[ad_1]
Bandung Barat | SekitarKita.id,-Libur Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1446 H, bertepatan dengan weekend Minggu, 9 Juli 2024, dimanfaatkan oleh warga dan para wisatawan untuk berkunjung ke wilayah Bandung Raya. Kendati cuaca agak sedikit kurang bersahabat.
Pemantauan SekitarKita.id di lokasi, sejak Minggu (07/07/2024) pukul 14.20 WIB sore menjelang pukul 22.14 WIB malam, arus lalulintas di jalan raya Padalarang dipadati wisatawan yang melintas. Baik dari arah Bandung-Cianjur maupun sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pelancong (wisatawan) yang datang dari daerah Jakarta, Bekasi, Karawang, Cianjur itu biasanya berkunjung ke wisata Lembang dan Kota Bandung, hal itu terlihat pada sejumlah kendaraan plat nomor luar Bandung Raya.
“Dari sore udah macet, arah Cianjur-Bandung kang,” kata Dede Sunandar pedagang gorengan di rest area SPBU Baloper, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ditemui dilokasi, Ahad.
Ade menyebut, meskipun cuaca agak gerimis sejak Minggu pagi, namun tidak menghalangi antusias warga atau wisatawan untuk datang berkunjung ke Lembang maupun Alun-alun Kota Bandung di momen libur 1 Muharram.
“Banyak wisatawan seperti dari daerah Bogor, Bekasi dan Jakarta ke Bandung itu tujuannya biasanya ke wisata Lembang dan Bandung kota, karena memiliki magnet wisata alamnya dan UMKM yang terkenal murah meriah,” jelasnya.
Diketahui, Tahun baru Islam di Indonesia jatuh pada Minggu (7/7/2024) dan 1 Muharram 1446 H juga akan jatuh pada esok hari.
1 Muharram 1446 H menurut NU
Melansir dari situs resmi NU Online, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan bahwa 1 Muharam 1446 H jatuh pada Senin (8/7/2024).
Keputusan tersebut diambil berdasarkan istikmal atau bulan sebelumnya yang digenapkan menjadi 30 hari.
Hal tersebut tertulis dalam Pengumuman Nomor 045l6/LF–PBNU/VII/2024 yang diumumkan pada Sabtu (6/7/2024).
Berdasarkan hasil istikmal, semua lokasi pemantauan tidak ada yang melaporkan melihat hilal 1 Muharam 1446 H.
Pada Sabtu (6/7/2024), hilal akhir Zulhijah adalah 4 derajat 10 menit 04 detik dengan elongasi 7 derajat 43 menit 48 detik dan lama hilal di atas ufuk, yakni 20 menit 25 detik.
Sementara itu, ijtima atau konjungsi terjadi pada Sabtu (6/7/2024) pada pukul 05.56.58 WIB.
1 Muharram 1446 H menurut Muhammadiyah
Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, organisasi tersebut menetapkan 1 Muharam 1446 H jatuh pada Minggu (7/7/2024).
Penetapan tersebut diambil berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT) yang ditentukan oleh imkan rukyat dan konjungsi.
Berdasarkan perhitungan astronomis, yaitu konjungsi bulan yang terjadi pada Jumat (5/7/2024) pukul 22.57.19 GMT atau 05.57 WIB.
Lalu imkan rukyat atau kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama terjadi pada Sabtu, (6/7/2024) pukul 11.30.38 GMT atau 18.30 WIB.
Pada waktu tersebut, tinggi bulan yang diamati sekitar enam derajat dan elongasi delapan derajat.
1 Muharram 1446 H menurut pemerintah RI
Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah menetapkan, 1 Muharam 1446 H jatuh pada Minggu (7/7/2024).
Keputusan tertuang dalam melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditanda tangani pada Senin (26/2/2024).
Peraturan tersebut telah disepakati oleh Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
Dalam surat itu, peringatan 1 Muharam ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional bagi masyarakat Indonesia.
Kendati itu, pemerintah menetapkan, peringatan Tahun Baru Islam tidak mendapatkan cuti bersama.








