Soal dugaan pungli di SDN Teluk Pucung, Disdik Kota Bekasi tuding wartawan bikin gaduh

- Penulis

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bekasi | SekitarKita.id,- Kabar dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Teluk Pucung 01, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi menjadi sorotan publik pasca menjadi buah bibir dilini masa baru-baru ini.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan pungli itu terkuak saat, Ilham salah satu orang tua murid membeberkan kebobrokan oknum guru yang diduga melakukan pungli, ia mengatakan, pihak sekolah meminta uang iuran tanpa adanya musyawarah dengan wali murid.

Adapun besaran pungutan untuk uang raport yakni Rp.75.000.00,- lalu uang foto raport Rp.35.000.00,- yang seragam untuk siswa Rp 590.000.00,- untuk siswi sebesar Rp.610.000.00,-.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi yang melakukan sidak ke sekolah dasar negeri (SDN) Teluk Pucung 01 pada Senin (05/02/2024) menuding seolah media membuat gaduh dalam pemberitaan.

“Karena menurut saya, kalau melihat anggaran LKKS tidak ada, ketika pihak sekolah, Komite, korlas sepakat tidak masalah, ketika ada keberatan ya tidak masalah, mangkanya ketika ada keberatan mereka (pihak sekolah) memulangkan uang ya selesai,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Kota Bekasi, Warsim Suryana saat ditemui wartawan dilokasi, Senin.

Baca Juga:  Eksistensi Jurnalisme di Era Digital: Ancaman atau Peluang? Kajian dari HPN 2025 Riau

“Persoalan antara pihak pelapor dengan sekolah belum ada titik temu, mudah-mudahan cepat selesai, karena kadang-kadang anak sekolah di tinggal guru kelas, ditinggal kepala sekolah untuk klarifikasi kepada media, tiba-tiba ada wartawan mengklarifikasi mereka (siswa) secara psikologis terganggu, saya pinginnya menyelesaikan masalah itu,” sambungnya.

Warsim menjelaskan, bahwa terlapor ini telah membuat gaduh dilingkungan sekolah dengan munculnya pemberitaan persoalan itu, amat sangat disayangkan, kata dia, pelapor merupakan alumni dari sekolah SDN Teluk Pucung 01.

“Karena pihak pelapor dengan kepala sekolah luar biasa, anaknya sekolah disini, pelapor alumni disini, ibunya mengajar disini, apa salahnya jangan bikin gaduh agar cepat selesai,” bebernya.

Pihaknya sudah memanggil kedua belah pihak melalui berita acara pertemuan, kendati itu, belum menemukan titik terang dan belum bisa dipastikan sangsi apa yang bakal diterima pihak sekolah jika terbukti bersalah.

“Kita panggil pelapor dan pihak sekolah, diberita acara kita panggil cuman sangksi atau pun tegoran belum keluar karena masih proses,” tandasnya.

Sementara itu, wali murid, Ayu yang merupakan pelapor mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Bekasi hanya berniat melakukan mediasi dengan pihak sekolah. Dan meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Mengingat berita itu viral di lini masa.

Baca Juga:  Sempat ambruk, Pj Bupati Bandung Barat tinjau langsung kondisi RSUD Lembang

“Bukan hasil tapi tujuan dari pertemuan tadi, pihak Dinas yakni Sekdis Warsim, Epih Hanafi dan pihak SDN Teluk Pucung 1 ada kepsek, intinya adalah ingin masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu di follow up kemana mana,” kata Ayu.

Ia menjelaskan, dirinya merasa aneh, lantaran pihak Disdik Kota Bekasi bukannya memberikan sangsi atau tegoran dengan adanya dugaan pungli justru menuding wartawan membuat gaduh dilingkungan sekolah.

“Beliau Disdik Kota Bekasi, yang di Wakili oleh Warsim Suryana dan Epih mengatakan kedatangan para wartawan ke sekolah yang mau klarifikasi hanya membuat murid-murid terlantar, karena kepala sekolah dan guru-guru kelas harus meninggalkan muridnya,” jelas Ayu.

“Intinya mereka ingin nyaman mengajar, karena banyak wartawan yang dateng ingin konfirmasi, enggak nyaman katanya di uber-uber wartawan,” jelasnya.

Ayu menilai, sikap sekolah tidak terbuka dan adanya dugaan pungli itu, dirinya paham betul apa tugas pokok (tupoksi) wartawan, seyogyanya mencari berita untuk mengungkap kebenaran, bukan opini.

“Mereka tidak berhak melarang wartawan untuk mencari berita, karena memang tugas mereka (wartawan) mempunyai kode etik, wartawan juga bertugas saling kontrol sosial, kalau tidak ada wartawan kita tidak tau berita apa saja yang ada di Indonesia bahkan mancanegara, intinya pertemuan dengan pihak sekolah belum ada hasilnya,” tandasnya.

Baca Juga:  Prediksi Skor dan Susunan Para pemain Como vs Cagliari: Duel Keterampilan Morata dan Esposito

 

Laporan: Darto

Editor: Abdul Kholilulloh 



Berita Terkait

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB