TikTok Kembangkan Ekosistem Bisnis, Bisakah Saingi Gojek?

- Penulis

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TikTok Kembangkan Ekosistem Bisnis, Bisakah Saingi Gojek?

[ad_1]

Fakta Perkembangan TikTok di Indonesia

Dalam tiga tahun terakhir, TikTok telah memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia.

Aplikasi ini kini mempunyai lebih dari 125 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, menjadikannya pasar terbesar kedua setelah AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiktok sendiri memecahkan rekor sebagai aplikasi non-game pertama dengan belanja konsumen hingga US$10 miliar (sekitar Rp156,3 triliun).


Tiktok Shop juga hingga GMV sebesar USD 4,4 miliar di Asia Tenggara pada tahun 2022, dan USD 20 miliar pada tahun 2023

Transformasi Bisnis TikTok

TikTok sepertinya tidak hanya berkembang sebagai platform sosial, namun juga sebagai para pemain utama di sektor e-commerce.

Transformasi cepat ini memperlihatkan memperlihatkan ambisi mereka untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih luas.

TikTok telah mulai merambah ke industri journey dengan menawarkan voucher penerbangan, resto, dan lodge yang dapat diperoleh melalui aplikasi.


Ini dapat membuka potensi, TikTok akan menyaingi Gojek sebagai aplikasi dengan ekosistem dan fitur pengguna terlengkap sementara waktu.

Baca Juga:  Tes Rahasia: Pecahkan Misteri Duniawi! Apa yang dunia berikan padamu?

Gojek: Pesaing Kuat dalam Ekosistem Bisnis

Gojek, sebagai salah satu unicorn terbesar di Indonesia, telah memperlihatkan pertumbuhan pesat dalam sepuluh tahun terakhir.

Dengan valuasi yang hingga $10 miliar dan pendapatan yang terus meningkat. Gojek berhasil mengukuhkan diri sebagai pemimpin dalam layanan transportasi, pengiriman makanan, dan pembayaran virtual.


Gojek juga mempunyai lebih dari 3 juta mitra motive force dan ratusan ribu mitra service provider

Inovasi-inovasi bisnis Gojek, seperti layanan GoPay dan GoFood, telah menjadi bagian integral dari ekosistemnya.

Pentingnya Membangun Ekosistem Bisnis

Bisnis besar yang bertahan lama adalah mereka yang mampu membentuk ekosistem pelanggan yang kuat.

Dalam ekosistem seperti ini, pelanggan akan sulit berpindah ke pesaing akibat mereka merasa nyaman dan dapatkan sejumlah manfaat di satu platform.


Konsep ini dikenal sebagai CRM (Buyer Dating Control), di mana perusahaan menciptakan pengalaman pelanggan yang unik dan sulit ditiru oleh pesaing.

Strategi Lautan Hitam

Strategi membangun ekosistem ini juga dikenal sebagai strategi “samudra hitam”, di mana perusahaan menciptakan ruang pasar baru yang belum terjamah oleh pesaing.

Baca Juga:  Enviro Strategic Indonesia Gelar Webinar Inexperienced Management untuk Membangun Bisnis Keberlanjutan di Indonesia

TikTok dan Gojek adalah contoh nyata dari perusahaan yang berhasil membangun ekosistem ini.

Di Indonesia, masih minim bisnis yang hingga kondisi ekosistem matang seperti ini. Tetapi, Anda para pengusaha bisa mulai mengembangkan ekosistem ini dengan bantuan praktisi dan ekspertise CRM dan ekosistem black ocean


UMKM Dibantu Praktisi CRM dan Black Ocean

Ketika inovasi dan transformasi bisnis mampu fokus pada pengalaman pelanggan, perusahaan bisa menciptakan ekosistem yang membuat pelanggan tetap setia dan sulit dipengaruhi oleh pesaing.

Untuk membantu para pengusaha mengembangkan ekosistem bisnis, praktisi dan keahlian CRM seperti Arisdiansah, Jeffry Yusnata, dan Wahyu Teguh menawarkan solusi yang efektif melalui workshop Penguasaan Pelanggan bersama Meta dan Bisnishack.

Penguasaan Pelanggan, Bisnishack X Meta.  Arisdiansah, Jefry Yusnata, Wahyu Teguh
Penguasaan Pelanggan, Bisnishack X Meta. Arisdiansah, Jefry Yusnata, Wahyu Teguh

Workshop ini dirancang untuk membekali UMKM dengan pengetahuan dan strategi membangun ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang tepat, Anda juga bisa membangun ekosistem bisnis yang kuat dan mengungguli pesaing di pasar yang semakin kompetitif ini.

Kami mengundang Anda untuk mematuhi lokakarya ini dan mendapatkan manfaat dari kesempatan untuk mengembangkan bisnis Anda.

Baca Juga:  Indigo Memperkuat Ekosistem Virtual Malang melalui Conversation Kolaboratif
Penguasaan Pelanggan, Bisnishack X Meta
Penguasaan Pelanggan, Bisnishack X Meta

Secepatnya daftarkan diri Anda ke Mba Reny di nomor berikut:
wa.me/6281392077733
renybisnishack@gmail.com

[ad_2]
Sumber: vritimes

https://vritimes.com/{id}/articles/269400ac-23b7-11ef-ae09-0a58a9feac02/2039ac7a-43f6-11ef-8132-0a58a9feac02



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB