Karawang | SekitarKita.id,- Baru-baru ini, rumah sakit (RS) Mitra Family di Jl.Galuh Mas Raya, Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat menjadi sorotan masyarakat. Bukan karena pelayanannya, tapi karena peraturan kontroversi yang dibuat pihak manajemen.
RS Mitra Family ini viral lantaran melarang ojek online (ojol) masuk ke dalam tempat tersebut untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Sontak peraturan tersebut membuat warga bertanya-tanya dan tak sedikit yang tersulut emosi.
Kronologi berawal, saat seorang driver ojol mendapatkan orderan dari salah satu customer yang merupakan pasien RS Mitra Family. Lalu driver tersebut diminta untuk mengantarkan pesanan tersebut masuk ke dalam ruangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi gini kronologi nya, saya kan dapat orderan gofod dari customer minta kesaya anterkan keruangan kamarnya karena suaminya ga ada yang nungguin,” kata Suhendar ketua Karawang Online Independent saat ditemui pewarta SekitarKita.id, Kamis (16/06/2024).
Sesampainya di RS Mitra Family, kata dia, di depan pintu loby, pihaknya di tahan oleh petugas keamanan. Adapun alasan dirinya ditahan lantaran tidak boleh mengenakan jaket ojol kecuali dilepas jaketnya.
“Disaat saya dirumah sakit, saya ditahan sama security. Kata security ga boleh masuk kecuali jaketnya dibuka, sama saya ditanyain emang kalo pake jaket ojol kenapa?. Security menjawab sudah peraturannya dari atasan,” ujar Suhendar seraya menirukan ungkapan security.
Tak sampai disitu, driver ojol tersebut terus bersikeras menanyakan alasan mengapa ia dilarang masuk hanya gara-gara mengenakan jaket ojol, ketegangan sempat terjadi sesaat di lokasi kejadian.
“Saya bilang, emang salahnya pake jaket grab kenapa, saya bukan mau nyopet ini mau mengantar makanan jadi bisa masuk jaket dilepas disitu saya jadi pertanyaan kenapa pake jaket grab ga boleh masuk sedangkan saya mengantar makanan bukan hanya di RS Mitra Family aja, di rumah sakit lain juga bisa bebas masuk pake jaket juga kenapa di Mitra Family ga boleh,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, HRG Rumah sakit Mitra Family, Irman mengatakan, larangan masuk ke ruangan RS Mitra Family memang diterapkan bagi siapapun, bukan hanya driver ojol saja. Dan peraturan itu sudah ditetapkan sejak masa pandemi covid-19 tiga tahun silam.
“Peraturan ini sudah diterapkan sejak tahun covid, banyaknya interaksi dari luar yang ingin masuk ke ruang pasien atau area RS, jadi mungkin anggota kami (petugas keamanan) rekan-rekan driver ojol yang pada saat itu kebetulan masuk ingin mengantarkan pesanan ke pasien dan diminta melepas jaket dengan maksud tujuan supaya steril,” kata Irman.
“Biasanya sih jaket itu kan namanya dari luar ya pak ya gitu, takutnya mungkin debu atau apa jadi lebih safety di kami di rumah sakitnya,” sambungnya.
Ia menjelaskan, biasanya, ketika ada pesanan dari liar, baik dari driver ojol maupun masyarakat umumnya, barang tersebut di drop di depan, untuk kemudian keluarga pasien yang mengambil barang tersebut.
“Biasanya barang itu kita di drop di depan ruang security, kecuali pasiennya tidak ada yang menunggu kalo tidak ada yang mengantar boleh di anter,” jelas dia kembali.
Atas dasar itu, lanjut dia, pihak manajemen RS Mitra Family melalui petugas keamanan berusaha supaya siapapun yang ingin masuk ke area RS bisa steril. Guna menjaga keamanan dan kenyamanan pasien. Tentunya dengan menjaga kebersihan dilingkungan.
“Dari anggota kami berusaha supaya jaket itu kalo dibuka kan lebih bersih supaya menjaga si pasien itu yang ada di tempat kami, temen-temen ojol yang mau kesini supaya enak dan sama-sama baik, bukan kita untuk melarang keras kita juga welcome sama siapapun, kita jaman covid semua orang pasien makanan di drop semua dari Go-Jek, dari Grab, Maxim jadi kami sangat welcome banget kalo ada ojol. Justru dengan adanya rekan-rekan ojol kami sangat terbantu,” ujarnya.
Pihaknya meminta maaf kepada seluruh rekan-rekan driver ojol, jika ada kesalahan kata dan bahasa yang menyinggung kiranya untuk dimaafkan, Irman berkomitmen akan selalu menjaga komunikasi dengan baik bagi siapapun.
“Kalo ada perkataan yang mungkin dari pihak Ojol saya meminta maaf sebesar-besarnya, jadi kalo pihak ojol mau ketemu dengan saya kalo misalnya team saya dilapangan dengan bahasa yang tidak baik saya meminta maaf tolong sampaikan ke pihak ojolnya, karena kita sangat mendukung kegiatan ojol yang ada di Kabupaten Karawang,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho







