Ricuh di Kantor BGN, Mitra dan Orang Tua SPPG Batujajar Soal Raibnya Dana MBG Rp1 Miliar

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kericuhan sempat terjadi di kantor BGN pusat yang di unggah melalui akun TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.

i

Kericuhan sempat terjadi di kantor BGN pusat yang di unggah melalui akun TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.

SEKITARKITA.id — Keributan terjadi di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) terkait hilangnya dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp1 miliar yang dialami Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seorang mitra dari Yayasan Prama Guna Nasional (PGN), Hendrik Irawan mengaku kecewa karena merasa diintervensi oleh pihak yang diduga terlibat dalam hilangnya dana tersebut.

Ia menyebut tidak diperkenankan masuk untuk memberikan keterangan kepada pihak BGN oleh orang tua Kepala SPPG Pangauban Batujajar, Mochamad Cakra Aji Saputra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini saya di kantor BGN sedikit kecewa dengan proses ini karena ada intervensi oleh ibu kepala SPPG terduga pelaku yang menghilangkan dana satu miliar. Saya tidak boleh masuk untuk memberi keterangan. Saya malah dibilang orang jahat, padahal yang hilangkan uang itu anaknya,” ujarnya dalam video yang diunggah akun resmi TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.

Kericuhan sempat terjadi di kantor BGN pusat yang di unggah melalui akun TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.
Kericuhan sempat terjadi di kantor BGN pusat yang di unggah melalui akun TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.

“Dan kapasitas ibu itu apa anak yang salah saya sudah memberitahu ini penipuan ini kena tipu kok saya yang diintervensi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pria tewas tertabrak kereta api di Cilame Bandung Barat, korban sempat diteriaki warga 

Dalam unggahan itu juga ditulis, sebagai mitra ia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan diintervensi oleh pihak orang tua dari KSPPG.

“Ijin pak saya sebagai mitra diintervensi oleh petugas tidak boleh memberikan keterangan,” tulis keterangan caption video tersebut.

Ia juga mengaku telah menghubungi pimpinan BGN untuk melaporkan dugaan intervensi tersebut.

Aktivitas dapur MBG di SPPG Pengauban Batujajar KBB sebelum ditutup (foto: TikTok @sppgpangabuanbatujajar)
Aktivitas dapur MBG di SPPG Pengauban Batujajar KBB sebelum ditutup (foto: TikTok @sppgpangabuanbatujajar)

“Lapor Kepala BGN, Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN – Irjen Pol. Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN – Ibu Nanik S. Deyang, saya di intervensi sama ibu yang telah menghilangkan dana 1 miliar itu orangnya Saya tidak mengerti saya tidak boleh masuk ke atas ke lantai 7,” sambungnya.

Namun keesokan harinya, pada Selasa 4 November 2025 video yang unggahan tersebut sudah di takdown. Belum ada kejelasan pasti soal berita tersebut.

Kronologi Dana Rp1 Miliar Diduga Raib via Phishing

Insiden hilangnya dana MBG tersebut dilaporkan secara resmi oleh Yayasan Prama Guna Nasional (PGN) melalui Laporan Khusus (Lapsus) Nomor: 001/PGN/SPPG-PANGAUBANIX/2025. Dana yang diperuntukkan untuk penyediaan makanan siswa itu diduga digasak pelaku penipuan siber (phishing).

Baca Juga:  Warga protes, tumpukan sampah bau busuk diduga dari pasar Tambeng Pemalang

Kepala SPPG Pangauban Batujajar, Mochamad Cakra Aji Saputra, awalnya melakukan proses approval transaksi melalui BNI Direct.

Kericuhan sempat terjadi di kantor BGN pusat yang di unggah melalui akun TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.
Kericuhan sempat terjadi di kantor BGN pusat yang di unggah melalui akun TikTok @sppgpangaubanbatujajar, pada Senin 3 November 2025.

Tiba-tiba muncul instruksi penggantian password dan ia terhubung dengan pihak yang mengaku dari BNI. Ia mengikuti instruksi dan memberikan data autentikasi rahasia.

Keesokan hari, saldo rekening operasional hanya tersisa sekitar Rp12 juta dari total Rp1 miliar.

Pihak yayasan menegaskan bahwa kasus ini merupakan bentuk kelalaian terhadap keamanan data digital perbankan.

Melalui video resmi di TikTok @sppgpengaubanbatujajar yang dikutip sekitarkita.id, pihak SPPG menjelaskan bahwa sebanyak 53 pekerja terpaksa dirumahkan.

Hal ini karena dapur MBG tidak dapat beroperasi akibat kekosongan dana untuk membeli bahan baku makanan.

“Seharusnya anak-anak sangat antusias menunggu makanan dari program Presiden Prabowo, tapi kami tidak bisa produksi karena dana terkuras,” ujar salah seorang pengurus dalam video tersebut.

Pihak yayasan juga menyebut telah melaporkan insiden ini ke BGN, legislatif, hingga DPRD KBB. Namun proses pengembalian dana diprediksi membutuhkan waktu hingga tiga bulan.

telah melaporkan kejadian ini ke sejumlah pihak, termasuk, Badan Gizi Nasional (BGN), Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Golkar, Dadang Naser, Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, Wakil Ketua DPRD Bandung Barat.

Baca Juga:  Profil TB Ardi Januar: Kandidat Kuat Calon Bupati Bandung Barat dari Partai Gerindra

Meski terpukul, para pekerja berharap program MBG di Pangauban Batujajar dapat kembali berjalan.

“Mudah-mudahan cepat selesai, karena kegiatan ini sangat membantu ekonomi warga,” kata Meli, salah satu pekerja dapur.

Kasus ini menjadi alarm penting bagi pengelolaan dana digital program nasional MBG. Selain sistem keamanan digital, pengawasan pada pelaksana di lapangan dinilai perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun
Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026
Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16 WIB

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:02 WIB

PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

Berita Terbaru