SEKITARKITA.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai dirasakan berbagai sektor belum berdampak signifikan terhadap operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB telah mengajukan langkah antisipasi berupa penambahan anggaran operasional dan kebutuhan armada truk sampah guna menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat juga menyiapkan skema penyesuaian anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 untuk mengantisipasi potensi lonjakan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adji, mengatakan hingga saat ini aktivitas pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti masih berjalan normal.
Namun, pihaknya terus melakukan perhitungan kebutuhan tambahan anggaran sebagai langkah mitigasi.
“Belum, paling nanti di perubahan anggaran. Untuk besarannya masih kita hitung,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga BBM belum memberikan dampak langsung terhadap pelayanan pengangkutan sampah di seluruh wilayah Bandung Barat.
Armada yang dimiliki DLH masih mampu menjalankan tugas pengangkutan sampah secara rutin setiap hari.
Meski begitu, Ibrahim mengaku tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM yang dapat mengganggu operasional armada pengangkut sampah.
Jika kondisi tersebut terjadi, dampaknya dinilai lebih besar dibandingkan sekadar kenaikan harga bahan bakar.
“Sampai saat ini belum terasa. Mudah-mudahan tidak ada kelangkaan BBM,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh armada truk pengangkut sampah milik DLH KBB masih beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Adapun, lanjut dia, apabila terdapat kendaraan yang tidak beroperasi sementara waktu, hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor teknis dan proses perbaikan kendaraan.
“Pengangkutan sampah masih full beroperasi. Kalau pun ada kendala bukan karena BBM, tetapi karena kendaraan masuk bengkel untuk perbaikan,” tegasnya.
Selain mengajukan tambahan anggaran operasional, DLH Bandung Barat juga tengah memetakan kebutuhan penambahan armada truk pengangkut sampah.
Langkah tersebut, kata Ibrahim, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengantisipasi terus meningkatnya volume sampah yang harus diangkut ke TPA Sarimukti.
“Pemkab Bandung Barat memastikan sektor pelayanan kebersihan tetap menjadi prioritas di tengah berbagai tantangan, termasuk kenaikan harga BBM,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan pasokan dan harga bahan bakar agar operasional armada pengangkut sampah tidak terganggu.
“Dengan langkah antisipatif ini, kami (DLH KBB) berharap pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal sehingga tidak terjadi penumpukan sampah yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat Bandung Barat,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








