[ad_1]
Masyarakat Indonesia patut berbangga, Bu. Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) menerima penghargaan UNESCO/Jikji Reminiscence of the World 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulary berdasarkan rekomendasi dari juri internasional yang terdiri dari para mahir.
Dengan memberikan penghargaan ini, juri internasional telah mengakui dedikasi Perpustakaan Nasional Indonesia dalam melestarikan dan meningkatkan akses terhadap naskah kuno Indonesia, Bunda.
“Warisan dokumenter merupakan jendela unik dan tak tergantikan ke dalam sejarah kita, yang memberikan wawasan tentang pemikiran, tradisi, dan pengalaman hidup di masa lalu,” tutur Audrey Azoulary dalam siaran pers, Selasa (3/9/2024).
“Upaya kita bersama untuk meningkatkan pelestarian dan meningkatkan akses terhadap warisan dokumen ini harus segera terus dilakukan. Saya mengucapkan selamat kepada Perpustakaan Nasional Indonesia atas keberhasilannya meraih penghargaan ini,” lanjutnya.
Apa itu penghargaan Jikji Reminiscence of the World?
Penghargaan Memori Dunia UNESCO/Jikji diserahkan kepada Perpustakaan Nasional dalam sebuah upacara di Cheongju, Korea Selatan, pada tanggal 4 September 2024, bertepatan dengan Hari Jikji.
Jikji adalah manuskrip tertua di dunia yang merupakan Warisan Memori Dunia UNESCO, Ibu. Penghargaan UNESCO/Jikji Memori Dunia diberikan untuk memperingati penyertaan Buljo Jikji Simche Yojeol, Karya tulis Korea diakui sebagai buku tertua dan dicetak dengan huruf logam yang bisa dipindahkan.
UNESCO mendirikan program Memori Dunia pada tahun 1995 untuk melestarikan warisan dokumenter dunia, gudang memori kolektif yang kaya.
Warisan dokumenter meliputi berbagai bentuk mulai dari tulisan, audio, dan visible. Warisan ini sangat rapuh dengan begitu memerlukan kolaborasi global yang terkoordinasi dengan baik untuk memastikan keberlangsungannya, dan untuk memastikan aksesnya yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
Sejak bangkit pada tahun 1980, Perpustakaan Nasional RI telah melakukan berbagai usaha untuk melestarikan naskah-naskah. Berbagai koleksi naskah yang mencerminkan kekunoan dan keberagaman budaya naskah Nusantara telah berhasil dilestarikan di Perpustakaan Nasional.
Upaya ini meliputi program ekstensif yang meliputi competition manuskrip, publikasi ekstensif, dan inisiatif pendidikan untuk anak-anak dan remaja, serta program-program seperti advokasi, inventarisasi dan akuisisi, pelestarian, aksesibilitas, observasi dan publikasi, pengembangan kapasitas, dan restitusi.
“Menciptakan ekosistem yang kuat untuk program pelestarian naskah dan peningkatan akses yang berkelanjutan sangat penting,” tutur Direktur Eksekutif Perpustakaan Nasional Indonesia, E. Aminudin Aziz.
“Ekosistem ini meliputi upaya advokasi bagi pemilik manuskrip, peningkatan pelestarian, dan perluasan akses, yang mempunyai tantangan tersendiri untuk diwujudkan. Tetapi, upaya ini sangat berharga sebab memungkinkan lebih dengan jumlah besar orang untuk dapatkan manfaat dan menghargai warisan dokumenter kita,” jelasnya.
Bagi para ibu yang ingin berbagi tentang parenting dan dapatkan dengan jumlah besar hadiah, yuk gabung di komunitas HaiBunda Squad. Daftar dengan klik DI SINI. Tanpa dipungut biaya!
(nomor/harga)
[ad_2]
Sumber: haibunda








