Bandung, SekitarKita.id- Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Ade Zakir Hasyim menghimbau kepada masyarakat akan bahaya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karena disepanjang musim kemarau tahun 2024 hampir setiap harinya terjadi bencana karhutla dari skala kecil mencapai sedang.
Hal ini disebutkan Ade Zakir saat meresmikan Modern Market Lembang Pusat Sayur Buah & Pangan, Senin (2/9/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, potensi karhutla pada musim kemarau panjang seperti yang sementara waktu terjadi cukup tinggi dengan begitu masyarakat perlu berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
“Kita menghimbau kepada masyarakat dari musim kering dengan jumlah besar lahan yang mudah kebakar laporan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan memang setiap hari terjadi itu. Jadi himbauan kepada masyarakat agar semua menjaga lahannya dari kebakaran,” tutur Ade kepada jurnalis.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Damkar Bandung Barat, sejauh tahun 2023 jumlah kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) hingga 232 kasus. Peristiwa Kahutla tersebut terjadi dalam rentan waktu awal musim kemarau mencapai puncaknya yakni bulan Juli mencapai Oktober 2023 lalu.
Disisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah menyampaikan dalam kurun waktu empat bulan dari awal musim kemarau mencapai puncaknya kasus Karhutla hingga 232 kasus di wilayahnya.
Ia menjelaskan, setiap bulannya pasti hingga puluhan peristiwa kebakaran yang ditangani Damkar KBB.
“Pada tahun 2023 di bulan Juli terjadi 11 peristiwa, Agustus 54 peristiwa, September 88 peristiwa dan Oktober 79 peristiwa dengan general kejadian Karhutla sebanyak 232 kasus,” tutur Siti belum lama ini.
Dijelaskannya, peristiwa-peristiwa di atas terjadi dimulai dari warga yang memiliki kebiasaan membakar sampah kering dengan begitu merambat ke arena sekitar pembakaran. Tetapi pada saat melakukan aktivitasnya, masyarakat tak siaga dengan begitu api dapat menjalar ke segala arah.
“Biasanya di musim kemarau kerap terjadi kebakaran di hutan, kebun, alang-alang dengan berbagai penyebab pemicu kebakaran tersebut,” tutur Siti.
Sebab itu menurutnya, Damkar sementara waktu tengah mengantisipasi potensi terjadinya karhutla. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu menuruti setiap imbauan terutama di lahan terbuka. Jangan melakukan aktivitas yang memancing api dengan begitu dapat dikarenakan kebakaran.
“Masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan di musim kemarau. Andai ada imbauan di suatu tempat mohon dipatuhi. Sebab sekarang musim kemarau api sekecil apapun gampang sekali terpacu menjadi api besar,” tandasnya.
Potensi kebakaran lahan dan hutan di musim kemarau juga termasuk di kawasan Perhutani, terutama di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lembang. Karena itu Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lembang telah bersiaga mengantisipasi kebakaran hutan yang kerap terjadi di wilayah rawan.
Demikian disampaikan Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna. Ia mengatakan kesiagaan ini didukung oleh mitra KPH dan pariwisata. Bahkan pihaknya jug telah memetakan beberapa titik yang dianggap berisiko tinggi.
“Wilayah seperti Cisarua menjadi perhatian utama kami. Di sana, pengawasan dilakukan oleh pekerja yang merawat tanaman rumput gajah, kopi, dan pohon pinus. Potensi kerugian besar bisa terjadi apabila kebakaran merambat ke lokasi sadapan pinus karena akan menghilangkan sumber pendapatan,” kata Cucu kepada wartawan belum lama ini.
Selain badan atau instansi terkait, kerja sama dengan masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan. Apalagi, saat kemarau tiba, peternak sapi sering mencari rumput hingga ke dalam hutan. Tantangan lainnya adalah minimnya jumlah petugas.
“Saat ini, dari luas kawasan 4.100 hektare, hanya 13 orang petugas yang tersisa karena banyak yang sudah pensiun,” jelasnya.








