AdinJava– Seseorang yang terlihat menarik di awal sesekali menimbulkan kesan yang tidak menyenangkan terlepas dari segalanya.
Apakah kamu mengenal jenis orang semacam ini? Pembicara yang lancar dan mempunyai kontak mata yang baik.
Mereka mengerti pesanan minuman Anda dalam lima menit, tetapi beberapa bulan setelahnya Anda menyadari batasan Anda telah melanggar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari Geediting, berikut ini 7 kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang yang bersifat manipulatif terhadap orang lain. Simak penjelasannya!
1. Terburu-buru dalam Kedekatan
Orang yang menarik biasanya bergerak dengan cepat. Mereka mengamati minat, prinsip, dan gaya bicara Anda, lalu menunjukkannya.
Psikolog Robert Cialdini menggambarkan hal ini sebagai kesukaan dan kesamaan. Kita cenderung yakin pada orang-orang yang terlihat mirip dengan diri kita.
Tanda kecepatan adalah kelajuan dalam mendekat. Mereka berubah dari orang asing menjadi pasangan jiwa dalam waktu seminggu.
Anda menceritakan kisah, mereka juga mempunyai kisah yang hampir mirip. Meski berbeda kota, iramanya tetap sama.
2. Mengubah Pujian Menjadi Hal yang Menarik Perhatian
Pujian yang asli memberikan rasa santai dan membuat Anda merasa lega. Pujian yang bersifat memanipulasi semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
Awalnya pujian itu tulus dan jelas sebab Anda merasa dianggap penting, namun kemudian pujian tersebut mulai menuntut syarat.
Kamu hebat andai mendengarkan aku, atau aku menyukaimu menggunakan jaket itu, bukan yang lain kamu pakai.
Pujiannya menjadi latihan, dan persetujuan muncul ketika Anda memenuhi permintaannya terlebih dahulu.
Terasa enak, tetapi itu adalah ujian.
Hadiah tersebut merupakan tanda untuk terus melakukan hal ini atau cinta akan semakin berkurang.
Andai pujian lebih mengarahkan Anda daripada sekadar memuji Anda, itu merupakan pola yang perlu diperhatikan.
3. Mempunyai Pengecualian Khusus
Orang yang sehat menghargai ujar “tidak”, “nanti”, dan “bukan hari ini”. Orang yang manipulatif menganggap batasan sebagai sesuatu yang dapat dibentuk kembali.
Mereka segera akan menyampaikan, biasanya saya tidak akan bertanya, tapi kita berbeda, atau aturan berlaku untuk orang lain.
Kalimat tersebut menggabungkan tanggung jawab, kepentingan, dan ego dalam satu paket yang rapi. Andai seseorang jarang menolak Anda tanpa melakukan negosiasi, mereka sedang menguji Anda.
4. Menampilkan Keraguan
Mereka memulai dengan mengganggu keyakinan Anda sampai kehilangan keseimbangan, dengan kritik-kritik kecil, fakta yang dipilih, dan lelucon yang tajam. Selanjutnya mereka mengumumkan diri sebagai jawabannya.
Seiring berlalunya waktu, mereka menjadi alat yang harus segera Anda gunakan untuk mempercayai realitas Anda sendiri.
5. Mengubah Kerentanan Menjadi Senjata
Mereka membagikan kisah-kisah pribadi di awal agar menimbulkan kesan kepercayaan, kemudian mereka mengharapkan dapatkan akses ke kehidupan Anda dalam waktu yang sama cepatnya.
Andai Anda tidak mampu sampai tingkat kedalaman yang sama, mereka segera akan merasa terluka. Anda merasa bersalah dan terbuka. Kerentanan tanpa batasan waktu merupakan tanda bahaya, bukan tanda aman.
Terapis fisik terus menerus merekomendasikan batas toleransi. Kedekatan yang autentik secara perlahan memperluas batas tersebut.
Andai seseorang mendapatkan manfaat dari rasa sakitnya untuk masuk ke ruang pribadi Anda, mereka sedang berdagang.
6. Mencatat Segala Sesuatu
Mereka menanggung biaya makan malam, memberikan sumber daya, serta mengumumkan pekerjaan Anda.
Kemudian, beberapa minggu setelahnya, sebuah tagihan muncul. Bukan masalah keuangan, namun masalah hubungan, saya telah melakukan X untukmu, jadi Y seharusnya tidak menjadi masalah.
Yang membuatnya jeli adalah bukunya yang bersifat pribadi. Anda tidak pernah lihat aturannya, dan Anda hanya mengalami tekanannya.
7. Senyum Palsu
Kebiasaan terakhir muncul ketika Anda sudah terikat. Mereka secara diam-diam mengisolasi Anda dari orang-orang dan rutinitas yang memberi Anda perspektif.
Terasa seperti, saya merasa mereka tidak mengerti Anda, atau kita berada di jalur yang berbeda dari mereka.
Tidak lama lagi Anda akan lihat semakin minim orang yang menghadapi Anda, dan semakin sejumlah besar orang yang setuju dengan Anda ketika Anda menyesuaikan diri.
Hal ini dapat terjadi di dalam tim, kelompok teman, atau hubungan cinta. Observasi John Gottman mengenai hubungan memperlihatkan betapa pentingnya dukungan dari pihak luar dan makna bersama.
Para penghasut mengubahnya dengan begitu mereka menjadi sumber tunggal.
Ujian yang sederhana merupakan masa pemulihan, apakah Anda meninggalkan interaksi dengan mereka dengan lebih sejumlah besar sumber daya atau justru lebih tergantung?








