Polisi Periksa Psikologi Forensik soal Penemuan Kerangka di KBB

- Penulis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Proses investigasi mengenai kematian misterius dari kerangka ibu dan anak di Kompleks Tanimulya Indah, RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berlanjut.

Kerangka tersebut ditemukan pada Senin (29/7/2024) dan telah melalui identifikasi awal. Saat ini, proses penyelidikan melibatkan tes DNA dan toksikologi untuk menentukan penyebab kematian.

Selain itu, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan psikologi forensik untuk memahami kondisi kejiwaan kedua korban, yang diduga bernama Iguh Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel Putra (24), sebelum mereka menjadi kerangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, menjelaskan, tim puslabfor dan Polres Cimahi sedang melakukan pemeriksaan forensik psikologi terhadap ibu dan anak tersebut.

Prosesnya meliputi analisis tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi yang mengenal korban, serta pemeriksaan dokumen dan aktivitas media sosial untuk menggali latar belakang kehidupan mereka.

Tri menambahkan bahwa tim psikologi forensik dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) ikut terlibat dalam pemeriksaan ini.

Baca Juga:  Orangtua Keluhkan Menu MBG di SDN Sukamaju KBB: Makanan Dinilai Tak Layak, Distribusi Kerap Telat

“Hasil dari pemeriksaan ini akan membantu kami memahami motif kejiwaan korban, meskipun mereka telah meninggal,” kata Tri saat dikonfirmasi, Selasa (06/08/2024). 

Sejumlah catatan ditemukan di lokasi kejadian, yang diduga berkaitan dengan kondisi kehidupan korban sebelum kematian mereka, serta kekecewaan terhadap sosok suami dan ayah yang meninggalkan mereka sejak tahun 2015.

“Kami akan memastikan apakah tulisan yang ada di tembok sama dengan tulisan yang dikaitkan dengan dua kerangka ini di media lain,” kata Tri.

Sebanyak 11 orang Saksi telah diperiksa, termasuk diduga suami korban, Mudjoyo Tjandra, ketua RT dan RW setempat, serta tetangga.

“Saksi yang diperiksa meliputi suami, tetangga, dan pejabat setempat,” tambah Tri.

Saat ini, penyebab kematian kedua kerangka tersebut belum bisa dipastikan hingga hasil pemeriksaan DNA dan toksikologi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri diterima.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puslabfor Polri,” tutup Tri.



Editor : Abdul Kholilulloh

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru