Kebaya Goes To UNESCO dan Festival Fashion Show di Lembang, Antusias Masyarakat Bandung Barat Membludak

- Penulis

Kamis, 4 Agustus 2022 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oppo_0

i

oppo_0

Bandung Barat, SekitarKita.id,- Ribuan warga Kabupaten Bandung Barat tumpah menyaksikan gelaran Festival dan Fashion Show Kebaya Goes To UNESCO di Alun-alun Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dengan menggelar festival kebaya yang diikuti oleh mojang jajaka dan ibu-ibu di Alun-alun Lembang. Peserta berlenggak-lenggok layak model yang sedang melakukan peragaan busana kebaya di atas karpet merah.

Selain itu penampilan menarik dari seni pencak silat, jaipong juga rampak kendang Bandung Barat ikut meramaikan acara perhelatan festival kebaya Goes To UNESCO tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ani warga Jayagiri Lembang mengatur, ia sengaja datang jauh-jauh bersama keluarga dan kerabatnya hanya ingin menyaksikan acara yang sudah dinantikan pasca endemi.

“Saya sengaja datang pingin liat penampilan kebaya, antusiasme masyarakat sangat tinggi acaranya pun rapih,” katanya saat ditemui. Rabu (03/08/2022).

Ia berharap, dengan agenda seperti ini kedepannya bisa mengadakan ditempat lain dan lebih meriah. Yang berdampak pada pedagang sekitar.

“Alhamdulillah bukan hanya ramai saja, juga pedagang terlihat laris manis di borong pengunjung, sangat baguslah acara seperti ini, Masyarakat senang pedagang diuntungkan,” terang Ani.

Baca Juga:  17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri

Sementara itu, Sonya Fatmala istri dari Plt Bupati KBB, Hengki Kurniawan mengatakan, Pemda Bandung Barat memberikan dukungan gerakan moral agar pakaian kebaya diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Salah satunya dengan menggelar festival kebaya Goes To UNESCO.

“Ini merupakan salah satu gerakan cinta Tanah Air untuk melestarikan pakaian tradisional (kebaya), sekaligus mendukung Kebaya Goes to UNESCO,” kata Sonya kepada wartawan.

Menurutnya, warisan peninggalan leluhur ini harus dipertahankan dan dimunculkan agar diakui oleh dunia. Oleh karenanya warga Indonesia mesti berbanga diri karena memiliki pakaian busana nasional seperti kebaya.

Dilanjutkannya Sonya, oleh karenanya kegiatan ini akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, supaya bisa jadi salah satu faktor pendorong bahwa kebaya berasal dari Indonesia. Jangan sampai warisan budaya pakaian kebaya ini diklaim oleh negara lain.

“Semoga dari gerakan ini bisa terdengar sampai ke luar KBB termasuk ke mancanegara, sehingga menegaskan kebaya berasal dari Indonesia,” tegasnya.

Sonya menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada satu hari khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat KBB untuk menggunakan kebaya. Ini dikarenakan memakai kebaya tidak mengurangi kecantikan, justru malah menambah aura yang sangat baik dan anggun.

Baca Juga:  Lirik dan Chord Lagu Semua Tentang Kita - Peterpan

“Perempuan menggunakan kebaya itu terlihat anggun dan ayu, jadi harus bangga berekspresi dengan menggunakan pakaian kebaya,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengaku, ide menggelar festival kebaya yang dibalut dalam kegiatan fashion show ini sebenarnya sudah lama.

“Idenya sudah lama tapi karena kesibukan jadi baru terealisasi sekarang dan antusias warga ternyata sangat tinggi,” terangnya.

Hengki juga menyebutkan, keinginan sang istri dan wanita se-Bandung Barat ingin mendukung kebaya karena kecintaann terhadap tanah air agar di akui dunia.

“Semoga dengan acara Goes To UNESCO kebaya bisa diakui dunia. Alhamdulillah acara meriah dari berbagai wilayah bukan hanya Bandung Barat saja, ada dari Cimahi , Kota Bandung dan Bandung Raya,” pungkasnya.(Abdul)

copyright by Sekitar Kita



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Berita Terbaru