Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi arabika asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil menembus pasar Timur Tengah (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kopi arabika asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil menembus pasar Timur Tengah (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id- Kopi arabika asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil menembus pasar Timur Tengah. Sebanyak empat ton kopi arabika dari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, diekspor langsung ke Arab Saudi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp800 juta.

Ekspor kopi Bandung Barat tersebut menjadi pengiriman perdana secara langsung dari petani kopi KBB ke pasar Timur Tengah. Pelepasan ekspor berlangsung pada Sabtu (29/8/2026).

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, keberhasilan kopi asal Desa Cibodas menembus pasar Arab Saudi menjadi kabar baik bagi pengembangan komoditas kopi sekaligus sektor UMKM di Kabupaten Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kami melepas ekspor hasil petani kopi dari Lembang, tepatnya Desa Cibodas, sebanyak empat ton. Yang menggembirakan, ekspor ini dilakukan ke Arab Saudi,” kata Asep, Sabtu (29/8/2026).

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Dr. H. M. Lukmanul Hakim, M.Si melepas sebanyak empat ton kopi arabika dari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, diekspor langsung ke Arab Saudi Timur Tengah (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Dr. H. M. Lukmanul Hakim, M.Si melepas sebanyak empat ton kopi arabika dari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, diekspor langsung ke Arab Saudi Timur Tengah (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Asep, ekspor perdana kopi arabika Lembang ke Arab Saudi harus menjadi momentum bagi petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi.

Ia berharap, keberhasilan tersebut dapat membuka pasar internasional yang lebih luas bagi kopi asal Bandung Barat.

“Ini merupakan ekspor pertama ke Timur Tengah. Mudah-mudahan ke depan produknya terus ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitas. Bahkan, mudah-mudahan tahun depan bisa ekspor ke Jepang,” ujarnya.

Related Posts

Asep juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah membantu pelaku UMKM Bandung Barat memenuhi berbagai persyaratan hingga mampu menembus pasar internasional.

Baca Juga:  Dinamika Musda Golkar KBB Dinilai Wajar, Daniel Mutaqien: Bidik Kemenangan Pileg 2029

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia, Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada UMKM di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Sementara itu, Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial, Dikdik Ramdaniansyah, mengatakan keberhasilan melakukan ekspor secara mandiri merupakan hasil perjalanan panjang yang dimulainya sejak 2015.

Kopi arabika asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil menembus pasar Timur Tengah (foto: Abdul Kholilulloh)
Kopi arabika asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil menembus pasar Timur Tengah (foto: Abdul Kholilulloh)

Sejak saat itu, Dikdik mulai menggeluti sektor pertanian dan pengolahan pascapanen kopi. Namun, baru pada 2026 dirinya berhasil melakukan ekspor langsung ke luar negeri dengan mengurus berbagai kebutuhan dokumen secara mandiri.

“Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa melakukan ekspor secara mandiri dan menemukan buyer langsung, yakni toko kopi di Riyadh, Arab Saudi,” kata Dikdik.

Peluang ekspor kopi Lembang ke Arab Saudi tersebut bermula dari seorang rekan kerja Dikdik yang berada di Arab Saudi. Rekannya membantu mengenalkan produk Tonas Kopi kepada calon pembeli di Riyadh.

Setelah komunikasi terjalin melalui surat elektronik, Tonas Kopi kemudian mengirimkan lima jenis sampel dengan metode fermentasi berbeda.

Sampel tersebut terdiri dari kopi fermentasi gula merah, stroberi, nanas, kopi tanpa campuran, serta kopi yang difermentasi menggunakan ragi.

Dari lima sampel yang dikirim, kopi dengan metode fermentasi menggunakan buah nanas menjadi produk yang paling sesuai dengan selera dan spesifikasi calon pembeli di Arab Saudi.

Baca Juga:  Pohon tumbang menimpa sepeda motor hingga ringsek di Karawang

“Awalnya kami mengirim lima sampel kopi dengan metode fermentasi yang berbeda. Setelah diuji, buyer memilih kopi fermentasi nanas karena dinilai paling sesuai dengan selera dan spesifikasi mereka,” ujarnya.

Produk tersebut kemudian ditawarkan kepada buyer di Arab Saudi dan mendapat respons positif. Bahkan, pesanan awal yang diterima mencapai 25 ton kopi.

Namun, keterbatasan kapasitas produksi membuat Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton.

“Awalnya mereka memesan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, kami baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton,” ungkap Dikdik.

Berbeda dengan pengiriman sebelumnya yang dilakukan melalui pihak lain, ekspor kali ini dilakukan secara langsung dari petani kepada pembeli.

Mulai dari pengurusan dokumen hingga proses ekspor dikerjakan sendiri oleh pihak Tonas Kopi.

Dikdik mengakui, melengkapi berbagai dokumen ekspor menjadi salah satu tantangan yang harus dilalui. Namun, pendampingan dari sejumlah instansi terkait membuat seluruh persyaratan dapat dipenuhi.

Untuk pengiriman perdana sebanyak empat ton kopi arabika tersebut, nilai transaksi mencapai kurang lebih Rp800 juta. Pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer langsung.

Dikdik optimistis permintaan kopi dari pasar Arab Saudi akan terus meningkat apabila produk yang dikirim mampu memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan buyer.

“Insyaallah, apabila kopi yang kami kirim sesuai dengan spesifikasi buyer, tahun depan pesanannya diperkirakan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat,” katanya.

Baca Juga:  Langkah Awal Bacabup Independen Sundaya Maju ke Pilkada Bandung Barat

Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani di Desa Cibodas. Jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi apabila permintaan ekspor terus meningkat.

“Kendala utama yang kami hadapi dalam proses produksi adalah ketersediaan bahan baku, khususnya ceri kopi,” ujarnya.

Karena itu, Tonas Kopi menargetkan kapasitas produksi dapat ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat. Jika target tersebut terealisasi, kebutuhan bahan baku kopi diperkirakan dapat mencapai lebih dari 100 ton.

Peningkatan produksi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus memenuhi permintaan pasar internasional terhadap kopi arabika asal Bandung Barat.

Disisi lain, B2B Specialist Tonas Kopi, Adil Wijayakusumah, menyebut keberhasilan ekspor kopi Lembang ke Arab Saudi merupakan buah dari proses panjang yang dilakukan selama sekitar tiga tahun.

Menurutnya, CV Arjuna Pandawa Lilima harus melalui berbagai tahapan untuk memenuhi persyaratan ekspor sebelum akhirnya mampu mengirim komoditas kopi Lembang secara langsung ke pasar internasional.

“Kami berproses sekitar tiga tahun untuk memenuhi syarat ekspor. Tentu tidak mudah, tetapi ini menjadi titik awal kopi petani di Lembang untuk menembus pasar internasional,” tandasnya.

Ekspor perdana tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kopi asal Kabupaten Bandung Barat untuk memperluas pasar ke berbagai negara. Dengan peningkatan kualitas, kapasitas produksi, dan dukungan ekosistem UMKM, kopi Lembang berpeluang semakin dikenal di pasar global.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa
Kisah Pilu Pelajar di Cililin Bandung Barat, Berangkat Sekolah Harus Naik Rakit Bambu
Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 
Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter
Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan
Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 
Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan
Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Kisah Pilu Pelajar di Cililin Bandung Barat, Berangkat Sekolah Harus Naik Rakit Bambu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terbaru