[ad_1]
Oleh Steve Holland dan Jeff Mason
WASHINGTON (Reuters) – Presiden Joe Biden memperkuat solidaritas dengan Israel pada hari Sabtu setelah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran terhadap sekutu AS tersebut, yang memicu kekhawatiran tentang konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Biden mempersingkat perjalanan akhir pekan ke negara bagian asalnya, Delaware, dan kembali ke Washington untuk bertemu dengan anggota kabinet dan pejabat tinggi AS lainnya.
“Saya baru saja bertemu dengan tim keamanan nasional saya untuk mendapatkan informasi terkini tentang serangan Iran terhadap Israel,” kata Biden dalam postingan di X setelah pertemuan tersebut. “Komitmen kami terhadap keamanan Israel terhadap ancaman dari Iran dan proksinya sangat kuat.”
Iran pada hari Sabtu meluncurkan puluhan drone ke Israel yang akan memakan waktu berjam-jam untuk mencapai goal mereka, kata militer Israel, sebuah serangan yang dapat memicu eskalasi antara musuh bebuyutan regional tersebut.
Teheran telah berjanji untuk membalas serangan Israel terhadap kompleks kedutaan Iran pekan lalu di Damaskus yang menewaskan seorang komandan senior Pasukan Quds di luar negeri Korps Garda Revolusi Iran dan enam perwira lainnya.
Gedung Putih mengatakan Biden diberi pengarahan secara berkala mengenai perkembangan di wilayah tersebut, di mana militer Amerika menembak jatuh pesawat tak berawak Iran yang menuju Israel, menurut tiga pejabat AS.
Pertemuan di State of affairs Rooom, sebuah pusat manajemen krisis jauh di dalam Sayap Barat Gedung Putih, dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Direktur Badan Intelijen Pusat William Burns, Direktur Intelijen Nasional Avril Hines, nasional penasihat keamanan Jake Sullivan dan pejabat lainnya, kata Gedung Putih.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Austin berbicara dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant untuk membahas “ancaman regional yang mendesak,” kata Pentagon, dan menegaskan kembali dukungan penuh Amerika untuk Israel terhadap serangan oleh Iran dan proksinya.
Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional Biden, menyampaikan pesan serupa tentang dukungan AS kepada mitranya dari Israel, Tzachi Hanegbi, katanya dalam sebuah postingan di X.
Israel kemudian menempatkan militernya dalam siaga penuh dan membatalkan semua kegiatan pendidikan dan pemuda lainnya.
Pada hari Jumat, Biden memperingatkan Iran agar tidak melakukan pembalasan meskipun memperkirakan serangan itu mungkin akan segera terjadi. “Kami berdedikasi untuk membela Israel. Kami akan mendukung Israel. Kami akan membantu membela Israel dan Iran tidak akan berhasil,” katanya.
Anggota parlemen terkemuka dari partai Demokrat dan Republik menyatakan dukungannya terhadap Israel terhadap serangan Iran.
Dewan Perwakilan Rakyat AS akan mengubah jadwalnya untuk mempertimbangkan undang-undang yang mendukung Israel dan meminta pertanggungjawaban Iran, kata Pemimpin Mayoritas DPR dari Partai Republik Steve Scalise dalam sebuah pernyataan.
[ad_2]
2024-04-14 07:28:39
www.making an investment.com







