keracunan lagi.

Baca Juga:  Usai bertemu Surya Paloh, Prabowo beberkan syarat negara makmur dan maju

“Apakah Anda sanggup menjaga citra MBG di Bandung Barat? Ini harus jadi kejadian terakhir,” serunya disambut tepuk tangan peserta. “Siap” sahut peserta.

Dadan menjelaskan bahwa keberadaan MBG telah menciptakan dampak ekonomi besar bagi masyarakat.

Tahun 2025, BGN telah merekrut tenaga kerja 33.000 Kepala SPPG, 14.000 ahli gizi, 14.000 akuntan 600.000 relawan se-Indonesia,” ujarnya.

Para mitra juga telah berinvestasi 2 miliar rupiah per unit, sehingga total dana beredar mencapai sekitar 58 triliun rupiah untuk pembangunan fasilitas SPPG.

“Kita apresiasi dengan kehadiran mitra, karena kehadiran mitra masing-masing mengeluarkan uang 2 milyar yang lolos 14 ribu dan yang antri 15 ribu mitra keseluruhan ada 29 ribu mitra, kalau masing-masing kali 2 miliar, itu ada 58 triliun uang beredar di masyarakat untuk membangun SPPG dan menyerap tenaga besar sekali,” ujarnya.

“Program ini bukan hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat menyerap banyak tenaga kerja. Petani, peternak, hingga nelayan ikut merasakan manfaatnya, pemerintah daerah saya ucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Dadan menutup pernyataan dengan harapan kuat agar KBB benar-benar bebas dari kejadian keracunan MBG.

“Kita tidak ingin ada lagi anak terluka, orang tua khawatir, atau kepercayaan publik terganggu. Pastikan makanan sehat, aman, dan bergizi,” tandasnya.

Baca Juga:  Mutasi Pejabat Beraroma Politis Jelang Pilkada, Pj Bupati Ade Zakir Terancam Dipidana

Sebagai informasi, Air bersih seharusnya bebas dari bakteri E. coli. Keberadaan Escherichia coli dalam air merupakan indikasi kuat adanya kontaminasi tinja, yang berarti air tersebut tidak aman untuk dikonsumsi dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Bahaya E. coli dalam Air Bersih

Mengonsumsi air yang terkontaminasi E. coli dapat menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan, terutama diare parah dan kram perut yang bisa berlangsung selama 5-10 hari. Gejala lain dapat meliputi muntah dan demam ringan.

Agenda tersebut turut dihadiri ratusan Kepala SPPG, para mitra MBG, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional – Irjen Pol. Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional – Ibu Nanik S. Deyang.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat – Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Bupati Bandung Barat – H. Asep Ismail, Direktur Manajemen Risiko BGN – Rurfianto Maulana Yusuf.

Lalu kemudian, Direktur Pusat Data dan Informasi BGN – Boga Hardhana, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan BGN – M. Risal Salewangang, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat – Lia Nurliana Sukandar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat – Ari Ariyanto.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 
Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Berita Terbaru